JAKARTA -- Bagi sebagian orang, memesan kopi hangat begitu duduk di kursi pesawat sudah jadi kebiasaan yang menenangkan sebelum penerbangan panjang dimulai. Namun, kebiasaan sederhana ini ternyata menyimpan cerita yang jarang diketahui banyak penumpang.
Baca juga: Pangdam III/Slw Beri Pengarahan kepada 2.211 Personel Satuan TP Tahap IV di Dodik Secata Rindam III/SiliwangiPada Jumat, 10 Juli 2026, Isu ini kembali ramai dibicarakan setelah seorang mantan pramugari yang cukup dikenal di TikTok, Kat Kamalani, membagikan pengalamannya selama bertahun-tahun bekerja di udara. Ia menyarankan penumpang berpikir dua kali sebelum memesan minuman yang menggunakan air panas dari mesin pesawat, termasuk kopi dan teh.
Baca juga: Pangdam III/Siliwangi Berikan Pengarahan kepada 2.211 Personel Satuan TP Tahap IV di Dodik Secata Rindam III/SiliwangiMenurut Kamalani, tangki air yang menjadi sumber air panas di pesawat jarang dibersihkan secara rutin dan biasanya baru diperiksa apabila terjadi kerusakan. Ia bahkan mengaku, mayoritas awak kabin sendiri lebih memilih minuman kemasan kaleng atau botol dibanding memesan kopi maupun teh dari mesin pesawat.
Baca juga: Prof. Asep Mulyana Apresiasi Kekompakan Adhyaksa 696, Reuni Terbesar Sepanjang Sejarah AngkatanKlaim ini rupanya sejalan dengan kajian yang lebih formal. Center for Food as Medicine and Longevity, lembaga nirlaba yang fokus pada isu pangan dan kesehatan, merilis studi terbaru awal tahun 2026 yang mengevaluasi kualitas air minum di puluhan maskapai penerbangan Amerika Serikat.
Baca juga: Pemprov Jabar Kaji Strategi Peningkatan APK Perguruan TinggiStudi ini menganalisis data selama tiga tahun, dari Oktober 2022 hingga September 2025, dengan memberi skor keamanan air pada skala 0 sampai 5 untuk 10 maskapai besar dan 11 maskapai regional. Skor di atas 3,50 dianggap masuk kategori aman.Charles Platkin, direktur lembaga tersebut, mengungkapkan Delta Air Lines dan Frontier Airlines meraih skor tertinggi, masing-masing 5,00 dan 4,80, disusul Alaska Airlines di posisi ketiga. Sebaliknya, American Airlines tercatat sebagai maskapai besar dengan skor terendah, yakni 1,75.Untuk kategori maskapai regional, hanya GoJet Airlines yang berhasil melewati ambang batas aman dengan skor 3,85. Platkin menyarankan penumpang hanya minum air dalam kemasan botol tertutup selama penerbangan, serta menghindari kopi maupun teh yang dibuat dari air tangki pesawat.Selain soal kebersihan, ada pula alasan kesehatan lain yang membuat kopi sebaiknya tidak jadi andalan minuman selama terbang, yaitu risiko dehidrasi. Tubuh memang lebih rentan kehilangan cairan saat berada di dalam kabin pesawat.Kondisi kabin yang bertekanan rendah serta udara yang sangat kering disebut mempercepat penguapan cairan tubuh, apalagi pada penerbangan jarak jauh. Kyle Staller, dokter spesialis pencernaan dari Harvard Medical School, menyebut kafein dan alkohol sebagai dua jenis minuman yang bersifat diuretik, yang berarti memicu tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan lewat urine.Ditambah lagi, penumpang cenderung hanya minum dari gelas-gelas kecil yang dibagikan awak kabin, sehingga asupan cairan selama penerbangan sering kali tidak mencukupi kebutuhan tubuh.Meski begitu, bukan berarti kopi sama sekali harus dihindari selama di pesawat. Cairan dalam kopi maupun teh tetap ikut menyumbang asupan air bagi tubuh, sehingga efek diuretiknya tidak selalu lebih besar dibanding manfaat hidrasi dari minuman itu sendiri.Hanya saja, karena tubuh sudah dalam kondisi rawan dehidrasi selama penerbangan, kopi sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya sumber cairan. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan penumpang agar tetap nyaman selama di udara.Pertama, pilih kopi maupun teh dalam kemasan botol atau kaleng jika ragu dengan kualitas air di pesawat. Kedua, perbanyak minum air putih di sela-sela penerbangan agar tubuh tidak kekurangan cairan.Ketiga, hindari mencuci tangan dengan air keran di toilet pesawat, dan gunakan hand sanitizer berbasis alkohol sebagai gantinya. Dengan sedikit kehati-hatian ini, penumpang tetap bisa menikmati waktu di pesawat tanpa perlu khawatir soal kebersihan air maupun risiko dehidrasi selama perjalanan.(Wy/Red)
Bagikan: