MEDAN -- Paska kasus penganiayaan bersama sama berujung pembacokan terhadap, Angga Simanjuntak dilakukan sekelompok pereman pada, Minggu (18/1/2026) pagi dini hari pukul 03.00 Wib lalu diarea Tempat Hiburan Malam New Zone (THM NZ), keluarga korban (Angga Simanjuntak) sebut penyidik Polsek Medan Kota, Polrestabes Medan terkesan tidak profesional. Pernyataan itu disampaikan istri korban, Meuthia Balqis dan keluarga kepada wartawan, Sabtu (14/2/2026).
Baca juga: Pelarangan Kamera Saat Rekonstruksi, Kapolres: “Semuanya Kebijakan Lapas yang Kita Ikuti”"Kasus yang menimpa suami saya (Angga) adalah kasus percobaan pembunuhan. Karena, dari luka bacok dilami suami saya dilakukan para pelaku begitu sangat sadis agar suami saya mati," ujar, Meuthia Balqis istri Angga Simanjuntak kepada wartawan, Sabtu (14/2/2026).
Baca juga: Rekaman CCTV Membawa Pelaku Maling Nginap di Hotel Prodeo Polsek Medan Area, Kapolsek : Modus Minta SedekahLanjut Meuthia Balqis yang turut diamini keluarga korban (Angga) menjelaskan rasa kekecewaannya terhadap penyidik Polsek Medan Kota, Polrestabes Medan yang terkesan tidak profesional untuk menangkap para pekaku dan otak pelaku yang mencoba ingin menghabisi nyawa Angga Simanjuntak.
"Dalam kasus yang sudah berjalan 1 (satu) bulan ini, Polsek Medan Kota, baru berhasil menahan 1 (satu) pelakunya. Sedangkan dari rekaman CCTV yang menjadi salah satu alat bukti penguat untuk mengungkap dan menagkap pelaku lainnya berjumlah 20 (dua puluh) orang, polisi terkesan lamban dan kuat dugaan kami, bahwa percobaan pembunuhan terhadap Angga Simanjuntak, polisi ingin mendinginkan kasusnya," ungkap istri dan keluarga korban.
Baca juga: Terapkan Mekanisme Pengakuan Bersalah, Kejari Jakut Wujudkan Peradilan Cepat Baca juga: Waspada Saldo Ludes! Kejari Lampung Tengah Turun Gunung Edukasi Warga Bahaya Judi Online dan Penipuan APKMasih keluarga korban, dari sekian pelaku pembacokan tersebut, salah satu otak pelakunya adalah berinisial CMPS sebagai pengelola Pasar di Perumnas Simalingkar yang disebut sebut adik dari seorang anggota DPRD Medan dari Fraksi Hanura berinisial ES.
Sementara, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Aliansi Wartawan Indonesia (DPC AWI) Kota Medan, Budi Sormin yang akrab disapa Busor, berharap agar penyidik Polsek Medan Kota menjalankan tugas pokok dan pungsinya (tupoksi) memegang teguh moto Polri yakni, Melayani, Melindungi dan Mengayomi.
"Artinya, Polri sebagai pelayan masyarakat apalagi menindak lanjuti laporan masyarakat yang notabebenya telah menjadi korban tindak kriminal yang jelas melanggar hukum terkesan mengabaikan. Polisi harus bertindak dan bertugas sebagai penegak hukum yang cekatan dan trampil dalam mengungkap kasus yang nenimpa Angga Simanjuntak," terang Busor.
Terpisah, Polsek Medan Kota, Polrestabes Medan yang dikonfirmasi wartawan terkait seorang dari pelaku telah diamankan dibenarkan Kapolsek Medan Kota melalui Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Pandi Setiawan.(dar)
Bagikan: