JAKARTA – Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel) Kejaksaan Agung, Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., L.LM., menghadiri panen raya bawang merah di Desa Sarakan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Senin (8/9/2025).
Baca juga: KDM Tekankan Nilai Rasa dalam Peradaban Sunda di Dies Natalis ke-58 UIN BandungKegiatan ini turut dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Dr. Siswanto, S.H., M.H., Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, Dr. Afrillianna Purba, S.H., M.H., serta para petani setempat.
Baca juga: PKN Medan Marelan Minta Usut Izin PBG Pengerjaan Bangunan Tembok Milik PT SBPProf. Reda menegaskan, kehadirannya merupakan bagian dari implementasi program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) yang digagas Kejaksaan RI.
Baca juga: BNNP Jabar Awasi Ketat Peredaran Obat Keras dan Liquid Vape Berisi Narkotika“Melalui Jaga Desa, Kejaksaan tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga ikut mendorong pembangunan desa, peningkatan kesadaran hukum, serta pemanfaatan lahan desa untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar JAM-Intel.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kejaksaan RI dalam memperkuat sektor pertanian daerah.
Baca juga: Tangis Haru Iringi Pemakaman Mayor Zulmi, Prajurit Berprestasi TNI“Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama antara pemerintah daerah, Kejaksaan, dunia usaha, dan masyarakat mampu membangun desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” ungkapnya.
Panen raya ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan PT Paskomnas Indonesia, PT Pupuk Indonesia (Persero), dan Universitas Telkom, yang tertuang dalam nota kesepahaman pada 25 Juni 2025. Program tersebut diarahkan untuk pemberdayaan lahan desa sekaligus memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Benih bawang merah yang ditanam adalah varietas Bima Brebes bantuan Dinas Pertanian Provinsi Banten. Penanaman dilakukan bertahap pada 9 Juli 2025 di lahan seluas 0,7 hektare dan 18 Juli 2025 di lahan 0,3 hektare. Setelah 60 hari perawatan, varietas ini berhasil dipanen dengan hasil sekitar 5,6 ton bawang merah kering dari lahan 0,7 hektare.
Bawang merah dipilih karena merupakan salah satu komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok harga bergejolak (volatile food). Dengan adanya keberhasilan panen lokal, diharapkan dapat membantu menekan inflasi sekaligus menjaga stabilitas pangan nasional.
Bupati Tangerang menutup kegiatan dengan ungkapan rasa syukur.
“Panen ini bukan hanya tanda keberhasilan petani, tetapi juga simbol semangat masyarakat dalam mengelola potensi pertanian lokal demi kesejahteraan bersama,” katanya. (Muzer)
Bagikan: