Adikarya Parlemen
Baca juga: Pandangan Umum Fraksi PDI Perjuangan Pandangan Umum Atas Tiga Raperda Baru Usulan Wali Kota BandungBANDUNG,- Pembangunan infrastruktur di Jabar diminta lebih terukur. Ini berkaitan dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) resmi membatalkan rencana pengajuan pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang sebelumnya diproyeksikan sekitar Rp3,4 triliun.
Baca juga: Pandangan Umum Fraksi Partai Gerindra Atas Empat Raperda Baru Usulan Wali Kota BandungMeskipun potensi defisit APBD Jabar 2026 yang semula diproyeksikan sebesar Rp5,7 triliun berhasil ditekan menjadi sekitar Rp3,4 triliun setelah dilakukan rekonsiliasi, tetap saja ada dampak pada pelaksanaan pembangunan infrastruktur ke depan.
Baca juga: Atas Usulan Wali Kota Bandung Terkait Empat Ranperda Baru, DPRD Bentuk Beberapa PansusPembangunan infrastruktur yang lebih terukur perlu dilakukan guna antisipasi defisit anggaran
Hal itu merupakan kunci untuk memastikan setiap dana publik atau investasi berdampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat."Tanpa parameter yang jelas, proyek infrastruktur berisiko mangkrak, salah sasaran, atau tidak memberikan imbal hasil sosial-ekonomi yang optimal," ungkap Anggota Fraksi PAN DPRD Jabar, Raden Tedi, ST , MM ( 21/10).
Baca juga: Aklamasi Voters Pilih Buky Wibawa Pimpin PSSI Jabar 2026-2030Tedi, dalam keterangannya mengatakan di masa kepemimpinan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) difokuskan pada akselerasi konektivitas daerah, estetika, serta pemerataan pembangunan dari kota hingga ke desa.Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan target besar untuk menyelesaikan seluruh pembangunan infrastruktur jalan di tingkat desa, kabupaten, dan provinsi pada tahun 2027.KDM menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Bina Marga dan Dishub agar proyek pembangunan tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika kebudayaan (seperti desain bernuansa Sunda) dengan kualitas fisik yang tahan lama.Akselerasi Infrastruktur Jalan & Jembatan: Pemprov Jabar secara masif menggenjot perbaikan dan rekonstruksi jalan agar menjadi mulus (leucir) guna mendongkrak ekonomi warga.Salah satu contoh proyek adalah rekonstruksi jalan ruas Kalijati – Sukamandi – Batas Purwakarta/Subang sepanjang 5,6 Km. Selain jalan, peremajaan konektivitas juga mencakup penggantian belasan unit jembatan yang tersebar di wilayah Jawa Barat."Kita berharap pembangunan infrastruktur di Jabar tetap optimal dan tidak terlalu berpengaruh secara signifikan akibat batalnya pinjaman ke PT SMI," ujar Raden Tedi.(Adv)
Bagikan: