JAKARTA -- Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir dinilai menjadi sinyal positif meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia. Optimisme pasar tersebut tidak muncul begitu saja, melainkan mencerminkan keyakinan pelaku pasar terhadap kuatnya fundamental ekonomi nasional serta kinerja perusahaan-perusahaan Indonesia yang tetap terjaga di tengah berbagai dinamika global.
Baca juga: Wamenkop RI Tinjau Koperasi Desa Merah Putih Mangga Dua, 96 Persen Progres Pembangunan TercapaiPenilaian tersebut disampaikan Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria. Menurutnya, apresiasi yang diberikan investor melalui pasar modal menunjukkan bahwa Indonesia masih dipandang memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan.
Baca juga: Perawatan Kecantikan Dengan Alat dari Korea Hadir di INTAN DERMA BEAUTY CimahiSaat ditemui usai acara Flag Off BTN Jakarta International Marathon di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (14/6/2026), Dony menyampaikan bahwa penguatan IHSG dan nilai tukar rupiah menjadi indikator positif yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.
Baca juga: PILAR WELLSKIN dan Yayasan Cipta Wellness Gelar "Wellness Tourism Appreciation Night 2025""Kita tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi kita maupun fundamental perusahaan-perusahaan Indonesia. Kinerja yang baik tersebut membuat IHSG menguat cukup signifikan, termasuk rupiah yang juga menunjukkan penguatan," ujarnya.
Baca juga: IGX 2025 Sukses Digelar di Bandung: Merajut Kolaborasi Teknologi, Budaya, dan KreativitasMenurut Dony, pergerakan pasar dalam jangka pendek memang sering dipengaruhi berbagai sentimen, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun pada akhirnya, investor akan kembali menilai kualitas fundamental perusahaan dan kondisi ekonomi suatu negara sebelum mengambil keputusan investasi.Ia menilai, berbagai isu yang sempat memengaruhi pasar tidak mengubah pandangan investor terhadap kekuatan ekonomi Indonesia secara keseluruhan."Tentu ada isu dan sentimen yang cukup memengaruhi, tetapi pada akhirnya seluruh investor akan melihat fundamental daripada perusahaan maupun negara," katanya.Dony juga menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan nasional, khususnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN), masih memiliki fondasi bisnis yang kuat di berbagai sektor strategis.Beberapa sektor yang dinilai tetap menunjukkan kinerja positif antara lain:- Perbankan
- Pertambangan
- Infrastruktur
- Berbagai perusahaan BUMN strategis lainnyaMenurutnya, kondisi tersebut menjadi modal penting untuk terus meningkatkan nilai perusahaan sekaligus menjaga kepercayaan investor dalam jangka panjang."Teman-teman bisa melihat bahwa fundamental perusahaan kita, baik perbankan, tambang, infrastruktur maupun perusahaan BUMN lainnya semuanya bagus," ujar Dony.Ia juga menyinggung aksi korporasi berupa pembelian kembali saham atau buyback yang dilakukan sejumlah perusahaan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan praktik bisnis yang wajar apabila manajemen menilai harga saham di pasar belum mencerminkan nilai fundamental perusahaan yang sebenarnya."Buyback itu sebetulnya proses yang normal. Kalau kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu pasti kita ambil. Sayang kan daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi dengan saham kita sendiri," jelasnya.Dengan kondisi ekonomi yang relatif stabil dan kinerja korporasi yang terus terjaga, Dony optimistis kepercayaan investor terhadap Indonesia akan semakin kuat ke depan."Kalau barang bagus, tentu sayang kalau tidak kita optimalkan," tuturnya.Optimisme serupa juga disampaikan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu. Menurutnya, kuatnya fundamental ekonomi nasional perlu terus didukung oleh bergeraknya sektor riil, salah satunya industri perumahan yang memiliki dampak berganda besar terhadap perekonomian.Nixon mengatakan BTN terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan dengan mendorong permintaan masyarakat terhadap hunian melalui berbagai inovasi pembiayaan."Kita harus bisa menciptakan demand, jangan hanya menunggu market. Karena itu, BTN terus mendorong berbagai strategi supaya sektor perumahan tetap bergerak dan masyarakat tetap memiliki akses untuk membeli rumah," ujarnya.Ia menambahkan bahwa perseroan tetap menjaga target pertumbuhan secara hati-hati di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang. BTN juga terus memperkuat strategi bisnis melalui ekspansi kredit yang sehat serta pengelolaan kualitas aset yang prudent."Kita masih percaya pertumbuhan bisa tetap dijaga. Segala cara kita pikirkan agar masyarakat tetap bisa memiliki rumah," kata Nixon.Penguatan IHSG yang terjadi saat ini menjadi salah satu cerminan bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia masih terjaga. Di tengah tantangan ekonomi global, fundamental ekonomi yang kuat, stabilitas sektor keuangan, serta kinerja perusahaan nasional yang positif menjadi faktor utama yang terus menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Tanah Air.(Wy/Red)
Bagikan: