JAKARTA -- Persaingan motor listrik Jepang makin menarik. Yamaha akhirnya membawa JOG E ke pasar nasional Jepang, dan yang membuat banyak orang melirik bukan cuma desainnya yang mungil, tetapi juga “jantung listrik” yang digunakannya.
Baca juga: Tokopedia Hapus Layanan Pengiriman Next Day: Apa Dampaknya Bagi Pelanggan dan Penjual?Motor listrik Yamaha JOG E dijadwalkan mulai dijual di Jepang pada 17 Juli 2026. Namun, ada satu hal yang langsung mencuri perhatian: skuter listrik ini memakai baterai Honda Mobile Power Pack e, baterai yang juga digunakan dalam ekosistem motor listrik Honda.
Baca juga: Pimpinan LP2TK Ungkap Pentingnya Keterampilan Digital ForensikTidak heran jika banyak yang merasa deja vu. Melihat spesifikasi dan konsepnya, Yamaha JOG E terlihat seperti punya hubungan dekat dengan Honda EM1 e: yang sudah lebih dulu hadir di Indonesia sejak 2023. Bedanya, kali ini logo Yamaha yang terpampang di bodinya.
Baca juga: Rahasia Merawat HP: Tips Terbaru dari Penelitian Internasional untuk Performa Optimal dan Umur PanjangBerdasarkan informasi dari situs resmi Yamaha Jepang, JOG E menjadi motor listrik pertama Yamaha di segmen skuter yang dijual secara nasional di Jepang. Sebelumnya, motor ini hanya tersedia secara terbatas di wilayah Tokyo dan Osaka sejak Desember 2025.
Baca juga: Kecanduan Internet di Masa Remaja, bisa Mengubah Struktur dan Fungsi Otak MerekaHal paling menarik tentu saja ada pada baterainya. Yamaha JOG E menggunakan Honda Mobile Power Pack e, yaitu baterai model swap yang bisa ditukar. Konsep ini memungkinkan pengguna tidak harus menunggu lama saat baterai habis karena bisa langsung menggantinya dengan baterai penuh melalui layanan tukar baterai Gachaco.Buat yang belum terbiasa dengan konsep baterai swap, sederhananya seperti menukar tabung gas, tetapi versi lebih modern dan tidak perlu takut belepotan. Tinggal ambil baterai penuh, pasang, lalu motor siap jalan lagi.Yamaha menyediakan dua pilihan pembelian. Konsumen bisa membeli motor lengkap dengan baterai dan charger, atau membeli unit motor saja lalu memanfaatkan layanan tukar baterai yang tersedia.Meski Yamaha belum membuka seluruh detail teknis JOG E, penggunaan baterai yang sama membuat motor ini terlihat punya karakter yang sangat dekat dengan Honda EM1 e:. Terlebih keduanya sama-sama menyasar pengguna perkotaan yang membutuhkan kendaraan ringkas untuk perjalanan harian.Sebagai perbandingan, Honda EM1 e: menggunakan motor listrik tipe in-wheel brushless dengan tenaga maksimum 1,7 kW atau sekitar 2,2 Tk, torsi 90 Nm, serta baterai lithium-ion 50,26 V dengan kapasitas 29,4 Ah.Yamaha JOG E sendiri dirancang sebagai skuter listrik yang praktis, ringan, dan mudah digunakan. Yamaha tetap mempertahankan karakter keluarga JOG yang dikenal sporty, tetapi memberikan sentuhan desain modern khas kendaraan listrik.Motor ini memang bukan dibuat untuk adu kecepatan atau mengejar sensasi seperti motor balap. Fokus utamanya adalah menemani aktivitas sehari-hari, seperti pergi bekerja, belanja, atau keliling kota tanpa harus sering mampir ke pom bensin.Dengan ukuran kompak dan kemampuan stop-and-go yang cocok untuk lalu lintas perkotaan, JOG E menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang ingin berpindah ke kendaraan listrik tanpa harus belajar banyak hal baru.Di Jepang, Yamaha JOG E dijual dengan harga 323.400 yen atau sekitar Rp35 jutaan untuk paket lengkap dengan baterai dan charger. Sementara versi tanpa baterai dibanderol 159.500 yen atau sekitar Rp17 jutaan.Kehadiran JOG E juga menjadi bagian dari strategi Yamaha menuju target netral karbon pada 2050. Pabrikan asal Jepang tersebut terus mengembangkan kendaraan listrik sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan lain untuk mempercepat penggunaan kendaraan ramah lingkungan.Bagi konsumen Indonesia, Yamaha JOG E terasa cukup familiar. Mulai dari ukuran bodi, konsep baterai tukar, hingga gaya pemakaian sehari-hari, motor ini membuat banyak orang melihatnya sebagai “saudara jauh” Honda EM1 e:.Bedanya, jika Honda sudah lebih dulu masuk ke garasi pengguna Indonesia, Yamaha JOG E kini datang membawa pertanyaan menarik: apakah era motor listrik mungil dengan baterai swap bakal menjadi tren besar berikutnya, atau hanya jadi ajang pamer teknologi para pabrikan Jepang?(Wy/Red)
Bagikan: