Menjual Sumur ke Guru, Pengacara Malah Kena Batunya

Menjual Sumur ke Guru, Pengacara Malah Kena Batunya

BANDUNG -- Seorang pengacara berhasil menjual sebuah sumur kepada seorang guru.

Dua hari kemudian ia datang lagi dengan wajah penuh percaya diri.

"Pak Guru, saya memang jual sumurnya. Tapi air di dalamnya kan bukan ikut dijual. Jadi kalau Bapak mau pakai airnya, harus bayar lagi."

Guru itu mengangguk pelan.

"Oh begitu ya? Pas sekali. Saya juga sebenarnya mau datang ke rumah Anda."

Pengacara langsung senyum lebar.

"Untuk apa?"

Guru menjawab santai,

"Saya mau bilang, mulai hari ini air Anda numpang di sumur saya. Kalau sampai besok belum dipindahkan, saya kenakan biaya sewa parkir air."

Pengacara langsung melongo.

"Lho... kok bisa begitu?"

Guru menyeruput teh dulu sebelum menjawab.

"Kalau logika bisa dipelintir, saya juga bisa muter balik."

Pengacara mulai salah tingkah.

"Ya sudah deh Pak... anggap saja airnya bonus."

Guru tersenyum.

"Nah, sekarang baru kedengaran seperti orang waras. Pantas waktu sekolah dulu nilai logikamu pas-pasan."

Pengacara menggaruk kepala.

"Lho, Bapak kok tahu?"

Guru tertawa.

"Karena dulu yang ngajar kamu... saya."


---

Mahasiswa Bersiul, Sekelas Ikut Deg-degan

Seorang dosen sedang mengajar dengan sangat serius.

Suasana kelas hening.

Tiba-tiba...

Fiuuuuittt...

Ada mahasiswa yang bersiul.

Dosen langsung berhenti menulis.

"Siapa yang bersiul?"

Semua mendadak sibuk lihat buku. Bahkan yang bukunya kebalik pura-pura membaca.

Dosen menghela napas.

"Baiklah. Karena tidak ada yang mengaku, saya cerita saja."

Seluruh kelas langsung semangat.

Soal cerita, mahasiswa memang selalu lebih rajin daripada soal kuliah.

Dosen mulai bercerita.

"Tadi malam saya susah tidur. Akhirnya saya keluar naik mobil, isi bensin, lalu muter-muter kota."

"Saya melihat seorang gadis berdiri sendirian di pinggir jalan."

"Kasihan. Saya tawari tumpangan."

Mahasiswa mulai saling senyum.

"Wah... mulai nih..."

Dosen melanjutkan.

"Sepanjang jalan kami ngobrol. Ternyata dia pintar, sopan, dan menyenangkan."

"Sampai rumahnya, dia bilang mulai menyukai saya."

Satu kelas mulai heboh.

"Uuuh..."

"Saya bilang saya dosen."

"Dia malah makin senang."

Mahasiswa mulai menahan ketawa.

"Lalu sebelum turun, dia berkata..."

"'Pak, adik saya kuliah di kampus Bapak. Tolong dijaga ya.'"

"Saya tanya, siapa namanya?"

"Dia menjawab..."

"'Bapak pasti gampang mengenalinya..."

"...karena hobinya bersiul di kelas.'"

Seketika...

Satu kelas kompak menoleh ke arah satu mahasiswa.

Mahasiswa itu langsung pura-pura batuk.

Dosen tersenyum.

"Saya ini dapat gelar S2 dan S3 bukan dari flash sale."

"Lalu..."

"Yang tadi bersiul..."

"Keluar."

Mahasiswa itu masih mencoba membela diri.

"Pak... saya tadi cuma ngelatih napas."

Dosen mengangguk.

"Bagus."

"Latihan berikutnya, silakan di luar kelas. Udaranya lebih banyak."

Satu kelas langsung meledak tertawa.


---

Cara Paling Gampang Minta Izin Mancing

Empat pria yang sudah menikah pergi memancing.

Baru sejam duduk, obrolan klasik pun dimulai.

Pria pertama mengeluh.

"Gila... saya bisa berangkat hari ini karena janji ngecat rumah minggu depan."

Pria kedua menggeleng.

"Itu mah ringan. Saya harus janji bikin kanopi baru."

Pria ketiga ikut curhat.

"Saya lebih parah. Harus renovasi dapur."

Mereka lalu melihat pria keempat yang dari tadi santai sambil ngopi.

"Lah, kamu kok tenang banget?"

"Nggak disuruh janji apa-apa sama istri?"

Pria keempat tersenyum.

"Nggak."

"Tadi subuh saya cuma bangunin istri."

"Lalu?"

"Saya bisikin pelan..."

"'Sayang... hari ini aku di rumah nemenin belanja ke pasar, ikut arisan, nyapu, ngepel, cuci piring..."

"...atau aku pergi mancing?'"

Teman-temannya menunggu jawaban dengan penasaran.

"Nah?"

"Istri saya cuma membuka satu mata."

"Lalu bilang..."

"'Jaketmu di belakang pintu. Kopi sudah saya buat. Pulangnya jangan lupa beli ikan. Soalnya saya yakin kamu pulang cuma bawa cerita.'"

Empat detik kemudian...

Semua yang di perahu tertawa.

Yang paling keras justru pria keempat.

Karena...

Memang benar.

Sampai sore mereka tidak dapat ikan seekor pun. Yang nyangkut cuma sandal jepit dan kantong kresek.

(Wy/Red)