Pemprov Jabar Sampaikan Pesan Untuk Siswa DI MPLS
Indramayu -:Pekan ini para siswa baru lulusan SMP sudah mulai memasuki belajar di tahun ajaran baru 2026. Para lulusan SMP tersebut, untuk para lulusan yang ada di Jabar sudah tersebar mengikuti sekolah di jenjang SMA dam SMK. Para lulusan itu ada yang belajar di sekolah Negeri dan juga di sekolah swasta
Para siswa ya saat ini melanjutkan pendidikan di SMA/SMK, pekan ini mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS).
Kegiatan MPLS tersebut, mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jabar. Hal ini , nampak dari hadirnya beberapa pimpinan OPD yang hadir dalam MPLS.
Di SMAN 1 Maung, Sindang Kabupaten Indramayu, kegiatan MPLS dihadiri Kadispora Jabar, Dr. Heri Antasari, M. Dev . Plg, menyampaikan sambutan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
Gubernur dalam sambutan tertulisnya menyampaikan pesan MPLS bukan hanya tahap awal tahun pertama siswa belajar di sekolah baru. Namun, MPLS merupakan tahap awal bagi siswa untuk mengikuti tahapan proses belajar, terutama berkenaan tahapan pembinaan karakter.
MPLS, merupakan momentum untuk membangun karakter bagi para siswa, yang meliputi disiplin dan tanggung jawab. Untuk di lingkungan sekolah di Jabar pendidikan karakter ini dalam implementasi pendidikan dikemas dalam program pendidikan Gapura Pancawaluya.
Pendidikan Gapura Pancawaluya, kini merupakan salah satu program unggulan di Jabar. Melalui program pendidikan Pancawaluya ini, ujar Gubernur dapat terbangun siswa yang mempunyai keunggulan *karakter* secara paripurna.
Sementara itu, *pada kesempatan terpisah*, Hery Antasari dalam arahannya pada siswa mengatakan siswa *SMA kategorinya pemuda* dan termasuk dalam kelompok
Gen Z, yang saat ini dihadapkan dengan berbagai tantangan.
Salah satu tantangan yang dihadapi era digital: teknologi informasi dan sosial media. Kehadiran sarana itu, informasi datang kapan saja dan bisa dari mana saja.
Kondisi ini, membuat karakter Gen Z berbeda dan lebih mempunyai banyak informasi, sehingga Gen Z banyak yang kritis dalam merespon informasi. *Mereka membentuk tacit knowledge nya lebih bervariasi dan banyak hal kurang baik dr informasi global yg perlu disaring dan seimbangkan.*
Ada dampak-dampak negatif yang ditimbulkannya, yaitu Gen Z mudah terpengaruh segala jenis informasi tanpa saringan.
Kondisi ini, jika dibiarkan akan terbentuk karakter yg riskan dari sisi pembangunan karakter.
Hal yang diperlukan untuk mengantisipasi dampak negatif tersebut perlu dibangun konsep pembentukan pendidikan karakter bagi siswa sekolah melalui pendidikan Gapura pancawaluya.
Pendidikan Gapura Pancawaluya itu mengusung semangat pendidikan kearifan lokal Jabar yaitu "cageur bageur bener pinter singer", tutup Heri.(Nr)