14 Jul, 2026

Review Live Action Moana: Remake Paling Setia Disney, Visual Memukau tetapi Sulit Menandingi Versi Animasi

Indofakta.com, 2026-07-14 07:27:52 WIB

Bagikan:

JAKARTA -- Disney kembali menghadirkan remake live-action dari film animasi populernya, Moana. Alih-alih menawarkan banyak perubahan, film garapan Thomas Kail ini justru menjadi salah satu remake Disney yang paling setia terhadap materi aslinya. Hampir seluruh alur cerita, karakter, hingga momen-momen ikonik dipertahankan, dengan perubahan utama hanya pada format dari animasi menjadi live-action.

Baca juga: Hadiri Puncak HKG PKK ke-54, Ketua TP PKK Simalungun: Komit Perkuat Pemberdayaan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Thomas Kail, sutradara yang dikenal lewat kesuksesan Hamilton dan In the Heights di Broadway, dipercaya mengarahkan film ini. Sementara naskahnya kembali ditulis Jared Bush, penulis film animasi Moana (2016), bersama Dana Ledoux Miller yang sebelumnya juga terlibat dalam Moana 2. Tak heran jika jalan ceritanya terasa sangat familiar karena sebagian besar masih mengikuti versi animasi.

Baca juga: Hadir Di Kecamatang Pamatang Silimahuta, Bupati Simalungun Berikan Pelayanan Dan Carikan Solusi Persoalan Masyarakat

Keputusan Disney mempertahankan cerita asli membuat film ini memunculkan pertanyaan yang sudah lama mengiringi proyek remake mereka. Apakah Moana memang perlu dibuat ulang dalam format live-action, mengingat film animasinya bahkan belum genap berusia satu dekade?

Baca juga: Pemkab Samosir Dukung Penguatan Investasi Internasional untuk Pengembangan TSTH2

Bagi sebagian penonton, langkah ini bisa dianggap sebagai strategi Disney untuk kembali memanfaatkan popularitas film yang telah terbukti sukses. Namun di sisi lain, remake ini juga menjadi kesempatan memperkenalkan kisah Moana kepada generasi baru dengan pendekatan visual yang lebih realistis.

Baca juga: Satpol PP Pematangsiantar Patroli Kamtibmas di Wilayah Strategis

Dari segi tampilan, Moana versi live-action tetap menawarkan pengalaman yang memanjakan mata. Lanskap kepulauan Polinesia terlihat indah, sementara nuansa budaya lokal terasa lebih kuat berkat kehadiran para pemeran yang berasal dari latar budaya tersebut.

Meski begitu, perpindahan dari animasi ke live-action membuat sebagian keajaiban visual film aslinya ikut memudar. Adegan lagu "You're Welcome", misalnya, tidak lagi tampil seimajinatif versi animasi yang penuh warna dan ekspresi. Thomas Kail memilih pendekatan yang lebih realistis sehingga beberapa momen terasa lebih membumi, tetapi kehilangan kebebasan visual yang menjadi kekuatan animasi.

Hal serupa juga terlihat pada sejumlah adegan lain. Pulau Te Fiti memang tampak lebih nyata, tetapi tidak lagi memiliki warna-warna cerah yang menjadi ciri khas film animasinya. Adegan Kakamora maupun penampilan Tamatoa masih menghibur, namun belum mampu melampaui daya tarik versi orisinal.

Meski demikian, Disney tetap mempertahankan elemen-elemen penting yang membuat Moana begitu dicintai. Karakter Moana masih digambarkan sebagai sosok pemberani dan pantang menyerah, sementara Maui tetap tampil arogan sekaligus karismatik. Twist mengenai identitas Te Ka pun tidak mengalami perubahan sehingga inti cerita tetap terjaga.

Kualitas produksi menjadi salah satu keunggulan film ini. Desa Motunui dibangun dengan detail yang meyakinkan, begitu pula desain kapal Moana dan armada Kakamora. Walaupun beberapa adegan efek visual masih terlihat menggunakan green screen secara cukup jelas, hasil akhirnya tetap mampu menghadirkan dunia Moana dengan skala yang megah.

Penampilan para pemain juga menjadi daya tarik tersendiri. Dwayne Johnson kembali memerankan Maui dan masih berhasil menghadirkan karisma yang sama seperti versi animasi. Chemistry-nya bersama Catherine Laga'aia sebagai Moana terasa natural dan menghibur.

Di sisi lain, Catherine Laga'aia tampil solid sebagai Moana. Ia mampu menyampaikan sisi emosional karakter sekaligus membawakan lagu-lagu ikonik dengan baik. Namun, bagi penggemar film animasinya, penampilan Auli'i Cravalho sebagai pengisi suara Moana tetap sulit tergantikan.

Sektor musik kembali menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Lagu-lagu populer dari film pertama hadir kembali dan tetap menjadi sajian yang menghibur. Sebagai pelengkap, Disney juga menambahkan sebuah lagu baru pada bagian akhir yang dibawakan bersama Dwayne Johnson, Catherine Laga'aia, dan Auli'i Cravalho sebagai bentuk penghormatan terhadap film animasi yang menjadi asal-usulnya.

Secara keseluruhan, Moana versi live-action tetap menjadi tontonan yang layak dinikmati. Ceritanya masih kuat, kualitas produksinya impresif, dan para pemain mampu menghidupkan karakter dengan baik. Namun, keajaiban visual dan kebebasan imajinasi yang dimiliki film animasi 2016 masih menjadi standar yang sulit dilampaui.

Bagi penonton yang baru mengenal kisah Moana, film ini menawarkan petualangan yang menghibur. Sementara bagi penggemar lama, remake ini lebih terasa sebagai penghormatan terhadap karya orisinal daripada sebuah versi yang berhasil.

(Wy/Red)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online