Akibat Perang, Saudara Kandung Ini Harus Membela Kubu yang Berbeda

Akibat Perang, Saudara Kandung Ini Harus Membela Kubu yang Berbeda

New York -- Perang, dengan segala kekerasan dan kehancurannya, sering kali melahirkan permusuhan yang mendalam, terutama di antara mereka yang berada di pihak yang berlawanan. Namun, yang paling ironis adalah ketika permusuhan tersebut terjadi di antara mereka yang seharusnya memiliki ikatan yang erat, yaitu saudara kandung. Dalam sejarah, banyak kasus di mana perang memisahkan saudara, mengadu domba mereka, dan menempatkan mereka di kubu yang berseberangan. Berikut adalah kisah-kisah pilu tentang saudara yang terpisah oleh perang, dari Amerika Serikat hingga Angola.

Tragedi Akune Bersaudara: Terjebak di Antara Dua Tanah Air

Di masa sebelum Perang Dunia Kedua, banyak warga Jepang yang telah menetap di Amerika Serikat, membangun kehidupan baru di negeri yang jauh dari tanah kelahiran mereka. Namun, ketika perang meletus, mereka menghadapi dilema besar. Jepang, tanah leluhur mereka, kini menjadi musuh Amerika Serikat, negara tempat mereka tinggal. Kisah Akune bersaudara adalah contoh tragis dari situasi ini.

Setelah ibu mereka meninggal, keluarga Akune kembali ke Jepang. Harry dan Ken, dua dari Akune bersaudara, kemudian memutuskan untuk kembali ke Amerika Serikat dengan harapan mendapatkan pekerjaan. Namun, situasi berubah drastis saat mereka tiba di sana. Mereka ditahan oleh pemerintah Amerika Serikat, yang mencurigai mereka sebagai mata-mata Jepang. Di sisi lain, di Jepang, Saburo dan Shiro, adik-adik mereka, telah bergabung dengan militer Jepang.

Ironisnya, perang memaksa keluarga Akune untuk saling berhadapan di medan yang berbeda. Harry dan Ken bertugas di militer Amerika, sementara Saburo dan Shiro membela Jepang. Setelah perang berakhir, keempat saudara ini akhirnya bertemu kembali di Jepang, namun pertemuan itu hampir berujung pada konflik, dengan adik-adik mereka menuduh Harry dan Ken sebagai pengkhianat. Untungnya, ayah mereka berhasil meredakan ketegangan, dan seiring waktu, hubungan mereka kembali membaik. Mereka akhirnya memutuskan untuk pindah bersama-sama ke Amerika Serikat, meninggalkan masa lalu yang pahit.

Perang Saudara AS: Keluarga Crittenden yang Terkoyak oleh Perang

Perang saudara adalah tragedi yang paling memilukan karena sering kali mengadu domba warga negara yang sama, bahkan keluarga sendiri. Di Amerika Serikat, perang saudara yang terjadi antara kubu Union dan Konfederasi meninggalkan luka yang mendalam di hati bangsa. Keluarga Crittenden dari Kentucky adalah salah satu keluarga yang merasakan pahitnya perpecahan ini.

George, anak tertua, memilih untuk bergabung dengan tentara Konfederasi, sementara dua adiknya, Thomas dan Eugene, memutuskan untuk bergabung dengan tentara Union. George bertempur untuk Konfederasi hingga akhirnya, pada tahun 1862, ia memutuskan untuk meninggalkan militer setelah mengalami kekalahan yang menghancurkan semangatnya. Keputusan ini menambah lapisan tragis pada kisah keluarga Crittenden, yang harus menyaksikan saudara-saudara mereka berada di kubu yang berlawanan dalam konflik yang membelah negara.

Nepal: Saudara yang Dipisahkan oleh Pemberontakan

Di Nepal, perang saudara yang terjadi pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 mengubah wajah negara tersebut selamanya. Konflik antara pasukan pemerintah dan pemberontak Maois tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menghancurkan banyak keluarga. Kisah Juna dan Bhuwan Rai adalah salah satu contoh dari banyak kisah pilu yang terjadi selama perang saudara ini.

Juna, yang masih sangat muda saat itu, tergoda oleh janji kebebasan dan keadilan sosial dari pemberontak Maois dan memutuskan untuk bergabung dengan mereka. Namun, setelah ditangkap oleh pasukan pemerintah pada tahun 2009, ia menyadari bahwa saudaranya, Bhuwan, sebenarnya adalah seorang tentara yang bertugas melawan pemberontak. Meskipun awalnya berjuang di pihak yang berlawanan, Juna dan Bhuwan akhirnya bisa bersatu kembali di pihak yang sama setelah Juna direhabilitasi dan bergabung dengan angkatan bersenjata Nepal pada tahun 2013.

Angola: Kisah Samacumbi Bersaudara di Tengah Perang Berlian

Di Afrika, Angola menjadi saksi dari perang saudara yang panjang dan berdarah, yang sebagian besar dipicu oleh perebutan kontrol atas sumber daya alam yang kaya, termasuk berlian. Perang yang terjadi antara kelompok MPLA dan UNITA tidak hanya memecah negara tersebut, tetapi juga menghancurkan kehidupan banyak keluarga, seperti yang terjadi pada Amaral dan Luis Samacumbi.

Amaral dan Luis, yang masih remaja, terpisah ketika pasukan UNITA menyerang desa mereka. Amaral ditangkap dan dipaksa menjadi prajurit UNITA, sementara Luis kemudian direkrut oleh MPLA. Bertahun-tahun kemudian, Luis, yang telah menjadi komandan di MPLA, hampir tewas dalam serangan oleh UNITA. Tak disangka, salah satu prajurit UNITA yang terlibat dalam serangan tersebut adalah Amaral, saudara kandungnya sendiri.

Setelah perang berakhir pada tahun 2002, Luis dan Amaral akhirnya bisa bertemu kembali. Namun, pertemuan tersebut membawa rasa pahit, terutama setelah Luis mengetahui bahwa saudaranya kehilangan kakinya akibat perang. Meski demikian, pertemuan ini juga menjadi awal dari proses penyembuhan bagi kedua bersaudara yang telah lama terpisah oleh kekejaman perang. (Dir)



Sumber Berita: https://listverse.com/2014/10/14/10-sibling-soldiers-who-fought-on-opposite-sides/