NEW YORK -- Dewan Keamanan PBB telah menuntaskan dialog informal dengan tiga kandidat calon sekretaris jenderal berikutnya, sementara satu kandidat lain masih akan didengar pada akhir bulan ini.
Baca juga: Trump Akhiri Gencatan Senjata Iran, Selat Hormuz Kembali Jadi Titik Panas dan Harga Minyak Dunia Terancam Naik LagiPresiden Dewan Keamanan untuk Juli, Zenon Ngay Mukongo dari Republik Demokratik Kongo, mengatakan rangkaian pertemuan itu menjadi tahap penting sebelum dewan menyusun rekomendasi resmi kepada Majelis Umum.
Baca juga: Erling Haaland ke Real Madrid Masih Sekadar Rumor BesarPada 7 Juli 2026, dewan mendengar mantan Presiden Senegal Macky Sall dan Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional Rafael Grossi, lalu pada 9 Juli 2026 giliran mantan Menteri Luar Negeri Guyana Carolyn Rodrigues-Birkett.
Baca juga: Manchester City Pecahkan Rekor Transfer Elliot AndersonMukongo menyebut Sall diajukan oleh Burundi, Grossi oleh Argentina, dan Rodrigues-Birkett oleh Guyana, sesuai mekanisme pengajuan kandidat yang berlaku dalam proses pemilihan pimpinan tertinggi PBB.
Baca juga: Air Mata dan Kartu Kuning: Penutup Pahit Karier Neymar di Piala Dunia 2026“Anggota Dewan Keamanan menggelar dialog informal pada 7 Juli 2026 dengan Mr. Macky Sall sebagai kandidat yang diajukan Republik Burundi untuk jabatan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Mukongo.Ia mengatakan setiap kandidat memaparkan pandangan mereka tentang tantangan dan peluang yang dihadapi PBB, lalu menjawab pertanyaan anggota dewan dalam sesi interaktif yang berlangsung setelah pemaparan awal.“Dalam dialog dengan masing-masing dari mereka, kandidat memaparkan pandangannya mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujar Mukongo.Menurut Mukongo, pertanyaan anggota dewan sangat beragam dan mencakup isu-isu besar yang membebani organisasi dunia itu, mulai dari konflik, efektivitas lembaga, sampai arah kepemimpinan PBB dalam beberapa tahun ke depan.Ia tidak memerinci isi dialog, tetapi menegaskan bahwa para kandidat telah menjelaskan bagaimana mereka akan menangani persoalan internasional yang rumit bila terpilih nanti.Tahap ini memperlihatkan bahwa Dewan Keamanan tidak sekadar menilai popularitas kandidat, melainkan juga kapasitas mereka membaca krisis global dan menawarkan arah kerja yang bisa diterima negara-negara anggota.Proses seleksi sekretaris jenderal PBB berjalan berdasarkan Pasal 97 Piagam PBB, yang menyebut pengangkatan dilakukan oleh Majelis Umum atas rekomendasi Dewan Keamanan.Mukongo juga merujuk pada surat bersama yang dikeluarkan Presiden Majelis Umum dan Presiden Dewan Keamanan pada 25 November 2025 sebagai pedoman teknis bagi proses pencalonan dan wawancara.Dengan jadwal itu, Dewan Keamanan menargetkan rekomendasi dapat disampaikan tepat waktu agar pejabat terpilih punya cukup ruang untuk menyiapkan transisi sebelum masa jabatan baru dimulai pada 1 Januari 2027.Masih ada satu kandidat yang belum menjalani dialog, yakni Maria Fernanda Espinosa Garces, dan Mukongo mengatakan sesi dengar pendapat itu direncanakan berlangsung pada 27 Juli.Urutan wawancara ini penting karena menjadi ajang awal untuk membaca prioritas masing-masing calon, termasuk gaya kepemimpinan, pandangan soal reformasi PBB, dan pendekatan mereka terhadap konflik global.Dalam praktiknya, dialog informal memberi kesempatan kepada anggota Dewan Keamanan untuk menguji kedalaman jawaban kandidat sebelum proses politik di New York bergerak ke tahap rekomendasi formal.Bagi PBB, seleksi ini akan menentukan arah organisasi pada masa yang ditandai perang, krisis kemanusiaan, dan tekanan terhadap multilateralisme, sehingga figur sekretaris jenderal berikutnya akan memikul beban diplomatik yang besar.(Wy/Red)
Bagikan: