KYIV -- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa peralatan komunikasi relay yang disebut digunakan Rusia untuk mendukung serangan drone dari wilayah Belarus kini sudah tidak beroperasi. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Ukraina sebelumnya memberikan ultimatum kepada pemerintah Belarus terkait keberadaan perangkat tersebut.
Baca juga: Jerman Tersingkir, Ecuador Menang 2-1 Berkat Gol Penentu Gonzalo PlataZelensky menyampaikan keterangan itu pada Selasa (24/6/2026). Menurutnya, peralatan relay dipasang di menara-menara komunikasi di sepanjang perbatasan Belarus dengan Ukraina dan digunakan untuk membantu mengarahkan drone Shahed dalam serangan ke wilayah utara Ukraina.
Baca juga: Ketika perang melawan korupsi menembus lingkaran elite China dan Brasil"Faktanya, mulai hari ini peralatannya sudah tidak beroperasi," kata Zelensky.Sebelumnya, sekitar lima hari sebelum pernyataan tersebut, Zelensky memberikan ultimatum kepada pemimpin Belarus Alexander Lukashenko. Pada 19 Juni 2026, ia memberi waktu satu minggu agar stasiun relay yang berada di wilayah Gomel dan Brest, yang berbatasan dengan Ukraina, dimatikan atau dibongkar.
Baca juga: Prediksi Skor Ecuador vs Jerman: La Tri Terdesak, Die Mannschaft Tetap Memburu KemenanganDalam pernyataannya saat itu, Zelensky menegaskan bahwa apabila langkah tersebut tidak dilakukan, Ukraina akan mengambil tindakan sendiri terhadap fasilitas yang dimaksud.
Baca juga: Prediksi Skor Bosnia-Herzegovina vs Qatar, Duel Hidup Mati Grup B Piala Dunia 2026: Analisis Mendalam dan Data TerkiniMenurut Zelensky, Belarus selama ini menyatakan tidak menginginkan perang. Namun, ia menilai keberadaan peralatan tersebut tetap memberikan dukungan terhadap serangan drone Rusia.Berdasarkan penjelasannya, stasiun relay itu telah dinonaktifkan sejak 22 Juni 2026. Sejak saat itu, selama tiga hari terakhir serangan drone Rusia disebut tidak lagi melintasi jalur perbatasan Belarus dan menggunakan rute lain.Peralatan yang dimaksud terdiri atas stasiun relay yang dipasang di menara komunikasi. Fasilitas tersebut disebut berfungsi membantu koordinasi serangan drone terhadap infrastruktur energi, jaringan kereta api, dan kota-kota di Ukraina.(Wy/Red)
Bagikan: