BERLIN -- Kanselir Jerman Friedrich Merz menyampaikan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bahwa Kyiv dapat mengandalkan dukungan berkelanjutan dari Berlin, terutama dalam penguatan sistem pertahanan udara di tengah meningkatnya serangan Rusia.
Baca juga: Serangan Bom Rusia Hantam Sumy, Tewaskan Warga Termasuk Anak-AnakPada Sabtu, 4 Juli 2026, Merz melakukan percakapan telepon dengan Zelenskyy yang dalam kesempatan itu membahas situasi terbaru di Ukraina serta dampak serangan udara Rusia yang kembali meningkat di sejumlah wilayah.
Baca juga: Gelombang Panas Ekstrem Jadi Pembunuh Senyap di Amerika, Ilmuwan Ingatkan KetidaksiapanJuru bicara pemerintah Jerman Stefan Kornelius menyampaikan bahwa Zelenskyy melaporkan langsung kondisi terkini di lapangan, termasuk dampak serangan terhadap ibu kota Kyiv dan wilayah Sumy.
Baca juga: Banding Ditolak, Google Tetap Didenda Rp84 Triliun dalam Kasus AndroidMenurut Kornelius, Zelenskyy juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Jerman, khususnya dalam penguatan pertahanan udara yang dinilai krusial di tengah eskalasi serangan.Dalam percakapan tersebut, Merz kembali menegaskan bahwa Ukraina dapat mengandalkan dukungan berkelanjutan dari Jerman, sebagaimana disampaikan oleh pihak pemerintah.
Baca juga: Prediksi Skor Paraguay vs Prancis: Misi Mustahil di Tengah Badai MbappéLaporan dari Zelenskyy menjadi bagian dari pembaruan situasi yang menunjukkan dampak serangan udara Rusia yang masih berlangsung di berbagai wilayah Ukraina.Jerman sendiri telah menjadi salah satu pendukung utama Ukraina sejak perang dimulai pada Februari 2022, dengan kontribusi berupa bantuan persenjataan modern, pasokan amunisi, serta dukungan finansial dalam jumlah besar.Selain itu, Berlin juga turut bergabung dalam rangkaian sanksi negara-negara Barat terhadap Moskow sebagai bagian dari tekanan internasional yang terus berlanjut.Dukungan yang kembali ditegaskan Merz ini memperlihatkan posisi Jerman yang tetap konsisten dalam mendukung Ukraina, terutama di sektor pertahanan yang menjadi kebutuhan mendesak di tengah situasi perang yang masih berlangsung.(Wy/Red)
Bagikan: