Kabupaten Indramayu -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya Tahun 2026, pada 21 Juli 2026. Penutupan tersebut, berlaku di seluruh sekolah yang ada di Jabar.
Kegiatan penutupan diisi dengan aksi Ekologi.
Baca juga: Jawa Barat Perkuat Sistem Perlindungan Murid, POKJA BSAN Cirebon-Sumedang Jadi Model Kolaborasi DaerahKegiatan tersebut, juga berlangsung di SMAN 1, Sindang Kabupaten Indramayu.
Baca juga: Pesta Pelindung Santo Dominikus Cimahi: Saat Belajar Dimaknai sebagai SalibKegiatan tersebut, yang dipusatkan di TMP Kabupaten Indramayu diisi dengan berbagai aksi mulai dari pembersihan sampah dan aksi penanaman pohon.Kadispora Jabar, Dr. Heri Antasari, mewakili Pemprov Jabar berkemas dengan kegiatan penutupan MPLS tahun 2026 mengatakan melalui aksi ekologi, pada diri siswa mempunyai kesadaran untuk menjaga lingkungan mulai dari lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah.
Baca juga: Purna Tugas, Jonson Gultom Tinggalkan Jejak Prestasi Pendidikan Samosir hingga Tingkat NasionalAksi ekologi, dengan target sasaran terwujudnya karakter Pendidikan Pancawaluya yaitu karakter yang mempunyai wawasan, pemahaman dan kesadaran kebangsaan.
Baca juga: Kiamat Zaman Purba Terulang di 2026? Ilmuwan Stanford: Dunia di Ambang Kepunahan Massal" Salah satunya menjaga lingkungan dari gangguan yang ditimbulkannya, salah satunya kerusakan lingkungan akibat pengelolaan yang tidak tepat seperti sampah yang tidak dikelola dengan benar" kata Heri.Heri, dalam bagian lain keterangannya mengatakan aksi ekologi pada kegiatan penutupan MPLS tahun 2026
juga merupakan latihan untuk membangun kepemimpinan, kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.Karakter dan perilaku tersebut, dalam filosofi Bahasa Sunda terangkum dalam karakter Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer, ujar Heri.(Adv)
Bagikan: