AS -- Minions & Monsters memang memimpin box office Amerika Utara pada akhir pekan libur 4 Juli 2026, tetapi laju awalnya justru memperlihatkan tanda tanya besar bagi waralaba besar ini.
Baca juga: Wali Kota Wesly Terima Audiensi Pengurus GKPI Jemaat Bukit Sion MartobaPada Rabu, 1 Juli 2026, film produksi Universal dan Illumination itu meraih sekitar US$61 juta hingga US$62 juta dalam lima hari pembukaannya di Amerika Utara, angka terendah sepanjang sejarah seri Despicable Me dan Minions. Pendapatan akhir pekan domestik hanya sekitar US$36 juta, jauh di bawah target awal yang sempat dipatok di kisaran US$80 juta.
Baca juga: DPRD Sumut Kunker ke Samosir, Wabup Dorong Sinergi Percepat Infrastruktur, Pariwisata, Pertanian, Kesehatan dan Kesejahteraan MasyarakatDi luar Amerika Utara, gambarnya berbeda. Minions & Monsters justru tampil lebih kuat di pasar internasional dengan pemasukan sekitar US$98,4 juta hingga US$98,6 juta dari 72 wilayah, sehingga total pendapatan globalnya menembus sekitar US$160 juta pada pekan pertama.
Baca juga: Aksi Jemput Bola, Bupati Simalungun Hadirkan Pelayanan Publik Terpadu di Nagori Totap MajawaLatar yang sama kembali muncul dalam waralaba ini: nama besar, basis penggemar luas, tetapi ekspektasi pasar yang terus meningkat. Sejak Despicable Me pertama dirilis pada 2010, Illumination dan Universal telah menjaga Minions tetap hidup lewat deretan sekuel, spin-off, dan pemasaran karakter yang sangat agresif.
Baca juga: Bupati Simalungun Tegaskan: Penanganan Longsor di Nagori Marubun Lokkung Akan Dituntaskan Sampai SelesaiMinions & Monsters datang dengan pendekatan yang sedikit berbeda. Ceritanya membawa para Minions ke Hollywood era 1920-an, lalu menguji kelucuan mereka di tengah peralihan dari film bisu ke film bersuara.- Pembukaan lima hari di Amerika Utara berada di kisaran US$61 juta sampai US$62 juta.
- Pendapatan akhir pekan domestik hanya sekitar US$36 juta.
- Target awal US$80 juta tidak tercapai.
- Pencapaian ini menjadi pembukaan terendah dalam sejarah franchise Despicable Me dan Minions.
- Pasar internasional menyumbang sekitar US$98,4 juta sampai US$98,6 juta.
- Total box office dunia pekan pertama berada di kisaran US$160 juta.
- Skor ulasan awal tinggi, sekitar 91 persen di Rotten Tomatoes, dengan nilai A- dari CinemaScore.Angka domestik itu penting bukan semata karena kecil, melainkan karena datang dari waralaba yang biasanya kuat di Amerika Utara. Sebelumnya, Minions: The Rise of Gru membukukan sekitar US$123 juta dalam periode lima hari, sedangkan Despicable Me 4 mencatat sekitar US$122 juta, dua-duanya hampir dua kali lipat dari hasil Minions & Monsters.Perbedaan itu membuat pembacaan pasar menjadi lebih tajam. Jika film keluarga biasanya bertumpu pada pembukaan besar di pekan pertama, maka Minions & Monsters justru menunjukkan ketahanan yang lebih bergantung pada pasar luar negeri dan daya jual karakter di luar layar lebar.Sejumlah faktor diduga menekan performa domestik. Libur 4 Juli yang jatuh pada akhir pekan membuat banyak keluarga memilih pesta, perjalanan, atau acara luar ruangan ketimbang bioskop.Persaingan juga tidak ringan. Toy Story 5 masih bertahan kuat pada pekan ketiganya, sehingga perhatian penonton keluarga terbagi di antara dua film animasi raksasa yang sama-sama menyasar pasar utama yang serupa.Ada pula isu yang lebih dalam, yaitu kelelahan terhadap waralaba. Setelah 16 tahun dan tujuh film, sebagian penonton tampak tidak lagi memberi antusiasme sebesar dulu kepada Minions, meski merek ini masih sangat dikenal.Dari sisi produksi, biaya film ini dilaporkan sekitar US$85 juta. Dengan modal sebesar itu, performa global yang sudah mendekati US$160 juta membuat peluang untung tetap terbuka, apalagi waralaba Minions dikenal kuat di lisensi dan penjualan merchandise.Seorang analis pasar film menilai pembukaan ini memang melambat, tetapi belum bisa disebut bencana karena pergerakan internasional masih mengangkat total pendapatan. Pembacaan semacam ini penting, sebab box office hari pertama tidak selalu menentukan nasib jangka panjang sebuah film keluarga.Dari sisi distribusi, seorang eksekutif yang memantau musim panas film menyebut momentum libur panjang sering kali paradoks. Saat orang punya waktu luang, mereka belum tentu memilih bioskop, terutama jika agenda sosial dan kegiatan keluarga sudah lebih dulu menyedot perhatian.Di Indonesia, sambutan terhadap film ini justru lebih semarak. Data Cinepoint mencatat Minions & Monsters telah mengumpulkan 498.332 penonton hingga 6 Juli 2026, menandakan karakter kuning ini masih punya daya tarik kuat di pasar lokal.Seorang penonton di Jakarta mengaku film ini tetap menghibur karena ritme humor dan visualnya terasa segar. Ia menilai perubahan latar cerita membuat film tidak terasa sekadar mengulang formula lama, meski tetap tidak sepenuhnya lepas dari bayang-bayang seri sebelumnya.Dari sudut pandang industri, hasil ini mengirim pesan penting. Waralaba besar tidak lagi cukup mengandalkan nama populer, karena penonton kini menuntut pembaruan cerita, kejutan visual, dan alasan emosional untuk kembali ke bioskop.Secara ekonomi, ketimpangan antara pasar domestik dan internasional memperlihatkan bagaimana film animasi global semakin bergantung pada penjualan lintas wilayah. Ketika pasar Amerika Utara melemah, dukungan luar negeri bisa menjadi penyangga utama bagi studio.Secara sosial, fenomena kejenuhan waralaba juga menunjukkan perubahan perilaku penonton keluarga. Mereka masih akrab dengan karakter yang sama, tetapi tidak selalu merasa perlu menonton setiap judul baru pada minggu pertama.Secara kebijakan distribusi, jadwal rilis di hari libur besar perlu dibaca lebih hati-hati. Jika studio ingin hasil pembukaan lebih besar, mereka harus mempertimbangkan benturan dengan tradisi liburan, kompetitor besar, dan pola belanja hiburan keluarga.Pihak studio tentu tidak sepenuhnya pesimistis. Skor ulasan yang tinggi dan respons penonton yang positif memberi ruang bagi Minions & Monsters untuk bertahan lebih lama di bioskop, terutama jika promosi dari mulut ke mulut terus bergerak.Ada pula catatan penting yang harus dilihat dengan jernih. Pendekatan cerita yang lebih historis dan bernuansa Hollywood lama mungkin justru membuat film ini tidak langsung meledak di pasar domestik, tetapi membuka peluang umur tayang yang lebih panjang.Minions & Monsters akhirnya memperlihatkan dua wajah sekaligus. Di Amerika Utara, ia datang dengan langkah yang lebih pelan dari yang diharapkan, tetapi di pasar internasional, film ini masih cukup kuat untuk menjaga mesin bisnis tetap berputar.Bagi waralaba sebesar Minions, angka pembukaan yang lebih kecil bukan akhir cerita. Yang lebih menentukan sekarang adalah apakah pasar global, ulasan positif, dan kekuatan merek masih cukup untuk mengubah start yang lesu menjadi hasil yang tetap menguntungkan.(Wy/Red)
Bagikan: