Kota Bandung — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan akan menindaklanjuti arahan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya tersebut dilakukan agar program berjalan sesuai aturan, optimal, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Baca juga: Pemkot Bandung Rutin Rawat Pohon, Pemangkasan dan Peremajaan Terus DilakukanPengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi salah satu langkah yang akan ditingkatkan melalui inspeksi rutin. Hal ini diperlukan untuk memastikan pelaksanaan program MBG berlangsung dengan baik serta tetap sejalan dengan sasaran yang telah ditentukan.
Baca juga: DI Balik Kasus Keracunan MBG : Kajian Ilmiah UPNVJ Tawarkan Solusi Berbasis DataFarhan mengatakan, pemantauan langsung ke lapangan bersama jajaran kewilayahan, seperti camat dan lurah, merupakan kegiatan yang selama ini biasa dilakukannya. Patroli tersebut bertujuan untuk melihat kondisi masyarakat secara langsung sekaligus memastikan program pemerintah terlaksana sesuai rencana.
Baca juga: Pangdam III/Siliwangi Dampingi Menhan RI Kunjungan Kerja Di Wilayah Kodam III/Siliwangi“Siap, akan saya laksanakan sesuai arahan. Saya sudah terbiasa melakukan patroli, bahkan setiap hari Minggu berkeliling bersama camat dan lurah sejak pukul 04.00 hingga pukul 06.00 pagi, bahkan terkadang sampai tengah malam,” ujar Farhan, Jumat (9/10/2026).Ia menilai, pengawasan MBG tidak hanya berfokus pada aspek pemenuhan gizi. Pelaksanaan program juga perlu didukung sinergi dengan berbagai inisiatif lain yang berkaitan dengan kebutuhan warga dan keberlanjutan lingkungan.
Baca juga: People to People Relationship Jadi Fokus, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Sambut Delegasi Singapore ArmySalah satu program yang turut menjadi perhatian adalah Dapur Dahsyat. Program ini diharapkan dapat terhubung dengan inisiatif Sirkular Bandung Utama dan Karasa, termasuk dalam hal pengelolaan sampah dan pengembangan sektor pertanian di wilayah perkotaan.Keterpaduan antarprogram tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya serta memperkuat langkah Pemerintah Kota Bandung dalam mewujudkan lingkungan kota yang berkelanjutan.Namun, Farhan mengakui penerapan program-program tersebut di Kota Bandung belum sepenuhnya merata. Hingga kini, pelaksanaannya masih dilakukan secara terbatas dan baru mencakup beberapa kelurahan.“Saat ini program tersebut belum berjalan secara menyeluruh, masih bersifat parsial dan baru diterapkan di beberapa kelurahan saja,” tandasnya.Selanjutnya, peningkatan koordinasi dan pengawasan di tingkat kewilayahan diharapkan dapat memperlancar pelaksanaan program MBG serta memperkuat keterkaitannya dengan program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.Pemerintah Kota Bandung diharapkan terus memperkuat pemantauan lapangan agar seluruh program dapat dilaksanakan secara lebih terarah, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kota Bandung.(Jnl/fdly/asep)
Bagikan: