23 Jun, 2026

Humas PT SBP: Kericuhan Belawan Jangan Perkeruh Suasana Demi Keuntungan

Indofakta.com, 2026-06-22 18:07:30 WIB

Bagikan:

MEDAN -- Hubungan Masyarakat (Humas) PT Saranan Baja Perkasa (SBP), Fauzi Nasution memberikan klarifikasi resmi terkait insiden bentrokan yang terjadi di Jalan Besar Medan - Belawan, Kampung Salam, Kecamatan Medan Belawan, pada Sabtu (20/6/2026) lalu. PT SBP menyayangkan adanya pernyataan sepihak yang dinilai dapat memperkeruh suasana dan merugikan pihak lain. (22/06/2026)

Baca juga: Roy Suryo dan Dokter Tifa Keluar dari RS Polri, Langsung Jalani Pelimpahan Tahap II ke Polda Metro Jaya dalam Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi

Humas PT SBP, Fauzi Nasution, mengimbau seluruh pihak termasuk kuasa hukum PT Belawan Indah (BI), untuk menyikapi peristiwa ini secara bijak, objektif, dan tidak menggiring opini publik yang belum teruji kebenarannya.

Baca juga: Penangkapan Richard Arief Muljadi di Bandara Soekarno-Hatta Usai Kasus Batubara Rp.7 Miliar Jadi Sorotan Kejaksaan Agung

"Kami berharap tidak ada pihak yang mengeluarkan pernyataan spekulatif atau membangun narasi sepihak yang justru dapat memicu kesalahpahaman dan merugikan reputasi pihak lain," ujar Fauzi Nasution dalam keterangan persnya di Medan, Senin (22/6/2026).

Baca juga: Drama Usai Pemeriksaan di RS Polri Kramat Jati: Roy Suryo dan Tifa Dirawat, Fakta Baru Terungkap di Balik Proses Hukum


Menanggapi pernyataan Kuasa Hukum PT BI, Darmawan, yang mengklaim bentrokan dipicu oleh sengketa lahan terkait pembangunan tembok oleh PT SBP, Fauzi secara tegas meluruskan informasi tersebut.

Berdasarkan fakta di lapangan, bentrokan tersebut murni terjadi antara pekerja/sopir truk PT BI dengan oknum kelompok masyarakat (preman), dan bukan dengan pekerja bangunan dari PT SBP.

Baca juga: Kejagung Dalami 41 Nama Baru dan Dugaan Proyek Fiktif Rp300 Miliar di Kasus Korupsi Program MBG BGN

Insiden ini tidak ada kaitannya dengan aktivitas pembangunan yang sedang dilakukan oleh PT SBP. Pekerja PT SBP Turut Menjadi Korban akibat bentrokan yang meluas tersebut, beberapa pekerja bangunan tembok PT SBP yang berada di lokasi justru turut menjadi korban luka.

Demi menjaga kondusivitas wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, PT SBP menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian dan mendukung penegakan hukum yang transparan.

"Kami memohon kepada Bapak Kapolda Sumut dan Kapolres Pelabuhan Belawan beserta jajaran untuk mengusut tuntas insiden ini secara objektif. Kami berharap aparat penegak hukum tidak terpengaruh oleh opini sepihak yang sengaja digulirkan demi keuntungan tertentu," tegas Fauzi.

PT SBP berkomitmen untuk terus menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Belawan dan berharap seluruh pihak dapat menahan diri serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Sementara, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Efendy SIK MH CPHR yang dikonfirmasi paska bentrok Belawan belum memberikan penjelasan.(dar)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online