16 Jul, 2026

Pemprov Jabar Sampaikan Pesan Untuk Siswa DI MPLS

Indofakta.com, 2026-07-15 11:38:18 WIB

Bagikan:

Indramayu -:Pekan ini para siswa baru lulusan SMP sudah mulai memasuki belajar di tahun ajaran baru 2026. Para lulusan SMP tersebut, untuk para lulusan yang ada di Jabar sudah tersebar mengikuti sekolah di jenjang SMA dam SMK. Para lulusan itu ada yang belajar di sekolah Negeri dan juga di sekolah swasta

Baca juga: Legislatif Jabar Dukung Sekolah Maung

Para siswa ya saat ini melanjutkan pendidikan di SMA/SMK, pekan ini mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS).

Baca juga: Ijazah yang Tak Kunjung Lulus dari Politik

Kegiatan MPLS tersebut, mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jabar. Hal ini , nampak dari hadirnya beberapa pimpinan OPD yang hadir dalam MPLS.

Baca juga: Pergeseran Besar Evolusi Manusia, Budaya Kini Diduga Lebih Dominan Daripada Genetika

Di SMAN 1 Maung, Sindang Kabupaten Indramayu, kegiatan MPLS dihadiri Kadispora Jabar, Dr. Heri Antasari,  M. Dev . Plg,  menyampaikan sambutan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

Baca juga: SPMB Tahap 1 Ditutup, Ratusan Ribu Calon Murid Baru Bersiap Daftar Ulang


Gubernur dalam sambutan tertulisnya menyampaikan pesan MPLS bukan hanya tahap awal tahun pertama siswa belajar di  sekolah baru. Namun, MPLS merupakan tahap awal bagi siswa untuk mengikuti tahapan proses belajar, terutama berkenaan tahapan pembinaan karakter.

MPLS, merupakan momentum untuk membangun karakter bagi para siswa, yang meliputi disiplin dan tanggung jawab. Untuk di lingkungan sekolah di Jabar pendidikan karakter ini  dalam implementasi pendidikan dikemas dalam program pendidikan  Gapura Pancawaluya.

Pendidikan Gapura Pancawaluya,  kini merupakan salah satu program unggulan di Jabar.  Melalui program pendidikan Pancawaluya ini, ujar Gubernur dapat terbangun siswa yang mempunyai keunggulan *karakter* secara paripurna.

Sementara itu, *pada kesempatan terpisah*, Hery Antasari dalam arahannya pada siswa mengatakan siswa *SMA kategorinya pemuda*  dan termasuk dalam kelompok 
Gen Z, yang saat ini dihadapkan dengan berbagai tantangan.

Salah satu tantangan yang dihadapi era digital: teknologi informasi dan sosial media. Kehadiran sarana itu,  informasi datang kapan saja dan bisa  dari  mana saja.

Kondisi ini, membuat karakter Gen Z  berbeda dan lebih mempunyai banyak informasi, sehingga Gen Z banyak yang kritis dalam merespon informasi. *Mereka membentuk tacit knowledge nya lebih bervariasi dan banyak hal kurang baik dr informasi global yg perlu disaring dan seimbangkan.*

Ada dampak-dampak negatif yang ditimbulkannya, yaitu Gen Z mudah  terpengaruh segala jenis informasi tanpa saringan.

Kondisi ini, jika dibiarkan akan terbentuk karakter yg riskan dari  sisi pembangunan karakter.

Hal yang diperlukan untuk mengantisipasi dampak negatif tersebut perlu dibangun  konsep pembentukan pendidikan karakter bagi  siswa  sekolah  melalui pendidikan Gapura pancawaluya.

Pendidikan Gapura Pancawaluya itu mengusung semangat pendidikan kearifan lokal  Jabar yaitu "cageur bageur bener pinter singer", tutup Heri.(Nr)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online