7 Jul, 2026

BlackBerry Belum Mati, Cuma Lagi Nyamar Jadi Android! HP Rp8 Jutaan Ini Bikin Jempol Auto Nostalgia

Indofakta.com, 2026-07-07 05:58:18 WIB

Bagikan:

JAKARTA -- Di saat produsen smartphone berlomba membuat layar makin besar, kamera makin banyak, dan jumlah megapiksel makin bikin pusing seperti menghitung cicilan, Clicks malah datang membawa sesuatu yang dianggap sudah pensiun: keyboard fisik.

Baca juga: Tokopedia Hapus Layanan Pengiriman Next Day: Apa Dampaknya Bagi Pelanggan dan Penjual?

Ya, tombol-tombol kecil yang dulu membuat jempol manusia bekerja lembur kini mencoba comeback. Clicks resmi memperlihatkan smartphone terbarunya, Communicator, sebuah HP Android yang punya misi cukup unik: membawa kembali sensasi mengetik ala BlackBerry ke zaman ketika orang lebih sering mengetik “wkwk” di layar licin.

Baca juga: Pimpinan LP2TK Ungkap Pentingnya Keterampilan Digital Forensik

Sebelumnya, Clicks hanya memperlihatkan unit dummy Communicator di ajang CES. Saat itu, perangkat ini masih seperti calon artis yang baru muncul di teaser film: wajahnya sudah terlihat, tapi belum bisa menunjukkan kemampuan sebenarnya.

Baca juga: Rahasia Merawat HP: Tips Terbaru dari Penelitian Internasional untuk Performa Optimal dan Umur Panjang

Sekarang ceritanya berbeda. Clicks merilis video hands-on perdana di YouTube dan memperlihatkan Communicator benar-benar berfungsi. Pengguna bisa melihat bagaimana perangkat ini dipakai untuk membuka aplikasi, menerima telepon, hingga menjelajah sistem dengan bantuan keyboard fisik.

Baca juga: Kecanduan Internet di Masa Remaja, bisa Mengubah Struktur dan Fungsi Otak Mereka

Dari desainnya saja, Communicator langsung membuat kenangan lama muncul. Bentuknya mengingatkan pada BlackBerry, lengkap dengan keyboard fisik penuh di bawah layar. Bedanya, kali ini bukan lagi BlackBerry dengan sistem operasi lawas, melainkan Android 16 yang lebih akrab dengan aplikasi masa kini.

Layarnya menggunakan panel OLED berukuran 4 inci. Ukuran yang mungkin membuat sebagian pengguna smartphone modern berkata, “Lho, layarnya mana?” Apalagi setelah terbiasa membawa HP yang ukurannya sudah mendekati tablet mini.

Namun, memang itu bukan tujuan Clicks. Communicator bukan dibuat untuk lomba layar terbesar. Fokusnya adalah memberikan pengalaman mengetik yang berbeda. Karena ternyata, bagi sebagian orang, mengetik dengan tombol fisik masih terasa lebih mantap dibanding menari-nari di atas layar sentuh sambil berharap autocorrect tidak mengubah kata yang aneh-aneh.

Menariknya lagi, Clicks tidak ikut tren menghilangkan fitur lama. Communicator masih membawa jack audio 3,5 mm. Sebuah lubang kecil yang sekarang keberadaannya hampir seperti fosil teknologi. Pengguna earphone kabel pun akhirnya bisa bernapas lega tanpa harus mencari adaptor yang entah terakhir disimpan di mana.

Selain itu, tersedia juga slot microSD untuk tambahan penyimpanan. Jadi pengguna tidak harus langsung panik ketika galeri penuh dengan foto makanan, screenshot chat, dan video random yang katanya “nanti mau dihapus”.

Clicks memang menyebut Communicator lebih cocok sebagai perangkat kedua. Menurut perusahaan, aktivitas seperti mengambil foto, membuat video, atau menghasilkan konten masih lebih nyaman dilakukan menggunakan smartphone utama.

Jadi gambaran sederhananya: HP utama untuk jadi kamera, sedangkan Communicator untuk jadi teman kerja yang rajin mengetik. Ibaratnya, satu HP jadi anak konten, satu lagi jadi pegawai administrasi yang tidak pernah cuti.

Walaupun bukan perangkat utama, spesifikasi Communicator tetap cukup serius. Smartphone ini membawa kamera belakang 50 MP, kamera selfie 24 MP, baterai 4.000 mAh, NFC untuk Google Pay, Bluetooth, WiFi, port USB-C, dan pengisian daya nirkabel.

Dalam demo yang ditampilkan Vice President Marketing Clicks Jeff Gadway, terlihat tampilan antarmuka khusus yang dikembangkan menggunakan Niagara Launcher. Pengguna bisa mengakses aplikasi melalui daftar bergaya pita di sisi kanan layar atau langsung mengetik nama aplikasi melalui keyboard fisik.

Keyboard tersebut juga tidak hanya menjadi aksesori pajangan untuk bernostalgia. Tombol fisiknya bisa digunakan untuk navigasi, membuka aplikasi, berpindah menu, hingga membantu berbagai aktivitas harian.

Clicks bahkan menyimpan beberapa detail menarik. Sensor sidik jari ditempatkan di tombol spasi. Jadi tombol yang biasanya dipakai untuk memberi jarak antar kata kini juga punya tugas menjaga keamanan HP. Benar-benar naik jabatan.

Di bagian atas perangkat terdapat jack audio 3,5 mm, sementara tiga mikrofon ditempatkan di bagian atas, bawah, dan belakang. Communicator juga dilengkapi speaker serta sensor tekanan udara atau barometer.

Desain belakangnya dibuat agar mudah dibongkar. Port USB-C memiliki bentuk cekungan yang membantu pengguna melepas penutup belakang untuk mengakses kartu SIM dan microSD. Penutup belakang ini tersedia dalam beberapa pilihan warna supaya tampilannya tidak terlalu seperti perangkat kantor tahun 2008.

Clicks sendiri bukan nama baru di dunia keyboard smartphone. Perusahaan ini didirikan bersama kreator teknologi Michael Fisher atau yang lebih dikenal sebagai MrMobile. Sebelumnya, Clicks terkenal lewat aksesori keyboard fisik untuk iPhone, termasuk Power Keyboard.

Kehadiran Communicator menjadi bukti bahwa keyboard fisik ternyata belum benar-benar terkubur. Memang, tidak semua orang ingin kembali ke masa ketika jempol bekerja seperti atlet esports hanya untuk membalas pesan. Tetapi bagi pengguna yang rindu sensasi “klik klik klik” saat mengetik, perangkat ini bisa menjadi mesin waktu kecil dalam bentuk smartphone.

Clicks berencana menjual Communicator mulai kuartal keempat 2026 dengan harga US$499 atau sekitar Rp8,9 juta. Jadi, kalau dulu punya BlackBerry dan sekarang kangen masa ketika mengetik pesan terasa seperti sedang mengetik kode rahasia, mungkin Communicator adalah jawaban dari pertanyaan: “Bagaimana kalau BlackBerry ikut kuliah Android? ".

(Wy/Red)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online