25 Oct, 2026

Kader Partai Gerindra Jabar Buky Wibawa Tegaskan KDM Masih Kader Partai Gerindra

Indofakta.com, 2026-08-28 08:27:16 WIB

Bagikan:

Bandung -- Kabar mengenai Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang  ( KDM) disebut-stebut akan berpindah partai dari Gerindra ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Baca juga: Sapa Warga di Cijayanti, Prasetyawati Ajak Ibu-Ibu PKK Bangun Keluarga Sejahtera dengan Semangat Rancage

Menanggapi isu tersebut, Wakil Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, Buky Wibawa, menyebut informasi itu masih sebatas dugaan dan belum memiliki dasar yang jelas. Buky mengatakan dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Dedi Mulyadi untuk memastikan kebenaran kabar tersebut.

Baca juga: Pandangan Umum Fraksi PKB bagi Empat Raperda Baru Usulan Wali Kota Bandung

Menurut Buky, dalam komunikasi tersebut Dedi Mulyadi justru mengaku heran dengan isu yang beredar. Dedi juga menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah terpikir untuk berpindah ke PSI.

Buky menegaskan bahwa hingga saat ini Dedi Mulyadi masih tercatat sebagai kader Partai Gerindra. Selain itu, Dedi juga masih menjalankan posisinya sebagai Dewan Pembina DPP Partai Gerindra.

Baca juga: Kabupaten Garut Bagian Selatan Harus Jadi Perhatian

“Jadi, sampai saat ini tidak ada informasi mengenai perpindahan Dedi Mulyadi ke PSI. Beliau masih kader Gerindra dan masih menjadi bagian dari struktur Partai Gerindra,” kata Buky.

Baca juga: HSN Tahun 2026 Momentum Perluas Peran Santri Dalam Pembangunan

Dengan demikian, kabar mengenai Dedi Mulyadi yang disebut akan meninggalkan Gerindra dan bergabung dengan PSI dinyatakan tidak benar berdasarkan klarifikasi yang diperoleh Buky pada pekan ini.

Buky juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial, khususnya informasi yang berkaitan dengan isu politik. Menurutnya, setiap informasi sebaiknya terlebih dahulu dikonfirmasi kepada pihak yang bersangkutan atau melalui sumber resmi sebelum dipercaya dan disebarluaskan.

“Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, masyarakat perlu lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum terkonfirmasi. Terlebih jika menyangkut persoalan politik,” kata Buky.(Adv)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online