Porprov Jabar 2026 Jadi Program Prioritas

Porprov Jabar 2026 Jadi Program Prioritas

Bandung - Porprov Jabar tahun 2026 menjadi program prioritas. Sehubungan dengan hal itu, sejumlah program telah disiapkan.

Hal demikian, diungkapkan Kadis Pemuda dan Olahraga Jabar, Dr. Heri Antasari, dalam release yang diterima indofakta, Selasa (8/9)

Porprov tahun 2026 ungkap Heri sudah direncanakan sejak beberapa waktu lalu. Bahkan sejak saya bertugas pada awal 2025, pelaksanaan Porprov sudah menjadi salah satu prioritas untuk direncanakan.

Namun, dengan kondisi fiskal yang dihadapi saat ini, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota harus melakukan penyesuaian.

Semua sektor urusan pemerintahan daerah harus mampu beradaptasi dengan situasi tersebut, termasuk urusan kepemudaan dan olahraga.

Untuk urusan olahraga dengan mengacu pada UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah ada dalam kategori urusan wajib non pelayanan dasar.

Porprov jelas Heri merupakan salah satu agenda rutin atau hajat pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam rangka mencapai indikator kinerja Dispora, salah satunya indikator prestasi Jawa Barat pada multi-event olahraga tingkat nasional.

" Oleh karena itu, dalam kondisi apa pun Porprov tetap harus dilaksanakan, baik terkait persoalan fiskal maupun teknis, kecuali terjadi force majeure" kata Heri.

Heri dalam keterangannya mengatakan berkenaan dengan dukungan anggaran, kami mendapatkan arahan dari Pak Gubernur bahwa dengan kondisi fiskal seperti sekarang, harus dilakukan mitigasi dan efisiensi dalam pelaksanaan Porprov.

Dalam kondisi normal, ketika kemampuan keuangan mencukupi, tentu semua kebutuhan *diusahakan untuk* diakomodasi. Tetapi setelah dievaluasi dalam kondisi efisiensi seperti sekarang, berbagai kebutuhan harus dianalisis kembali untuk melihat bagian mana yang dapat *diefektif efisienkan*/dihemat tepat sasaran.

Arahan Pak Gubernur adalah menyelenggarakan Porprov sesederhana mungkin tanpa mengorbankan kualitas penyelenggaraan maupun prestasi atlet.

Heri dalam keterangannya mengatakan berkenaan dengan langkah efisiensi salah satunya dengan meniadakan/meminimalkan pembangunan venue

" Salah satu hasil evaluasi adalah selama ini biaya penyelenggaraan Porprov cukup besar biasanya karena adanya kebutuhan pembangunan, renovasi, atau rehabilitasi sedang/berat venue olahraga oleh daerah tuan rumah" terang Heri.

Porprov 20 difokuskan pada penyelenggaraan pertandingan. " tidak ada pembangunan gedung baru atau venue baru" tegas Heri.

Heri dalam keterangannya mengatakan sesuai arahan  Gubernur, penyelenggaraan Porprov disebarkan ke sejumlah kabupaten/kota di Jawa Barat. Selain menjadi solusi terhadap kondisi keuangan daerah, pola ini juga memberikan dampak positif lainnya.

Tiga tuan rumah utama Porprov 2026 adalah Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok. Pembukaan dijadwalkan dilaksanakan di Kota Bekasi, sedangkan penutupan di Kota Bogor.

Selain tiga tuan rumah utama tersebut, terdapat tiga tuan rumah pendukung, yakni Kota Bandung,  Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Bogor serta sembilan tuan rumah pendamping.

" dengan demikian, total terdapat *15 kabupaten/kota* yang menjadi lokasi penyelenggaraan Porprov 2026" jelas Heri .

Penyebaran lokasi tersebut sambung Heri juga diharapkan membuat manfaat ekonomi dari Porprov tidak hanya dirasakan oleh satu atau beberapa daerah.

Peningkatan PAD dan aktivitas ekonomi masyarakat akibat kegiatan Porprov dapat dirasakan oleh 15 kabupaten/kota.

" Jadi, selain menjadi solusi efisiensi karena kondisi fiskal, ada manfaat lain berupa penyebaran dampak positif penyelenggaraan multi-event ke lebih banyak daerah" kata Heri.

Heri, dalam keterangannya mengatakan jika dianggap baik dan relatif lancar, maka pola dan skema penyelenggaran porprov seperti ini juga diharapkan akan menjadi prototipe penyelenggaraan porprov dan multi event lain ke depannya.(Nr)