Kota Bandung -- Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung Aswan Asep Wawan, S.E. menegaskan data akurat menjadi kunci agar bantuan sosial tepat sasaran.
Baca juga: Legislatif Jabar Apresiasi Komoditas Perkebunan Tembus Pasar GlobalHal itu disampaikan saat bincang radio PRFM program OPSI Obrolan Plus Solusi, Senin (2/11/2026).
Baca juga: Fraksi Gerindra DPRD Jabar: APBD 2027 Harus Berdampak Nyata, Bukan Sekadar Serapan"Evaluasi dan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) penting untuk meminimalkan kesalahan pendataan, baik yang seharusnya menerima tapi tidak terdata maupun yang tercatat padahal tidak lagi memenuhi kriteria," ujar Aswan.Melalui podcast DPRD Kota Bandung, ia membahas tantangan akurasi data desil, upaya perbaikan data, serta pentingnya kolaborasi semua pihak.
Baca juga: Komisi V DPRD Jabar: Debit Air Venue Ski Air PORPROV XV 2026 Tidak MemadaiMenurut Aswan, data akurat bukan sekadar angka tapi menyangkut hak masyarakat mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan.
Baca juga: Program Gentengisasi Di Jabar Harus Jadi PercontohanKarena itu perlu pemutakhiran berkala, verifikasi lapangan, serta penguatan koordinasi pemerintah pusat, pemda, kelurahan, hingga RT/RW. Masyarakat juga perlu akses mudah melapor ketidaksesuaian data melalui mekanisme resmi.Transparansi dan pengawasan pendataan harus diperkuat agar perubahan status desil berdasarkan kondisi sosial ekonomi, bukan data administratif."Penanganan kemiskinan tidak cukup hanya bansos. Perlu pemberdayaan ekonomi, peningkatan keterampilan, dan perluasan akses lapangan kerja agar masyarakat mandiri," kata Aswan."Data harus terus diperbaiki, penyaluran bantuan harus diawasi, dan kebijakan harus berpihak kepada yang benar-benar membutuhkan," ujarnya.(Ychs)
Sumber:Humas DPRD Kota Bandung
Bagikan: