23 Aug, 2026

Pengelolaan Sektor Perkebunan Di Garut Harus Jadi Percontohan

Indofakta.com, 2026-08-23 09:03:36 WIB

Bagikan:

Adikarya Parlemen

Baca juga: Hari Jadi Jabar Ke-81 hMomentum Perbaikan Pembangunan Di Desa

Bandung -- Potensi agribisnis di Jabar hingga saat ini berperan penting dan telah memberikan nkontribusi yang signifikan bagi keberlangsungan pembangunan perekonomian
Salah satu sektor agrobisnis tersebut adalah sektor perkebunan,

Baca juga: Radea Respati Apresiasi PKM FEB Universitas Widyatama Dorong Ecopreneurship Warga Binaan

Keseluruhan Sektor agribisnis tersebut, agar bisa terus berkembang, peran dari daerah Kabupaten/Kota juga sangat berperan yaitu sinergitas antara Pemerintah Provinsi Jabar dengan Pemerintah Kabupaten.

Baca juga: Edwin Senjaya Ajak Warga Bandung Gelorakan Hidup Sehat dan Cinta Tanah Air di Fun Walk LDII 2026

Harapan itu sudah direalisasikan salah satunya dengan Kabupaten Garut. Sinergitas tersebut saat ini sudah menunjukkan kemajuan yaitu kian bertambahnya areal perluasan kawasan hutan serta adanya inovasi dalam pengelolaan sektor perkebunan.

Baca juga: Pemberian Remisi Dorong Sinergitas Antar Lembaga

Hal ini, diungkapkan Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jabar Dapil Kabupaten Garut, Dede Kusdinar, dalam keterangannya kepada media baru-baru ini .

Dede, dalam keterangannya mengatakan merujuk pada data BPS, di Kabupaten Garut,di tahun 2024 luas areal kawasan perkebunan yang digunakan untuk penanaman kopi mencapai 4.742;Ha, sementara itu di tahun 2026 luas areal tersebut telah mencapai 6.246 Ha.

" Jadi dengan melihat data tersebut areal penanaman kopi mengalami penambahan seluas 1. 504 Ha" kata Dede.

Dede, yang juga anggota Komisi 2 DPRD Jabar dalam keterangannya mengatakan penambahan areal tanam perkebunan di suatu daerah itu memberikan peluang baru bagi keberlanjutan pembangunan di sektor perkebunan.

Penambahan areal perkebunan itu memberikan peluang jumlah produksi dsn produktivitas pertanian itu berpeluang meningkat pula.

" Peningkatan produksi dan produktivitas komoditas perkebunan jelas memberikan peluang geliat di sektor perkebunan berpeluang memberikan manfaat untuk memberikan kontribusi pada pembangunan di bidang perekonomian " kata Dede.

Dede, dalam keterangannya mengatakan kemajuan lain pengelolaan di sektor perkebunan di Kabupaten Garut itu juga nampak dari pengelolaannya.

Pengelolaan itu dipadukan dengan pengembangan program wisata . Jadi pengelolaan perkebunan kopi dilakukan secara terpadu berbasis kewilayahan.

Pengelolaan seperti itu , jelas sebuah kemajuan karena di sisi lain melalui pengelolaan sektor perkebunan dengan fokus pada penanaman kopi sekaligus juga dapat mendongkrak kemajuan di sektor pariwisata.

" untuk konteks pengelolaan selanjutnya pemerintah daerah harus segera melakukan pemetaan daerah " terang Dede.

Dede, dalam keterangannya mengatakan pemetaan daerah itu diperlukan untuk memperluas pengembangan sektor perkebunan.

Pemetaan tersebut, dari sisi manfaat tak hanya untuk memperluas tanaman kopi saja, tetapi juga untuk komoditas lain ya.

Di Jabar, komoditas unggulan sektor perkebunan selain kopi itu juga  diantaranya teh, tebu, kakao, kelapa, vanila dan akar wangi.

" demi keberlanjutan pembangunan di sektor perkebunan selain diperlukan pemetaan juga perlu segera diimplementasikan hilirisasi komoditas perkebunan dan  penguatan regenerasi petani serta dukungan fasilitasi benih unggul komoditas perkebunan" ujar Dede.(Adv)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online