7 Jul, 2026

Museum Kaca Mewah Lalique Dibobol Maling, 20 Perhiasan Kristal Raib Senilai Rp82 Miliar

Indofakta.com, 2026-07-07 06:06:04 WIB

Bagikan:

PRANCIS -- Museum Lalique di Prancis kembali menjadi sorotan setelah aksi perampokan yang menargetkan koleksi berharga milik produsen kaca mewah tersebut. Dalam kejadian yang berlangsung Minggu pagi, sejumlah perhiasan kristal bernilai hampir 4 juta euro atau sekitar Rp82,2 miliar berhasil dibawa kabur.

Baca juga: Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Ronaldo Hadapi Ujian Terberat, La Roja Datang Lebih Percaya Diri

Aksi pencurian ini terjadi di Museum Lalique yang berada di Wingen-sur-Moder, wilayah timur laut Prancis. Menurut laporan Le Parisien yang mengutip sumber penyelidikan, para pelaku datang dengan mengenakan penutup wajah, lalu memaksa masuk ke dalam museum.

Baca juga: Prosesi Duka Khomeini Mosalla Dimulai, Jenazah Khamenei Disemayamkan

Begitu berhasil masuk, mereka langsung bergerak cepat. Para pelaku menghancurkan enam rak pajangan sebelum membawa kabur sekitar 20 koleksi perhiasan kristal bernilai tinggi.

Baca juga: Merz Tegaskan Dukungan Jerman untuk Ukraina di Tengah Eskalasi Serangan Rusia

Cara kerja para pelaku membuat pihak berwenang menduga bahwa aksi tersebut bukan dilakukan secara spontan. Wali Kota Wingen-sur-Moder Christian Dorschner mengatakan, pelaku kemungkinan sudah mengetahui kondisi museum karena mereka langsung menuju area koleksi perhiasan setelah berhasil menerobos masuk.

Baca juga: Morocco dan Prancis Lolos, Kanada dan Paraguay Tersingkir di 16 Besar Piala Dunia

Menurut Dorschner kepada media lokal Dernieres Nouvelles d'Alsace, sistem alarm museum sebenarnya berjalan dengan baik. Namun, perusahaan keamanan yang bertanggung jawab atas pemantauan museum disebut tidak segera memberi laporan kepada kepolisian setelah insiden terjadi.

Museum Lalique kini ditutup sementara selama beberapa hari. Penutupan dilakukan untuk menghitung kerusakan, memeriksa kondisi koleksi yang tersisa, sekaligus memperkuat sistem keamanan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Gendarmeri sudah terlibat dan penyelidikan akan berlangsung sesuai proses mereka,” tulis pihak Museum Lalique melalui akun media sosial X.

Saat ini, aparat tengah memeriksa rekaman kamera pengawas dan mengumpulkan berbagai bukti. Penyelidikan pencurian tersebut ditangani oleh unit reserse kriminal Gendarmeri Bas-Rhin.

Kasus ini menjadi perhatian karena Museum Lalique sebelumnya sudah masuk dalam daftar lokasi yang dianggap memiliki tingkat kerentanan tinggi. Setelah pencurian besar di Museum Louvre pada Oktober 2025, sejumlah institusi budaya di Prancis meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman pencurian koleksi bernilai tinggi.

Dalam insiden di Louvre tersebut, kelompok pencuri berhasil membawa kabur sejumlah benda berharga dengan nilai mencapai 102 juta dolar AS atau sekitar Rp1,8 triliun.

Lalique sendiri dikenal sebagai salah satu nama besar dalam dunia kaca dan perhiasan mewah. Koleksinya memiliki nilai tinggi bukan hanya karena materialnya, tetapi juga karena sejarah desain dan warisan seni yang melekat pada setiap karya.

Kini, polisi Prancis masih memburu para pelaku dan berupaya melacak keberadaan 20 perhiasan kristal yang hilang. Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa koleksi seni bernilai fantastis tetap menjadi target empuk bagi jaringan pencuri profesional.

(Wy/Red)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online