5 Jul, 2026

Prof. Asep Mulyana Apresiasi Kekompakan Adhyaksa 696, Reuni Terbesar Sepanjang Sejarah Angkatan

Indofakta.com, 2026-07-05 18:25:32 WIB

Bagikan:

JAKARTA – Puncak Reuni Akbar Adhyaksa 696 berlangsung meriah dan spektakuler pada Sabtu malam (4/7/2026) di Aula Sasana Adhi Karyya, Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI, Jakarta. Mengusung tema "Seduluran Sak Lawase", reuni 30 tahun pengabdian Angkatan CPNS Kejaksaan Tahun 1996 itu menjadi ajang mempererat persaudaraan sekaligus mengenang perjalanan panjang para alumni.

Baca juga: Kekompakan TNI-Polri di Kecamatan Ibun pada Momentum HUT Bhayangkara ke-80


Acara dihadiri langsung oleh Ketua Angkatan Adhyaksa 696 Prof. Asep N. Mulyana, yang kini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Wakil Jaksa Agung RI sekaligus Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum).

Baca juga: Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara Tidak Mengorbankan BIJB Kertajati


Turut hadir Jaksa Agung Muda Pembinaan Dr. Hendro Dewantoro, Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Prof. Narendra Jatna, Kepala Badan Pemulihan Aset Dr. Kuntadi yang juga merupakan alumni Angkatan 696, Jaksa Agung Muda Pengawasan Prof. Rudi Margono, Jaksa Agung Muda Pidana Militer Mayjen TNI Dr. M. Ali Ridho, sejumlah Kepala Kejaksaan Tinggi, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi, Kepala Kejaksaan Negeri, pejabat eselon II dan III Kejaksaan Agung, serta alumni Adhyaksa 696 yang kini mengabdi di berbagai bidang profesi.

Baca juga: Angkot Pintar Bandung Lulus Uji Setahun, tapi Subsidi Besar Mulai Dipertanyakan


Suasana pembukaan berlangsung semarak melalui penampilan tarian nusantara yang menampilkan budaya Papua, Kalimantan, Minangkabau, Sulawesi, Betawi, hingga Tari Onde-Onde. Penampilan tersebut dibawakan oleh Sanggar Seni Budaya Khatulistiwa bersama Bens CBB 007.
Pada kesempatan itu, panitia juga memberikan penghargaan kepada para pelatih Pelatihan Baris Berbaris (PBB), Pengamat dan Penegak Kedisiplinan (Matgaklin) yang telah membentuk karakter para peserta saat menjalani pendidikan tiga dekade silam.

Baca juga: Reaktivasi Bandara Husein 17 September: Jet Kembali ke Bandung, Apa Dampaknya?


Dalam sambutannya, Ketua Angkatan Adhyaksa 696 Prof. Asep N. Mulyana mengenang proses panjang hingga reuni akbar tersebut akhirnya dapat terlaksana.


Ia mengungkapkan bahwa ide awal penyelenggaraan reuni muncul dari inisiatif Dr. Kuntadi saat mengundang rekan-rekannya berbuka puasa bersama. Dari pertemuan sederhana itu lahirlah komitmen untuk memperingati 30 tahun kebersamaan Angkatan 696.


Prof. Asep mengaku sempat menyimpan keraguan apakah reuni sebesar ini dapat diwujudkan. Namun berkat semangat kebersamaan seluruh alumni dan kerja keras panitia, kekhawatiran tersebut terjawab dengan suksesnya seluruh rangkaian acara.


"Semangat teman-teman luar biasa. Kita semua memiliki tujuan yang sama, menjaga persaudaraan. Tema 'Seduluran Sak Lawase' benar-benar hidup dalam setiap rangkaian kegiatan ini," ujarnya.


Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang berhasil menyelenggarakan reuni secara mandiri tanpa menggunakan dana kas angkatan.


"Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana dengan sangat baik tanpa mengurangi kas Adhyaksa 696 sedikit pun. Ini bukti bahwa gotong royong dan kebersamaan masih menjadi kekuatan utama kita," katanya yang disambut tepuk tangan para alumni.


Prof. Asep turut mengapresiasi rangkaian kegiatan sejak hari pertama, mulai dari malam keakraban di malam gala dinner, kegiatan napak tilas (Diklat TAK), berbagai kegiatan kebersamaan, hingga malam puncak yang dikemas secara profesional.


"Yang paling membanggakan, reuni tahun ini menjadi reuni dengan jumlah peserta terbanyak. Hampir seluruh teman-teman Angkatan 696 hadir. Ini menunjukkan bahwa ikatan persaudaraan kita tetap kuat meski telah 30 tahun berlalu," ungkapnya.


Sebelumnya Ketua Panitia Reuni, Fredy Simanjuntak, dalam laporannya mengungkapkan bahwa gagasan reuni berawal dari obrolan sederhana saat buka puasa bersama pada 3 Maret 2026 di Gedung Badan Pemulihan Aset (BPA).


"Momentum 30 tahun pengabdian menjadi alasan utama kami untuk kembali berkumpul. Reuni ini lahir dari kerinduan akan kebersamaan sebagai keluarga besar Adhyaksa 696," ujarnya.


Fredy mengatakan, meski sebagian alumni telah memasuki masa purnatugas, semangat korps Adhyaksa membuat mereka tetap hadir dan ikut menyukseskan reuni tersebut.


Ia juga mengulas perjalanan reuni Adhyaksa 696 yang dimulai di Ancol pada 2016, kemudian berlanjut di Yogyakarta, Anyer, Bandung, Denpasar, Batu Malang, hingga akhirnya memasuki reuni ketujuh yang digelar di Badiklat Kejaksaan RI pada 3–5 Juli 2026.


Menurutnya, reuni tahun ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan reuni Angkatan 696, dengan kehadiran peserta terbanyak dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, panitia telah merencanakan reuni berikutnya akan digelar di Sumatera Utara.


Kemeriahan malam puncak semakin terasa ketika Paduan Suara Adhyaksa 696 membawakan lagu "696 Tetap Jaya", ciptaan Martha, salah seorang alumni Angkatan 696, dengan aransemen musik dangdut yang mengundang antusiasme seluruh peserta.


Puncak Reuni Akbar Adhyaksa 696 ditutup dengan suasana haru. Seluruh peserta saling bergandengan tangan membentuk formasi melingkar sambil bersalaman, diiringi lagu "Kemesraan" dan "Kapan-Kapan Kita Berjumpa Lagi". Momen tersebut menjadi simbol bahwa persaudaraan Adhyaksa 696 akan terus terjalin erat, sejalan dengan tema reuni tahun ini, "Seduluran Sak Lawase"—bersaudara untuk selamanya. (Muzer)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online