Sumedang -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak masyarakat Sumedang untuk bangga dengan apa yang dimiliki saat ini.
Baca juga: Tiga Senior Adhyaksa Masuk Pengurus DPP IKAL-Lemhannas 2026–2031, Perkuat Bidang Hukum dan Advokasi Sumedang memiliki sejarah panjang, berawal dari Kerajaan Tembong Agung yang didirikan oleh Prabu Aji Putih, kemudian berubah menjadi Kerajaan Sumedang Larang di bawah Prabu Tadjimalela. Kerajaan ini dikenal sebagai penerus sah kejayaan Kerajaan Pajajaran yang terakhir.
Baca juga: HUT ke-80 Kodam III/Slw Gelar Bazar UMKMSumedang juga memiliki seni spiritual yang mampu membangun manusia yang memahami dirinya sendiri.
Baca juga: Diduga Diketahui Oknum HRD PT BIG, Gaji Ratusan Buruh PT BIA Dipungli Rp10 Ribu dan Buruh Aktif Diwajibkan Menandatangani Surat Pengunduran Diri Sepihak"Orang Sumedang menciptakan tahu maka lahir tahu Sumedang, menciptakan Cilembu menghasilkan ubi Cilembu," kata KDM, sapaan Dedi Mulyadi, dalam acara Ekosistem Budaya Kasumedangan Dalam Rangka Hari Jadi ke-448 Sumedang, di depan Gedung Negara Kabupaten Sumedang, Jumat (24/4/2026).KDM juga mengajak masyarakat Sumedang untuk menaikkan derajat dengan tidak mengandalkan dari pemberian orang lain.
Baca juga: Pangdam III/Slw Hadiri Launching KDKMP Bersama Presiden RI"Orang Sumedang bukan yang suka minta-minta, tetapi masyarakat yang memiliki martabat, harkat, dan diri," imbuh KDM.Ia juga mengharapkan pemimpin di Sumedang memberikan keadilan, menyayangi rakyatnya yang susah."Pemimpin jangan memilah-milah, pemimpin harus adil, menggunakan rasa, dan intuisi, kuat," ujarnya.KDM juga mengajak kepada seluruh masyarakat Sumedang untuk melakukan perubahan jika menghendaki pemimpin yang adil dan rakyatnya Sumedang disegani."Kita jangan menjadi bangsa yang minta-minta, tetapi rakyat yang memiliki kepemimpinan, kepribadian dan sikap satria," tegas KDM.Disisi lain, KDM juga mengajak seluruh masyarakat Sumedang, mulai dari pemimpinnya hingga rakyatnya bangga dan mempromosikan apa yang dimiliki kepada masyarakat diluar Sumedang."Bangun 'branding' yang baik-baik, promosikan alamnya yang indah-indah, gunungnya, sawahnya. Sampaikan bahwa Sumedang bagus. Ditata dan diperbaiki. Diurus jalannya, bersihkan sampahnya," pungkas KDM.(Nr)
Bagikan: