Bandung -- Maraknya aksi begal dan tindak kejahatan jalanan di Kota Bandung menjadi perhatian serius Pengurus Cabang (Pengcab) Tarung Derajat Kota Bandung. Sebagai bagian dari upaya mendukung terciptanya keamanan dan kondusivitas kota, Tarung Derajat Kota Bandung menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan Pemerintah Kota Bandung dan para pemangku kepentingan dalam memperkuat upaya pencegahan kejahatan jalanan melalui edukasi, pembinaan, serta pelatihan bela diri.
Baca juga: Kinerja PT BPR Harus DitingkatkanHal tersebut disampaikan Ketua Umum Pengcab Tarung Derajat Kota Bandung, H. Asep Robin, S.H., M.H., saat menyampaikan komitmen organisasi dalam kegiatan latihan gabungan Keluarga Olahraga Tarung Derajat yang diikuti sekitar 1.300 peserta dari berbagai satuan latihan (Satlat) se- Kota Bandung, di Plaza Balai Kota Bandung pada hari Minggu tanggal 9 Agustus 2026.
Baca juga: Penertiban Knalpot Brong Solusi TepatAsep Robin menyatakan, keberadaan Keluarga Olaharaga Tarung Derajat tidak semata-mata diarahkan untuk mencetak atlet berprestasi, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kemampuan bela diri dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan.
Baca juga: Menkopolkam Kunjungi Makodam III/Slw, Pangdam Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi Menjaga Stabilitas Nasional“Kami tidak ingin membuat provokasi ataupun menghadirkan keresahan baru. Justru ilmu bela diri yang kami miliki ingin kami kontribusikan untuk membantu menciptakan kondusivitas dan rasa aman di Kota Bandung,” ujar Asep Robin.
Baca juga: Legislatif Jabar Apresiasi RKUA APBD Provinsi Jabar Tahun 2027Menurut Asep Robin, upaya menghadapi maraknya aksi begal tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, organisasi olahraga, komunitas, dan unsur masyarakat lainnya untuk melakukan langkah-langkah pencegahan secara bersama-sama.Dalam konteks tersebut, Keluarga Olahraga Tarung Derajat Kota Bandung membuka peluang untuk memberikan pembekalan dasar bela diri kepada aparat kewilayahan, khususnya petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) maupun stakeholder terkait, sehingga kemampuan bela diri dapat menjadi salah satu bagian dari kesiapsiagaan dalam menjaga keamanan lingkungan.“Kami menitipkan ilmu-ilmu bela diri kepada para Linmas dan stakeholder lainnya. Ini bagian dari kontribusi kami agar mereka memiliki kemampuan dasar untuk menjaga diri dan membantu mengawal kondusivitas Kota Bandung,” ucapnya.Asep Robin menuturkan, pembekalan bela diri tersebut harus ditempatkan sebagai upaya pertahanan diri dan pencegahan, bukan untuk mendorong masyarakat melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap pelaku kejahatan.Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk menghindari situasi berbahaya, melindungi diri ketika menghadapi ancaman, serta memahami kapan harus meminta bantuan kepada aparat yang berwenang.“Bela diri bukan berarti mencari lawan. Bela diri adalah bagaimana kita mampu menjaga diri, menghindari konflik dan menghadapi keadaan darurat secara tepat. Penanganan tindak kriminal tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum,” katanya.Asep Robin pun menambahkan, pelaksanaan latihan gabungan Keluarga Olahraga Tarung Derajat se-Kota Bandung ini pun menjadi momentum konsolidasi para anggota sekaligus meningkatkan kesiapan para atlet menghadapi berbagai agenda pertandingan, khususnya Pekan Olahraga Tingkat Provinsi Jawa Barat XV pada November 2026.Oleh karena itu kepada para atlet, Asep Robin berpesan agar para atlet menjaga semangat, disiplin dan kepercayaan diri.“Untuk para atlet, tetap semangat, harus kuat dan percaya diri. Kita adalah warga Bandung dan Tarung Derajat lahir di Kota Bandung. Mari kita buktikan bahwa kita mampu memberikan prestasi terbaik sekaligus memberikan manfaat bagi Kota Bandung,” ujarnya.(YChs)
Bagikan: