30 Oct, 2026

Pemkot Bandung Buka Jalan Kerja ke Jepang Lewat SMK Go Global

Indofakta.com, 2026-10-30 05:27:50 WIB

Bagikan:

Kota Bandung -- Pemkot Bandung mendorong warganya siap bersaing di pasar kerja global, termasuk Jepang, lewat Program SMK Go Global.

Baca juga: Apresiasi Atas Pengabdian Dan Kontribusi Bagi Bangsa, Pangdam III/Slw Terima Anugrah KNPI Award 2026

Hal itu dibahas dalam Sonata Talkshow Radio Sonata, Kamis (29/10/2026) bersama Kepala UPT BLK Disnaker Kota Bandung Erwin Robiyansyah dan Pimpinan PT OHM Rizal Ansory.

Baca juga: Wali Kota Bandung: Jangan Cuma Flexing di Medsos, Pemuda Harus Turun ke Warga

Kepala BLK Disnaker Kota Bandung Erwin Robiyansyah mengatakan, sepanjang 2026 Disnaker menggelar 25 paket pelatihan berbasis kompetensi, mulai dari barista, data analis, perhotelan, digital marketing, konten kreator, hingga bahasa Jepang.

Baca juga: Wali Kota Bandung Farhan: Program Bagus Jangan Diputus, Harus Berlanjut

"Pada tahun ini, kami melaksanakan 25 paket pelatihan. Ada pelatihan barista, data analis, perhotelan, konten kreator, digital marketing dan juga bahasa Jepang untuk mempersiapkan warga Kota Bandung yang ingin magang maupun bekerja di Jepang," ujar Erwin.

Pelatihan bahasa Jepang sendiri sudah diikuti 130 peserta lewat kerja sama dengan LPK swasta.

Baca juga: Sumpah Pemuda ke-98, Wagub Jabar Dorong Pemuda Patriotik, Gigih dan Berempati

Erwin menegaskan program ini tidak hanya untuk lulusan SMK, tapi juga lulusan SMA dan perguruan tinggi bisa ikut, sesuai persyaratan pekerjaan.

Sementara itu, Pimpinan PT OHM Rizal Ansory menyebut perusahaannya sejak 2015 fokus pelatihan bahasa Jepang dan penempatan kerja ke luar negeri sebagai LPK, Sending Organization (SO) dan P3MI dengan fokus Jepang dan Turki.

"Untuk tahun ini, kami mendapat amanah dari Disnaker Kota Bandung untuk mempersiapkan 26 warga Kota Bandung yang ditargetkan berangkat bekerja ke Jepang," ujar Rizal.

Peluang kerja di Jepang dibuka lewat jalur magang dan Specified Skilled Worker (SSW) / Tokutei Ginou. Setiap jalur punya syarat dan kontrak berbeda.

Rizal menyebut kebutuhan tenaga kerja Jepang tinggi karena populasi lansia meningkat dan angka kelahiran rendah, membuka peluang di sektor perawatan lansia dan lainnya.

Syaratnya, calon pekerja harus punya kemampuan bahasa minimal setara JLPT N4. Pelatihan bahasa butuh beberapa bulan plus latihan percakapan dan wawancara sebelum berangkat.(Asep/fadly)

Sumber:Humas Kota Bandung

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online