ADHIKARYA PARLEMEN
Baca juga: Usulan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 Jadi Agenda Pembahasan DewanBANDUNG,– Sektor Pertanian merupakan sektor andalan yang memegang peran vital bagi masyarakat, khususnya untuk menjaga ketahanan pangan.
Baca juga: Legislatif Jabar Dukung Perpres Tentang LGBTQ Sebagai Ancaman NegaraSektor pertanian dengan peran itu harus dijaga keberlangsungannya.
Baca juga: DPRD Jawa Barat Dorong Optimalisasi BUMD Jawa Barat" Guna mewujudkan harapan itu beberapa sarana dan prasarana harus menjadi perhatian termasuk sarana dan prasarana untuk mengantisipasi kondisi iklim seperti musim kemarau" ungkap Anggota Komisi 2 DPRD Jabar, Dede Kusdinar, dalam keterangannya kepada media baru-baru ini.
Baca juga: Anggaran PORPROV XV 2026 Perlu Ada PenambahanDede, dalam keterangannya mengatakan untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian, dibutuhkan dukungan dari berbagai aspek.
Keseluruhan aspek itu, tentunya harus menyelesaikan segala situasi.Pada musim kemarau panjang, sarana dan prasarana yang dibutuhkan diantaranya dukungan solar sel. Keberadaan sarana ini menggunakan tenaga Surya.Sarana ini, sudah tersedia di Kabupaten Garut. Sarana ini difasilitasi oleh Pemerintah Pusat. Fasilitasi solar sel , salah satunya sudah disebar di Kabupaten Garut.Fasilitasi solar sel yang di Kabupaten Garut mencapai 150 unit, telah membantu pasokan air terutama di wilayah Garut bagian selatan. Salah satunya di Kecamatan Pameungpeuk.Dede, yang juga anggota Komisi 2 DPRD Jabar dalam keterangannya mengatakan pembinaan petani juga merupakan upaya yang harus direalisasikan untuk menjaga keberlangsungan pembangunan di sektor pertanian.Dalam rangka pembinaan petani, khusus dalam rangka mengantisipasi dampak kekeringan di musim kemarau panjang, perlu ada proses edukasi untuk pola tanam.Petani, disarankan untuk bisa menanam di lahan kering. " melalui pola tanam ini penggunaan air untuk pertanian dapat dikurangi " kata Dede.Dede, dalam keterangannya mengatakan khusus untuk antisipasi dampak kemarau panjang, masyarakat berharap menyiapkan solusi lain.Pada kegiatan pengawasan pemerintahan yang berlangsung pada Juni 2026, masyarakat di beberapa daerah di Kabupaten Garut berharap untuk daerah yang rentan krisis air dapat dibuat sumber mata air, ujar Dede.(Adv)
Bagikan: