5 Jul, 2026

Hashim Tegaskan Program MBG Tetap Dilanjutkan Meski Dikritik Masyarakat

Indofakta.com, 2026-07-05 08:09:08 WIB

Bagikan:

JAKARTA -- Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan pemerintah tetap melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski mendapat kritik dari masyarakat. Program tersebut disebut akan terus dijalankan hingga tujuan peningkatan gizi anak dan ibu hamil benar-benar tercapai.

Baca juga: Hardyanto Dede Berkhotbah di Samosir, Bupati Vandiko: Pembangunan Infrastruktur dan Rohani Harus Seimbang

Dalam sejumlah agenda yang berlangsung di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, pada Jumat (3/7/2026), Hashim kembali menekankan bahwa MBG merupakan komitmen jangka panjang pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto. Ia menyampaikan penegasan tersebut saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan Srikandi Jaga Desa.

Baca juga: Wabup Samosir Ajak Pomparan Toga Samosir Berkontribusi Membangun Bona Pasogit, Pesta Bolon PTSBI Gaungkan Persatuan dan Pelestarian Budaya Batak

Hashim menjelaskan bahwa program MBG tidak hanya dipandang sebagai bantuan pangan, tetapi bagian dari upaya besar pemerintah dalam memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di pedesaan. Ia menyebut program ini berfokus pada peningkatan kesejahteraan melalui perbaikan gizi generasi muda.

Baca juga: Doa Lintas Agama Warnai Peringatan HUT Bhayangkara ke-80, Wabup Apresiasi Pelayanan Humanis Kapolres Samosir

Menurutnya, gagasan MBG telah lama menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto sejak sekitar tahun 2006, ketika muncul keprihatinan terhadap tingginya angka stunting di Indonesia yang disebut mencapai sekitar 30 persen. Dalam perkembangan berikutnya, angka tersebut bahkan pernah disebut meningkat hingga 38 persen berdasarkan data beberapa tahun setelahnya.

Hashim juga menegaskan bahwa program ini telah menjadi bagian dari janji politik Prabowo dalam berbagai kontestasi pemilihan presiden, mulai dari 2009, 2014, 2019, hingga 2024. Komitmen tersebut, kata dia, tetap konsisten diarahkan untuk menurunkan angka stunting melalui perbaikan akses makanan bergizi.

Baca juga: Tiwanaku: Jejak Ritual Tertua di Danau Titicaca yang Mengubah Sejarah Andes

Dalam pernyataannya, Hashim menyebut pemerintah tidak akan menghentikan program tersebut meskipun terdapat tantangan dalam pelaksanaannya. Ia menyinggung adanya dugaan penyimpangan di lapangan yang menurutnya dapat merusak tujuan program jika tidak diawasi dengan baik.

“Pemerintah sudah bertekad untuk melanjutkan program MBG, tidak akan berhenti sampai nanti kita berhasil,” ujar Hashim dalam salah satu pernyataannya di agenda tersebut.

Ia juga meminta keterlibatan berbagai pihak, termasuk kementerian, lembaga terkait, serta organisasi seperti Srikandi Jaga Desa, untuk ikut mengawasi pelaksanaan program hingga tingkat desa. Menurutnya, pengawasan menjadi kunci agar program dapat berjalan sesuai sasaran.

Selain itu, Hashim menekankan bahwa fokus utama MBG adalah memastikan anak-anak dan ibu hamil mendapatkan asupan gizi yang memadai. Program ini juga disebut sebagai bagian dari upaya jangka panjang meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan bahwa MBG merupakan salah satu program prioritas yang terus diarahkan untuk menjawab persoalan stunting dan ketimpangan gizi di berbagai wilayah. Pelaksanaannya diharapkan dapat berjalan lebih efektif melalui penguatan pengawasan di lapangan.

(Wy/Red)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online