17 Jun, 2026

Mbappe Pecahkan Rekor Giroud Saat Prancis Taklukkan Senegal 3-1 di World Cup 2026

Indofakta.com, 2026-06-17 04:41:06 WIB

Bagikan:

NEW YORK -- Di tengah sorotan dunia yang tertuju pada satu laga yang diyakini akan menjadi panggung dominasi Prancis, justru pertandingan ini berubah menjadi kisah yang lebih rumit, lebih berlapis, dan jauh dari kata mudah bagi Les Bleus.

Baca juga: UEA Diduga Bayar Rp355 Triliun ke Iran Demi Hentikan Serangan, Timur Tengah Masuki Babak Baru Pascaperang

Pertandingan antara Prancis dan Senegal pada ajang FIFA World Cup 2026 digelar di New York New Jersey Stadium pada Selasa, 16 Juni 2026 waktu setempat. Dikutip dari laporan pertandingan Sports Mole, duel ini sejak awal tidak berjalan sesuai prediksi banyak pengamat yang menilai Prancis akan tampil dominan tanpa banyak tekanan.

Baca juga: Pilot Air Canada Terbang 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Tepat, Terungkap Setelah Raup Gaji Rp 35 Miliar

Namun kenyataan di lapangan berkata lain.

Baca juga: El NiƱo Resmi Dimulai, Dunia Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem dan Potensi Rekor Suhu Baru

Sejak menit awal, Senegal tampil dengan keberanian yang membuat Prancis kesulitan membangun ritme permainan. Hingga menjelang babak pertama berakhir, Senegal bahkan memiliki peluang emas untuk membuka keunggulan, tetapi penyelesaian akhir yang tidak maksimal membuat momentum itu hilang begitu saja. Dalam pertandingan sebesar ini, momen seperti itu sering kali menjadi pembeda yang tidak bisa diulang.

Baca juga: Meksiko, Swiss, Skotlandia, dan AS Kuasai Awal Persaingan Piala Dunia 2026

Masuk ke babak kedua, perubahan mulai terasa. Prancis perlahan menemukan celah, dan di sinilah Kylian Mbappe mulai mengambil peran yang lebih menentukan. Menurut catatan Sports Mole, assist dari Michael Olise menjadi titik balik yang membuka ruang bagi Mbappe untuk mencetak gol pertama pada menit ke-66.

Gol tersebut bukan hanya membuka skor, tetapi juga mengubah arah psikologis pertandingan. Senegal yang sebelumnya disiplin mulai kehilangan sedikit stabilitas, sementara Prancis semakin nyaman mengontrol tempo.

Tidak lama berselang, Bradley Barcola yang masuk dari bangku cadangan memperlebar keunggulan menjadi 2-0. Aksi itu lahir dari transisi cepat yang kembali mengeksploitasi ruang di lini belakang Senegal yang mulai terbuka.

Meski tertinggal, Senegal tidak menyerah begitu saja. Di masa tambahan waktu, Ibrahim Mbaye berhasil mencetak gol hiburan yang memberi sedikit napas bagi timnya. Namun harapan itu hanya bertahan sekejap.

Mbappe kembali muncul di momen krusial. Tendangan jarak jauhnya memastikan kemenangan Prancis 3-1 sekaligus menutup pertandingan dengan cara yang mempertegas statusnya sebagai pusat gravitasi tim.

Dalam laga yang sama, catatan sejarah ikut bergeser. Dikutip dari Sports Mole, Mbappe resmi melampaui rekor Olivier Giroud sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Prancis dengan total 58 gol. Sebuah angka yang lahir bukan dari satu malam, tetapi dari konsistensi panjang di level tertinggi.

Di sisi lain, Senegal sebenarnya tidak tampil tanpa perlawanan. Nama-nama seperti Sadio Mane terus mencoba menjaga intensitas serangan, tetapi efektivitas di sepertiga akhir lapangan menjadi masalah yang tidak terselesaikan sepanjang pertandingan.

Jika dirangkum dari jalannya laga yang dilaporkan Sports Mole, ada beberapa titik penting yang menentukan hasil pertandingan ini:

Senegal memiliki peluang emas di babak pertama yang gagal dikonversi menjadi gol

Michael Olise menjadi katalis utama perubahan permainan Prancis di babak kedua

Mbappe menjadi pembeda dalam dua momen krusial

Bradley Barcola memberi dampak langsung sebagai pemain pengganti

Efektivitas menjadi jurang paling nyata antara kedua tim


Pertandingan ini pada akhirnya memperlihatkan dua wajah berbeda dari Prancis. Di satu sisi, mereka tampak kesulitan, tidak stabil, dan mudah kehilangan bola di fase awal. Namun di sisi lain, mereka mampu berubah menjadi tim yang sangat efisien ketika momentum sudah berpihak.

Senegal pulang dengan cerita tentang peluang yang tidak selesai, sementara Prancis melanjutkan langkah dengan kemenangan yang mungkin terlihat meyakinkan di atas kertas, tetapi menyimpan banyak catatan yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Dan di tengah semua itu, satu nama kembali menulis ulang sejarah sepak bola Prancis, tanpa perlu banyak drama, cukup dengan ketepatan di momen yang paling menentukan.

(Wy/Red)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online