JAKARTA -- Di berbagai negara, penyakit ginjal kronis masih menjadi ancaman kesehatan yang kerap tidak disadari banyak orang.
Baca juga: Kopi dan Teh Bisa Turunkan Risiko Demensia Hingga 20 Persen, Studi JAMA Ungkap Temuan BaruData dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases menunjukkan bahwa diabetes dan hipertensi menjadi dua penyebab utama gagal ginjal di dunia.
Baca juga: Ilmuwan Temukan Dua Subtipe Autisme yang Berbeda di Otak, Buka Jalan Menuju Terapi yang Lebih TepatKondisi ini membuat jutaan orang dengan diabetes dan tekanan darah tinggi berada dalam risiko lebih besar mengalami kerusakan ginjal, meski tanpa gejala yang terasa di awal.
Baca juga: Danantara: Penguatan IHSG Jadi Bukti Kepercayaan Investor terhadap Fundamental Ekonomi IndonesiaPada Minggu, 21 Juni 2026, perhatian terhadap penyakit ini kembali menguat seiring meningkatnya kesadaran bahwa gangguan ginjal sering berkembang diam diam tanpa tanda yang jelas.
Baca juga: Sikat Gigi Bisa Menyelamatkan Nyawa? Studi Besar Ungkap Cara Sederhana Mencegah Pneumonia Mematikan di Rumah Sakit“Masalah ginjal bisa tanpa gejala hingga tahap akhir proses penyakit. Inilah sebabnya mengapa penting bagi siapa pun yang menderita salah satu penyakit ini untuk memantau diri mereka sendiri,” ujar Dr. Reetesh Sharma, Ketua Nefrologi dan Transplantasi Ginjal di Yatharth Super Specialty Hospital, India, dikutip dari keterangan medis yang beredar.Para dokter menegaskan bahwa banyak pasien baru datang ketika kondisi ginjal sudah berada pada tahap lanjut, karena tanda awalnya sering dianggap sepele.Berikut beberapa gejala yang kerap muncul namun sering diabaikan, padahal bisa menjadi sinyal awal gangguan fungsi ginjal.1. Kaki dan Wajah Sering Bengkak Banyak orang mengira bengkak di kaki atau wajah hanya akibat kelelahan atau terlalu lama berdiri.Namun kondisi ini juga bisa menandakan ginjal mulai kehilangan kemampuannya membuang cairan berlebih dari tubuh.“Ginjal yang rusak tidak seefektif dalam membuang cairan berlebih dari tubuh melalui urinasi, dan dapat menyebabkan penumpukan cairan di dalam tubuh,” jelas Dr. Sharma.Akibatnya, cairan dapat menumpuk di kaki, pergelangan kaki, hingga wajah, terutama saat bangun tidur.Jika sepatu terasa lebih sempit dari biasanya atau bekas kaus kaki semakin dalam, kondisi ini patut diwaspadai.2. Perubahan Urine dan Sering Buang Air Kecil di Malam Hari Perubahan pola urine sering menjadi tanda awal yang paling mudah diamati.Urine yang berbusa, keruh, atau bahkan mengandung darah dapat mengindikasikan adanya gangguan pada fungsi penyaringan ginjal.Urine berbusa, misalnya, sering dikaitkan dengan kebocoran protein akibat kerusakan filter ginjal.Selain itu, peningkatan frekuensi buang air kecil pada malam hari juga bisa menjadi sinyal awal gangguan ginjal yang tidak boleh diabaikan.3. Tubuh Terasa Sangat Lelah Meski Sudah Istirahat Rasa lelah yang terus muncul meski sudah cukup tidur sering dianggap sebagai kelelahan biasa.Namun kondisi ini juga bisa menjadi tanda tubuh sedang menumpuk racun karena ginjal tidak bekerja optimal.“Mereka yang memiliki masalah ginjal akan sering merasa lelah dan lesu, dan mungkin juga mengalami penurunan nafsu makan, mual, atau penurunan berat badan yang tidak disengaja,” kata Dr. Sharma.Ketika ginjal tidak mampu menyaring limbah dengan baik, zat berbahaya akan menumpuk dalam darah dan membuat tubuh kehilangan energi.4. Kulit Kering dan Gatal yang Tak Kunjung Hilang Perubahan pada kulit juga dapat mencerminkan kondisi kesehatan ginjal.Kulit yang tiba tiba sangat kering, bersisik, atau gatal berkepanjangan bisa menjadi tanda gangguan fungsi ginjal.Hal ini terjadi karena ginjal berperan dalam menjaga keseimbangan mineral dan nutrisi di dalam tubuh.Saat fungsi ginjal menurun, keseimbangan tersebut terganggu dan berdampak pada kondisi kulit secara langsung.Jika gejala ini tidak membaik meski sudah menggunakan perawatan kulit, pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi ginjal.Para ahli mengingatkan bahwa deteksi dini menjadi kunci utama dalam mencegah penyakit ginjal berkembang ke tahap yang lebih serius, terutama bagi mereka yang memiliki diabetes dan hipertensi.(Wy/Red)
Bagikan: