2 Nov, 2026

Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun, Kadin: Kepercayaan Pengusaha Menguat di Era Prabowo

Indofakta.com, 2026-11-01 17:07:48 WIB

Bagikan:

Bogor -- Investasi dalam negeri (PMDN) hampir Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Capaian ini dinilai Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sebagai sinyal menguatnya kepercayaan pengusaha nasional.

Baca juga: DPRD Kota Bandung: IKA Unpad Mitra Strategis Atasi Tantangan Kota

Hal itu disampaikan Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie dalam Taklimat Presiden kepada peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) dan Rapimnas Kadin di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Bogor, Sabtu (31/10/2026).

Baca juga: Halo JPN Hadir di CFD Dago Bandung, Warga Bisa Konsultasi Hukum Gratis

"Kalau dilihat PMDN itu juga melibatkan teman-teman di kelas menengah. Nah ini kami lihat bisa membuat daya tahan kita justru semakin kuat," ujar Anindya.

Anindya menyebut kontribusi investasi domestik lebih dari separuh total investasi nasional. Ini menunjukkan peran strategis pengusaha nasional, termasuk kelas menengah, dalam memperkuat ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Baca juga: Binance Dibobol Rp114 Triliun dalam 20 Menit, Jejak Peretas Mengarah ke Korea Utara

Kadin juga berkomitmen mendorong industri masa depan seperti kendaraan listrik (EV), energi terbarukan, dan pusat data (data center) yang potensi komponen lokalnya besar.

Baca juga: Harga Emas Anjlok 30 Persen dari Rekor, Saatnya Borong atau Justru Tahan Diri?

"Ekonomi kerakyatan sudah berjalan di dunia usaha. Kami menyadari 4.000 triliun dari 25.000 triliun PDB adalah APBN. Sehingga sisanya atau sekitar 85 persen adalah uang yang dunia usaha bisa berkontribusi," ungkap Anindya.

Anindya menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap resilient dan jadi bright spot dunia, seperti yang pernah disampaikan IMF.

"Indonesia continues to be the bright spot. Di dalam lima guncangan ekonomi selama 25 tahun, Indonesia dari waktu ke waktu justru lebih kuat," katanya.

Optimisme ini, kata Kadin, memperlihatkan kesiapan dunia usaha menjadi penggerak utama pembangunan nasional dan mewujudkan ekonomi kerakyatan.(red)

Sumber:BPMI Setpres

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online