Prabowo Terima 11 Dubes, Sejumlah Negara Siap Perkuat Kerja Sama dengan Indonesia
Jakarta – Sebelas duta besar negara sahabat menyatakan komitmen memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia. Kerja sama strategis di bidang perdagangan, investasi, pendidikan hingga pembangunan ekonomi menjadi sejumlah sektor yang akan terus dikembangkan.
Komitmen tersebut mengemuka saat Presiden Prabowo Subianto menerima surat kepercayaan dari sebelas Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Designate Resident di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Hervé Delphini, menyebut hubungan Indonesia dan Uni Eropa tengah memasuki momentum penting. Rencana penandatanganan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) diharapkan membuka peluang lebih luas bagi penguatan hubungan ekonomi kedua pihak.
Ia menilai kemitraan Indonesia dan Uni Eropa semakin penting di tengah ketidakpastian geopolitik dan gejolak ekonomi global.
Pandangan serupa disampaikan Duta Besar Austria, Alexander Rieger. Menurutnya, implementasi IEU-CEPA berpotensi mendorong kerja sama bisnis, mempererat hubungan kebudayaan, serta meningkatkan interaksi masyarakat kedua negara.
Sementara itu, Duta Besar Swiss, Konstantin Obolensky, menyoroti hubungan bilateral Indonesia-Swiss yang telah berlangsung selama 75 tahun. Kedua negara berkomitmen melanjutkan kerja sama dalam perdagangan, investasi, pembangunan ekonomi, dan penguatan ketahanan Indonesia.
Dari kawasan Asia Timur, Duta Besar Jepang, Ueno Atsushi, menegaskan keinginan negaranya untuk terus memperkuat kemitraan strategis komprehensif dengan Indonesia. Hubungan diplomatik kedua negara telah terjalin sejak 1958.
Adapun Duta Besar Malaysia, Dato’ Muzafar Shah Mustafa, menekankan pentingnya menjaga hubungan erat kedua negara yang memiliki kedekatan sejarah, geografis, sosial, dan budaya.
Ia berharap persahabatan Indonesia-Malaysia yang telah dibangun para pemimpin kedua negara dapat terus berkembang melalui kerja sama di berbagai bidang.
Komitmen para perwakilan negara sahabat tersebut menunjukkan besarnya peluang penguatan posisi Indonesia dalam hubungan internasional. Kerja sama yang semakin erat diharapkan tidak hanya memperluas hubungan diplomatik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi perdagangan, investasi, dan kesejahteraan masyarakat.(red)
Sumber Berita: BPMI Setpres