PEMATANGSIANTAR - Masyarakat saat ini hidup dalam era digital yang bergerak dengan kecepatan luar biasa. Informasi tidak lagi menjadi barang langka, melainkan melimpah ruah, bahkan cenderung berlebihan (information overload).
Baca juga: Samosir Sukses Jadi Tuan Rumah Toba Caldera Culture Festival 2026, Bupati Vandiko Dorong Budaya Batak ke Dunia"Melalui genggaman gawai, anak-anak kita, para siswa, dan masyarakat luas dapat mengakses berbagai berita, opini, dan konten dalam hitungan detik. Namun, kemudahan ini datang dengan tantangan besar," ujar Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Dra Happy Oikumenis Daely dalam acara Bimtek Literasi Informasi untuk Pustakawan, Guru, dan Pegiat Literasi Tahun 2026 Kota Pematangsiantar. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Ruang Serbaguna Pemko Pematangsiantar, Rabu (30/09/2026).
Baca juga: Wali Kota, Wesly Diwakili Staf Ahli Happy Daely Buka Peringatan Haornas, Pematangsiantar, Tuan Rumah 3 Cabor PorprovsuWesly, melalui Happy, menyatakan bahwa arus informasi yang deras sering kali membawa serta gelombang disinformasi, hoaks, berita palsu, serta konten negatif yang dapat merusak pola pikir masyarakat, khususnya generasi muda."Di sinilah peran strategis bapak dan ibu sekalian, para pustakawan, guru, dan pegiat literasi menjadi sangat krusial. Anda bukan lagi sekadar penjaga buku atau penyampai kurikulum di kelas, melainkan garda terdepan (frontliners) penjaga gawang moral intelektual masyarakat kita," tambah Wesly.
Baca juga: Bupati Vandiko Dukung Pendirian SMA Plus Berasrama Katolik Santo Mikael di SamosirDisampaikan pula bahwa literasi di era modern tidak lagi cukup hanya diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis. Literasi hari ini adalah kemampuan untuk mencari, mengevaluasi secara kritis, menggunakan, dan menyebarkan informasi secara etis dan bijak.
Baca juga: Ketua Dekranasda Ny Liswati Menghadiri Kriyanusa Bersama Ny Selvi Gibran Rakabuming RakaDitegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar akan terus mendukung penguatan ekosistem literasi melalui kebijakan yang berpihak pada peningkatan kapasitas tenaga kependidikan, pustakawan, dan fasilitas literasi publik.Sebelumnya, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Pematangsiantar Ir Christina Risfani Sidauruk dalam laporannya menyampaikan bahwa maksud penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pelatihan keterampilan teknis dalam mencari, mengakses, mengevaluasi, mengorganisasi, serta memanfaatkan informasi secara efektif, kritis, dan bertanggung jawab, serta memperkuat sinergi antara pilar pendidikan dan perpustakaan dan pegiat literasi agar siap menjadi agen perubahan dalam mendampingi siswa di lingkungan masing-masing.Kegiatan ini diikuti oleh 150 peserta, dengan narasumber antara lain: Donni Yudha Prawira SSos MIkom (Kepala Unit Pengelola Akademik Perpustakaan Universitas Negeri Medan), Murniaty SSos (Pustakawan Ahli Madya Universitas Sumatera Utara), dan Farida Christina Sitorus SPd (Guru PKBM Bintang INRII/Pengelola TBM Sopo Safari). (Harianto Girsang)
Bagikan: