23 Jun, 2026

Pergeseran Besar Evolusi Manusia, Budaya Kini Diduga Lebih Dominan Daripada Genetika

Indofakta.com, 2026-06-22 19:03:00 WIB

Bagikan:

JAKARTA -- Sebuah penelitian terbaru membuka cara pandang baru tentang bagaimana manusia berkembang dari waktu ke waktu.

Baca juga: Kisruh SPMB Jabar 2026, Ujian Besar Dedi Mulyadi dan Masa Depan Pendidikan Anak-anak Jawa Barat

Penelitian ini membahas kemungkinan bahwa budaya manusia kini lebih berpengaruh dibandingkan faktor alam dan gen dalam membentuk kehidupan manusia modern.

Baca juga: Disdik Jabar Pastikan Data PCMB Aman, Siapkan Solusi bagi Calon Murid yang Belum Tertampung di Sekolah Negeri

Senin, 22 Juni 2026, temuan ini kembali ramai dibicarakan setelah dirangkum dari sejumlah penelitian ilmiah internasional yang dipublikasikan dalam jurnal Bioscience dan diberitakan oleh berbagai media sains.

Baca juga: Kisruh SPMB Jabar 2026: Error Sistem hingga Dugaan Kecurangan, Kepercayaan Publik Dipertaruhkan

Peneliti dari University of Maine, Tim Waring, menyebut bahwa manusia saat ini sedang berada dalam masa perubahan besar dalam proses evolusi.

Baca juga: Healthy Today, Golden Tomorrow, SD Santo Yusup Cimahi Hadirkan Pesta Tutup Tahun yang Sarat Nilai Pendidikan dan Kebersamaan

Ia menggambarkan kondisi ini seperti “evolusi yang sedang berganti arah”, karena cara manusia bertahan hidup kini lebih banyak ditentukan oleh budaya daripada perubahan tubuh secara alami.

Evolusi sendiri adalah proses perubahan makhluk hidup yang terjadi sangat lama, melalui perubahan kecil dalam gen yang diwariskan dari orang tua ke anak.

Biasanya, perubahan ini dipengaruhi oleh lingkungan seperti penyakit, cuaca, dan kondisi alam.

Salah satu contoh yang sering digunakan adalah hubungan antara malaria dan gen tertentu pada manusia.

Di daerah yang banyak malaria, orang yang membawa gen tertentu justru lebih tahan terhadap penyakit itu, sehingga lebih banyak yang bertahan hidup dan menurunkan gen tersebut ke anak-anak mereka.

Namun menurut para peneliti, kondisi seperti ini kini mulai berubah.

Solusi yang dibuat manusia melalui budaya dan teknologi berkembang jauh lebih cepat dibanding perubahan gen.

Misalnya, pengobatan modern, alat kesehatan, hingga teknologi rumah tangga membuat banyak masalah yang dulu ditentukan oleh alam kini bisa diatasi dengan cepat.

Peneliti juga mencontohkan bahwa di masa lalu, banyak ibu meninggal saat melahirkan jika kondisi bayi terlalu besar.

Namun sekarang, operasi caesar memungkinkan persalinan yang sulit tetap bisa diselamatkan.

Dalam penelitian lain, ditemukan juga perubahan kebiasaan hidup di sebuah wilayah di Kanada yang menunjukkan adanya perubahan dalam pola usia melahirkan selama lebih dari 140 tahun, dan hal itu juga terlihat sampai ke perubahan gen.

Meski begitu, para ilmuwan menegaskan bahwa manusia tetap masih mengalami evolusi.

Tekanan dari lingkungan masih ada, tetapi pengaruhnya tidak sekuat dulu karena banyak sudah “dibantu” oleh teknologi dan sistem sosial.

Peneliti Tim Waring menjelaskan bahwa dalam kehidupan modern, kondisi hidup seseorang lebih banyak ditentukan oleh lingkungan sosial, teknologi, dan aturan masyarakat, bukan hanya oleh faktor biologis.

Ia juga mengatakan bahwa budaya manusia menyebar sangat cepat, sehingga solusi untuk masalah kehidupan bisa diwariskan tanpa harus menunggu perubahan gen dalam waktu lama.

Namun, sebagian ilmuwan juga mengingatkan bahwa kondisi ini bisa membawa dampak jangka panjang yang belum sepenuhnya dipahami.

Ada penelitian lain yang menyebut bahwa karena manusia semakin banyak bergantung pada teknologi dan pengobatan, tekanan alam terhadap tubuh manusia menjadi semakin lemah.

Hal ini memunculkan perdebatan ilmiah tentang arah evolusi manusia di masa depan.

Sebagian peneliti menilai bahwa manusia mungkin akan semakin bergantung pada sistem buatan untuk bertahan hidup.

Namun ada juga pandangan lain yang menekankan bahwa justru kemampuan manusia bekerja sama dan membangun budaya adalah kekuatan utama yang membuat spesies ini bertahan.

Menurut Waring, masa depan manusia tidak hanya ditentukan oleh gen, tetapi juga oleh seberapa kuat masyarakat bisa beradaptasi dan bekerja sama menghadapi perubahan.

Jika tren ini terus berlanjut, para ilmuwan menilai bahwa peran budaya akan semakin besar dalam membentuk kehidupan manusia ke depan.

(Wy/Red)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online