CIMAHI -- Suasana hangat menyelimuti halaman TK Santa Theresia Cimahi pada Senin, 13 Juli 2026. Sejak pukul 06.30 WIB, puluhan anak bersama orang tua mulai berdatangan untuk mengikuti hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Momen ini menjadi langkah awal bagi peserta didik baru mengenal lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, sekaligus membangun karakter melalui nilai-nilai Grow to Shine in Veritas.
Baca juga: Ijazah yang Tak Kunjung Lulus dari PolitikDeretan topi baru, tas sekolah berwarna-warni, hingga sepatu mungil yang masih tampak mengilap menghiasi pagi di sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Santo Dominikus tersebut. Di balik senyum anak-anak, terselip rasa penasaran, semangat, bahkan sedikit gugup karena untuk pertama kalinya mereka memasuki dunia sekolah.
Baca juga: Pergeseran Besar Evolusi Manusia, Budaya Kini Diduga Lebih Dominan Daripada GenetikaSebagian anak tampak melambaikan tangan kepada orang tuanya dengan penuh percaya diri. Namun, ada pula yang masih menggenggam erat tangan Mama atau Papa sambil menahan rasa cemas. Guru-guru menyambut setiap anak dengan senyum hangat dan sapaan ramah agar mereka merasa nyaman sejak langkah pertama memasuki sekolah.
Baca juga: SPMB Tahap 1 Ditutup, Ratusan Ribu Calon Murid Baru Bersiap Daftar UlangKegiatan pagi diawali dengan doa bersama yang dipimpin para guru. Instruksi sederhana seperti duduk rapi, melipat tangan, hingga membuat tanda salib diikuti anak-anak dengan penuh semangat.
Baca juga: Dedi Mulyadi Tegas, Siswa Sekolah Swasta Gratis di Jawa Barat Terancam Dicabut Subsidi Jika Terlibat TawuranSuasana semakin hidup ketika tepuk semangat dan berbagai yel-yel mulai diperkenalkan. Tepuk tangan kecil yang kompak diselingi tawa riang mencairkan suasana sehingga anak-anak perlahan mulai berani berinteraksi dengan teman-teman barunya.Suster M. Michaela Saryanti, OP., memperkenalkan diri kepada seluruh peserta didik baru. Sapaan "Salam Veritas!" disambut serempak oleh anak-anak dengan penuh antusias. Momen sederhana tersebut menjadi awal pengenalan budaya sekolah yang telah menjadi ciri khas TK Santa Theresia.Semangat pagi semakin terasa saat guru mengajak anak-anak menyanyikan lagu Kedominikanan. Suara polos mereka berpadu dengan tepuk tangan dan gerakan sederhana yang membuat suasana lapangan penuh kegembiraan.Guru kemudian mengajak anak-anak menjawab pertanyaan sederhana."Siapa yang mau menjadi anak hebat?"Tanpa ragu, puluhan tangan mungil langsung terangkat tinggi. Senyum bangga pun menghiasi wajah para orang tua yang menyaksikan anak-anak mereka mulai berani menunjukkan kepercayaan diri.Dalam kesempatan tersebut, guru juga mengenalkan pentingnya belajar mandiri sejak usia dini. Anak-anak diajak memahami bahwa belajar, berdoa, bertanggung jawab, dan menghormati orang lain merupakan kebiasaan baik yang akan membantu mereka bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.Perwakilan orang tua, Mama Andrew, turut memberikan sambutan. Ia menyampaikan harapan agar seluruh guru dan suster dapat mendampingi anak-anak menjadi pribadi yang positif, penuh kasih, dan mampu menghargai sesama.Suasana semakin meriah ketika Ibu Mazdalena memimpin latihan baris-berbaris. Dengan pendekatan yang menyenangkan, latihan disiplin dikemas layaknya permainan sehingga anak-anak mengikuti setiap arahan tanpa merasa terbebani.TK Santa Theresia sendiri memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan di Kota Cimahi. Berdiri sejak tahun 1938, sekolah ini dikenal sebagai taman kanak-kanak Katolik pertama di Cimahi yang hingga kini terus mempertahankan komitmen membangun pendidikan karakter melalui semangat Grow to Shine in Veritas.Sekitar pukul 06.50 WIB, seluruh peserta didik mengikuti yel-yel sekolah yang menggema di halaman. Kalimat "Grow to Shine in Veritas" diteriakkan bersama-sama sebagai simbol semangat untuk bertumbuh menjadi pribadi yang unggul dalam iman, karakter, dan pengetahuan.Di sela kegiatan MPLS, salah satu ibu guru TK Santa Theresia, yakni Ibu Maria Sunarti, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membantu anak-anak mengenal lingkungan sekolah secara bertahap sehingga mereka merasa aman dan nyaman berada di sekolah.Menurutnya, hari pertama sekolah merupakan proses adaptasi yang berbeda bagi setiap anak. Masih ada beberapa peserta didik yang menangis atau belum mau berpisah dengan orang tuanya sehingga guru perlu melakukan pendekatan secara personal."Kita harus belajar pendekatan satu per satu supaya sungguh mengenal setiap anak dalam prosesnya," ujarnya.Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada keluarga besar TK Santa Theresia.Setelah rangkaian kegiatan di lapangan selesai, Kepala Sekolah TK Santa Theresia, Suster M. Michaela Saryanti, OP., menyampaikan tanggapannya kepada insan media terkait kegiatan hari ini.Ia mengatakan bahwa hari pertama sekolah merupakan awal perjalanan panjang dalam membentuk generasi yang cerdas sekaligus berkarakter.Menurutnya, setiap anak merupakan anugerah Tuhan yang memiliki keunikan masing-masing. Karena itu, sekolah berkomitmen menghadirkan lingkungan belajar yang aman, penuh kasih, menyenangkan, dan mampu mendukung seluruh aspek perkembangan anak.Melalui kegiatan MPLS, anak-anak diperkenalkan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar membaca atau berhitung, tetapi juga rumah kedua untuk bermain, berdoa, berteman, berkreasi, dan belajar menghargai sesama.Suster Michaela menjelaskan bahwa seluruh proses pendidikan di TK Santa Theresia berlandaskan empat nilai utama.Nilai pertama adalah Growing, yaitu mendukung pertumbuhan anak secara menyeluruh, baik intelektual, emosional, sosial, maupun spiritual.Nilai kedua, Confident, mendorong setiap anak berani tampil, berani mencoba, dan percaya pada kemampuan dirinya sendiri.Nilai ketiga adalah Disciplined, yakni membiasakan anak hidup tertib, bertanggung jawab, serta peduli terhadap lingkungan dan sesama.Sedangkan nilai keempat, In Veritas, mengajarkan anak untuk hidup dalam kebenaran, kejujuran, dan kasih sesuai nilai-nilai Kristiani yang menjadi identitas sekolah.Di akhir sambutannya, Suster Michaela mengajak seluruh orang tua membangun kerja sama yang erat dengan sekolah demi mendukung tumbuh kembang anak secara optimal."Bersama, kita melangkah dalam satu visi untuk membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, beriman, dan siap menjadi berkat bagi sesama," katanya.Usai kegiatan pembukaan, suasana sekolah kembali dipenuhi tawa ceria anak-anak. Mereka diajak bermain bersama, bernyanyi, mengenal ruang kelas, serta menjelajahi berbagai fasilitas yang tersedia di lingkungan sekolah.TK Santa Theresia juga memiliki berbagai fasilitas penunjang pembelajaran, seperti laboratorium komputer, halaman bermain yang luas, panggung keberanian, ruang kelas yang nyaman, serta taman bermain outdoor yang dirancang sesuai kebutuhan anak usia dini.Selain kegiatan belajar di kelas, sekolah menyediakan beragam kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari English Club, menggambar, modeling, modern dance, hingga tari tradisional. Seluruh program tersebut bertujuan mengembangkan bakat, kreativitas, serta rasa percaya diri peserta didik sejak dini.Sepanjang kegiatan berlangsung, guru-guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi pendamping yang membantu anak beradaptasi.Mereka mengenal nama setiap anak, memberikan pujian atas keberanian yang ditunjukkan, hingga menenangkan peserta didik yang masih merasa rindu kepada orang tuanya.Bagi para orang tua, hari pertama sekolah menjadi momen yang penuh haru. Rasa bangga bercampur cemas perlahan berubah menjadi lega ketika melihat anak-anak mulai tersenyum, bermain bersama teman baru, dan menikmati aktivitas sekolah.MPLS hari pertama di TK Santa Theresia Cimahi bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi fondasi awal untuk membangun karakter, kepercayaan diri, disiplin, dan nilai-nilai kehidupan yang akan terus tumbuh selama perjalanan pendidikan anak.Melalui semangat Grow to Shine in Veritas, TK Santa Theresia menegaskan komitmennya menjadi rumah kedua bagi setiap anak. Tempat di mana mereka belajar, bermain, berdoa, membangun persahabatan, sekaligus mengembangkan potensi terbaik yang dimiliki.Hari pertama mungkin hanya menjadi awal dari perjalanan panjang. Namun, dari langkah-langkah kecil itulah lahir harapan besar agar setiap anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, percaya diri, berkarakter, dan siap menjadi berkat bagi sesama di masa depan.(Wy/Red)
Bagikan: