Keluarga Tegaskan AKP Dadang Iskandar sebagai Pengkhianat PolriBaca juga: Perkuat Sarana dan Prasarana, Kajati Jabar Resmikan Gedung Serbaguna Mandala Adhyaksa Kejari Kota BekasiMakassar -- Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Kasatreskrim Polres Solok Selatan, Kompol Anumerta Ryanto Ulil Anshar, saat prosesi pemakaman kedinasan di Taman Makam Bahagia (TMB) Siri'na Pesse, Biringkanaya, Kota Makassar, Minggu (24/11). Upacara berlangsung khidmat, namun penuh emosi saat keluarga menyampaikan pernyataan tegas terhadap AKP Dadang Iskandar, tersangka penembakan yang menewaskan Ryanto.
Baca juga: IKA UB Kaltim Bedah Board of Peace, Soroti Posisi Strategis Indonesia di Konflik PalestinaPaman Ryanto, Brigjen (TNI) Elphis Rudy, menyebut AKP Dadang Iskandar sebagai pengkhianat Polri dan produk gagal institusi. "Kami mohon, kita jangan kalah dengan pengkhianat-pengkhianat Polri, pengkhianat bangsa, pengkhianat rakyat. Jangan mau kalah dengan produk gagal," ungkapnya dalam pidato yang penuh emosi.
Harapan Keluarga untuk Penegakan Keadilan
Baca juga: Kembali Tim Penyidik l Kejati Sumsel Geledah Dugaan Tipikor Lalu Lintas Wilayah Sungai MUBA Tahun 2019-2025Brigjen Elphis mendesak agar Polri memberikan hukuman seberat-beratnya kepada tersangka. Ia mengaku yakin bahwa tindakan tersebut dilakukan dengan kesengajaan yang mencerminkan kurangnya integritas pelaku sebagai aparat penegak hukum."Ananda Ryan seharusnya merasa aman di tempat tugasnya, di Mapolres. Namun, ia gugur dalam kondisi tidak waspada. Kami keluarga berharap Polri menegakkan keadilan demi Ryan dan seluruh aparat berintegritas lainnya," tegasnya.
Baca juga: Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU Elphis juga menekankan bahwa kematian Ryanto bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi Polri dan negara. "Polri kehilangan aset berharganya, dan negara kehilangan sosok yang berdedikasi tinggi. Ryan adalah harapan kami yang kini telah tiada," ujarnya penuh haru.
Integritas yang Tetap Terjaga
Meskipun keluarga merasa marah dan kecewa, Elphis Rudy mengaku bangga dengan integritas Ryanto yang teguh hingga akhir hayatnya. "Ananda Ryan adalah sosok yang memegang teguh prinsip hukum. Saya yang menyaksikan langsung perjuangannya untuk menjadi aparat yang berintegritas," tambahnya.Menurutnya, kejadian ini menjadi pengingat bagi institusi Polri untuk lebih memperhatikan integritas setiap anggotanya. "Kami berharap Polri semakin tegas dalam memastikan aparatnya adalah individu yang benar-benar mampu menjaga amanah rakyat dan bangsa," pungkasnya.
Tragedi di Tempat yang Seharusnya Aman
Insiden penembakan ini menambah luka karena terjadi di lingkungan yang seharusnya aman. Polres Solok Selatan, tempat kejadian, menjadi lokasi yang justru merenggut nyawa Ryanto.Kini keluarga besar Ryanto menyerukan keadilan dan berharap agar tragedi serupa tidak terulang. Polri diharapkan memberikan hukuman yang setimpal kepada AKP Dadang Iskandar demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut. (Rey)
Bagikan: