Farhan Cek 4 Masalah Warga Cipadung, dari Rutilahu hingga PSU

Farhan Cek 4 Masalah Warga Cipadung, dari Rutilahu hingga PSU

Kota Bandung — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meninjau persoalan lingkungan dan infrastruktur di Kelurahan Cipadung Kulon dan Cipadung Wetan, Kecamatan Panyileukan, Jumat (6/11/2026).

Ada empat lokasi yang ditinjau, yakni rutilahu di RW 03 Cipadung Kulon, TPS Pangaritan RW 07, titik genangan di Jalan Gempol RW 06 Cipadung Wetan, dan kawasan rawan banjir Kompleks Patra Asri RW 02.

Di Cipadung Kulon, Farhan melihat langsung kondisi rumah tidak layak huni (rutilahu) yang sedang diperbaiki. Ia mengapresiasi pihak-pihak yang telah membantu perbaikan rumah warga agar lebih layak dan nyaman dihuni.

Selanjutnya, Farhan mendatangi TPS Pangaritan RW 07. Ia berdialog dengan pengurus kewilayahan soal pengurangan sampah dari sumbernya.

Menurut Farhan, pemilahan sampah yang sudah berjalan di sejumlah RW harus dipertahankan dan diperkuat, terutama pengolahan sampah organik menjadi kompos.

"Yang paling penting prinsip mulai pengurangan. Pemilahan jalan terus," ujar Farhan.

Ia meminta camat dan lurah memperkuat koordinasi. Sampah organik diharapkan tuntas di wilayah melalui pengomposan, sementara sampah anorganik dikelola melalui sistem pengangkutan yang terkoordinasi.

Peninjauan berlanjut ke Jalan Gempol RW 06, Cipadung Wetan. Saluran drainase di lokasi ini kerap memicu genangan saat hujan.

Hasil peninjauan menunjukkan ada bagian saluran yang harus dibuka dan diperiksa agar aliran air lancar. Farhan juga menyoroti dugaan saluran terputus akibat drainase tertutup atau diurug di sekitar kawasan pergudangan.

Ia meminta perangkat daerah terkait menelusuri kondisi tersebut, termasuk memeriksa bangunan atau lahan yang berpotensi mengganggu jalur drainase, agar perbaikan tidak menimbulkan limpasan ke kawasan lain.

Lokasi terakhir adalah Kompleks Patra Asri RW 02. Farhan bersama perangkat daerah dan jajaran kewilayahan mengecek saluran serta titik pertemuan aliran air yang dikeluhkan warga saat hujan.

Ditemukan saluran penghubung atau crossing yang belum berfungsi optimal, sehingga air dari permukiman tidak mengalir lancar ke saluran berikutnya, terutama saat debit meningkat.

Selain drainase, Farhan juga menyoroti status prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) di perumahan tersebut. Berdasarkan penelusuran site plan, terdapat fasilitas umum dan fasilitas sosial yang perlu dipastikan kembali fungsi serta status penyerahannya kepada Pemerintah Kota Bandung.

Farhan meminta perangkat daerah yang menangani penataan ruang dan perumahan segera memanggil pengembang untuk menuntaskan kewajiban penyerahan PSU.

"Penataan ruang akan dibereskan, akan dipanggil developernya, diminta komitmen untuk perbaikan PSU supaya bisa serah terima PSU kepada kita. Kita bisa melakukan perbaikan," ujarnya.

Menurut Farhan, kejelasan status dan penyerahan PSU menjadi kunci agar pemerintah bisa melakukan penanganan dan perbaikan fasilitas di kawasan perumahan tersebut.(Fadly/jnl)

 



Sumber Berita: Humas Kota Bandung