SPMB 2026 Jabar Dimulai, Daya Tampung Sekolah Capai 109 Persen
Bandung -- Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto menegaskan, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 menjadi tahapan strategis dalam memastikan akses pendidikan yang adil, merata, dan berkualitas bagi seluruh anak di Jawa Barat.
Menurutnya, pelaksanaan SPMB tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi wujud komitmen pemerintah terhadap prinsip keadilan dan transparansi dalam layanan pendidikan.
“SPMB merupakan salah satu tahapan strategis dalam sistem pendidikan karena menjadi pintu awal dalam memastikan setiap anak di Jawa Barat memperoleh akses pendidikan yang adil, merata, dan berkualitas,” kata Purwanto ( 18/5).
Purwanto, dalam keterangannya menjelaskan, tahapan awal SPMB 2026 diawali melalui Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB). Program ini bertujuan memetakan potensi dan sebaran lulusan SMP/MTs sederajat di seluruh Jawa Barat berdasarkan pilihan sekolah, jalur masuk, serta kondisi peserta didik.
Pemetaan tahun ini tidak sekadar pendataan, tetapi menjadi instrumen strategis dalam penyaluran peserta didik, perencanaan daya tampung, serta pelaksanaan SPMB yang objektif dan tepat sasaran.
Purwanto, dalam keterangannya menjelaskan secara umum, daya tampung pendidikan menengah di Jawa Barat telah melampaui jumlah lulusan. Total daya tampung SMA, SMK, dan MA negeri maupun swasta mencapai 909.183 kursi atau setara 109,93% dari jumlah lulusan SMP/MTs sederajat sebanyak 826.996 siswa.
Rincian, daya tampung terdiri dari 195.344 kursi (SMA negeri), 143.460 (SMA swasta), 124.217 (SMK negeri), 320.720 (SMK swasta), 21.888 (MA negeri), dan 81.936 (MA swasta). Sedangkan daya tampung sekolah negeri tercatat sebesar 43,9%.
*Sekolah Manusia Unggul (Maung)*
Selain pelaksanaan SPMB reguler, berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor: 421.3/Kep.254-Disdik/2026 Tanggal 13 Mei 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menjalankan program Sekolah Manusia Unggul (Maung). Program ini bertujuan mengembangkan sumber daya manusia Jawa Barat yang unggul, berdaya saing global, dan berkarakter melalui layanan pendidikan khusus berbasis potensi dan bakat istimewa.
"Saat ini, Sekolah Manusia Unggul telah hadir di 28 SMA dan 13 SMK di Jawa Barat," ungkapnya.
Untuk mendukung pelaksanaan SPMB 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Dinas Pendidikan, Disdukcapil kabupaten/kota, dan instansi terkait telah menggelar rapat koordinasi serta membentuk Tim Management Office (TMO) di setiap daerah.
Purwanto , dalam keterangannya mengatakan pelaksanaan SPMB Sekolah Manusia Unggul mengedepankan prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, inklusif, berbasis merit dan potensi, efektif, efisien, dan berintegritas.
Sedangkan SPMB sekolah umum dilaksanakan dengan prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi.
"Kami semua berkomitmen menjaga integritas pelaksanaan SPMB dan menghindari segala bentuk intervensi maupun kecurangan," ujar Purwanto.(Nur)