Rasa Haru, Ratusan Ortu HKBP Bahal Gajah Tiga Bolon Ikuti Prosesi Jalan Salib
Simalungun - Ratusan orangtua (Ortu) Remaja Naposo (Pemuda) HKBP Bahal Gajah, Tiga Bolon, antusias ikuti prosesi jalan salib yang dilakoni Naposo Gereja, Jumat (18/4/2025) sekira pukul 13.00 WIB.
Prosesi jalan salib diprakarsai oleh Biblevrow, Destaria Tambunan. Sementara pemeran utama yang berperan sebagai Yesus diperankan oleh Josua Pardede (24).
Sedangkan Maria diperankan oleh Grace Simanjuntak, Magdalena diperankan Imel Napitu, sebagai Raja Herodes diperankan oleh Januarto Nainggolan dan Pontius Pilatus dilakoni oleh Dodi Manurung.
Pdt Resort HKBP Bahal Gajah - Tiga Bolon, Pdt David Sipahutar didampingi Biblevrow, Destaria dan Capen, Lisbet Marpaung menjelaskan perjalanan jalan salib sekira 1 km dimulai dari Huta Tiga Bolon Pane sampai ke halaman PAUD HKBP Tiga Bolon (Lokasi Penyaliban).
Meskipun cuaca saat itu terik panas matahari, Pdt David Sipahutar, Parhalado dan anak sekolah minggu bahkan pemeran tampak serius melaksanakan prosesi tahap demi tahap sesuai dengan yang dialami oleh Tuhan Yesus kala itu.
Tampak Josua Pardede yang berperan sebagai Yesus sungguh-sungguh merasakan kesakitan saat dicambuki dengan kuat oleh para tentara disepanjang jalan, juga terdengar seruan 'Parsilangkon ibana'(Salibkan dia).
Saut Siahaan yang sudah lanjut usia berkisar 80an juga tampak ikut berjalan kaki mengikuti prosesi jalan salib itu. Saat ditanyai, ia mengatakan merasa terharu melihat adengan tersebut.
"Disi hubereng nakkin, au merasa terharu boi tarbayangkon naditaonni Tuhan Yesus I ikkon taononna ma songoni hape soadong salahna.(Saat kulihat tadi, aku merasa terharu, bisa kita bayangkan sungguh sakit siksaan yang dirasakannnya, padahal tidak ada salahnya,"katanya sambil mengusapi matanya.
Beberapa ibu-ibu lanjut usia yang mengikuti prosesi itu tampak terharu berlinang air mata saat menyaksikan penyaliban, tangan dan kaki pemeran Yesus dipaku oleh pemeran tentara romawi.
Setelah prosesi, Josua Pardede tampak sempat pingsan karena panas terik matahari dan rasa sakit pedih dibadannya. Setelah sadar, saat ditanyai ia mengatakan seluruh badanya pedih karena luka memar betulan.
"Maniak hian sude dangingku, luka marbiru alana hona cambuk, musek didalani au holan natangis do au bang, alana baru sadar au nasalelengon on dao hape sian Tuhani, hape naburjuan Tuhani dang adong salahna, itaon ibana nahacitti. (Pedih semua badanku bang, luka membiru karena dicambuk kuat kali, lagi pulak aku nangis trus tadi bg saat jalan salib, karena baru ini aku sadar, selama ini aku jauh dariNya, padahal Dia baik dan tidak ada salahnya tapi dia rasakan sakitnya).
Setelah fragmen jalan salib, dilanjutkan dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt Resort HKBP Bahal Gajah Tiga Bolon, Pdt David Sipahutar.(Harianto Girsang)