18 Jun, 2026

Kian Marak Silent Call, Modus Penipuan Telepon yang Bisa Kuras Rekening

Indofakta.com, 2026-06-17 18:50:44 WIB

Bagikan:

JAKARTA -- Di tengah rutinitas yang serba cepat dan ponsel yang hampir tak pernah lepas dari genggaman, ada satu jenis panggilan yang justru bekerja dalam diam. Tanpa suara, tanpa percakapan, tetapi diduga menjadi pintu masuk menuju penipuan yang dampaknya bisa jauh lebih serius dari sekadar gangguan kecil.

Laporan mengenai meningkatnya fenomena silent call kembali ramai diperbincangkan di ruang digital Indonesia. Dikutip dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, pola panggilan tanpa suara dari nomor tak dikenal ini tidak bisa dianggap sekadar iseng, karena berpotensi menjadi bagian dari tahapan awal penipuan berbasis telepon.

Sejumlah pengguna media sosial melaporkan menerima panggilan singkat dari nomor asing yang langsung terputus dalam hitungan detik. Tidak ada suara, tidak ada pesan, hanya panggilan masuk yang kemudian hilang begitu saja. Pola ini, menurut penjelasan resmi yang dirangkum dari Komdigi, kerap digunakan untuk menguji apakah sebuah nomor masih aktif atau dapat dihubungi kembali.

Dalam banyak kasus, pelaku memanfaatkan teknologi Voice over Internet Protocol atau VoIP untuk menjalankan aksinya. Teknologi ini memungkinkan nomor telepon dimanipulasi, sulit dilacak, dan dapat berubah dengan cepat, sehingga menyulitkan proses pelacakan oleh otoritas.

Masalahnya tidak berhenti di situ.

Silent call sering kali bukan tujuan akhir, melainkan pintu masuk. Pelaku bisa saja memancing korban untuk melakukan panggilan balik, yang dalam beberapa skema berpotensi mengarahkan ke layanan berbayar atau membuka celah komunikasi lanjutan untuk pencurian data.

Dikutip dari laporan Badan Siber dan Sandi Negara, panggilan misterius seperti ini kerap digunakan sebagai tahap awal verifikasi nomor aktif sebelum penipuan berikutnya dilakukan, termasuk phishing dan pencurian kode one time password (OTP).

Di tengah meningkatnya laporan tersebut, Dosen Program Studi Ilmu Komputer IPB University Heru Sukoco mengingatkan masyarakat agar tidak merespons panggilan dari nomor tidak dikenal.

“Jangan angkat, jangan telepon balik, blokir dan abaikan karena panggilan tersebut merupakan tahapan awal dari penipuan berbasis telepon,” ujar Heru, dikutip dari laman resmi IPB University.

Ia juga menambahkan bahwa panggilan dari nomor luar negeri yang tidak dikenal sebaiknya diabaikan, terutama jika tidak ada konteks yang jelas. Menurutnya, pihak yang benar-benar penting biasanya akan menghubungi kembali atau mengirim pesan resmi.

Heru juga menyebut adanya teknik yang sering disebut “missed call bait”, yaitu strategi menjebak korban agar merasa penasaran dan melakukan panggilan balik.

Selain itu, ia menekankan bahwa perlindungan tidak hanya bergantung pada kewaspadaan individu, tetapi juga pada fitur perangkat yang sudah tersedia. Pengguna disarankan memanfaatkan fitur seperti pemblokiran nomor asing, filter spam, serta pengaturan “silence unknown callers” atau “block unknown numbers” yang tersedia di sebagian besar ponsel modern.

Untuk memperjelas pola ancaman ini, beberapa poin penting yang perlu diperhatikan masyarakat antara lain:


- Silent call digunakan untuk menguji nomor yang masih aktif

- Teknologi VoIP sering dimanfaatkan untuk menyamarkan identitas pelaku

- Panggilan balik bisa mengarah ke penipuan lanjutan atau layanan berbayar

- Modus ini sering menjadi pintu masuk phishing dan pencurian OTP

- Edukasi digital penting untuk melindungi kelompok rentan seperti orang tua dan anak-anak
 


Di balik layar ponsel yang tampak sederhana, ancaman ini bergerak dengan cara yang nyaris tidak terlihat. Tidak ada suara yang memberi peringatan, tidak ada tanda bahaya yang jelas, hanya satu panggilan singkat yang bisa membuka rangkaian masalah berikutnya.

Dan di era ketika komunikasi begitu mudah diakses, mungkin justru diam yang perlu paling diwaspadai.

(Wy/Red)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online