3 Jul, 2026

Cruella 2 Masih Mungkin Terjadi: Emma Stone dan Sutradara Buka Peluang Sekuel

Indofakta.com, 2026-07-02 20:04:02 WIB

Bagikan:

AS -- Di tengah sorotan yang menempatkan Emma Stone sebagai salah satu aktris paling produktif dan dihormati di generasi ini, nama Cruella De Vil kembali muncul, bukan sebagai sekadar kenangan dari remake 2021, melainkan kemungkinan bab selanjutnya yang masih ia dan sutradara bicarakan secara terbuka.

Baca juga: Finale WU The Series: Antara Chemistry SkyNani dan Gelombang Viral di Media Sosial Indonesia

Pernyataan itu datang dari Craig Gillespie, yang mengarahkan Cruella, ketika ditanya apakah sekuel akan terwujud: “It's possible. That's going to be something else that's on the agenda.”

Baca juga: Satu Tongkat di Rumah Adat Kubalahin: Pengukuhan Komarudin Besan dan Upaya Mengunci Dualisme Kekuasaan Adat di Buru

Fakta inti ini sederhana: Cruella 2021 belum sepenuhnya ditutup, ada keinginan dan pembicaraan yang terus berjalan di belakang layar.

Baca juga: Wali Kota Wesly Lantik Budiman Ricardo Surya Tanjung sebagai Dirtek Perumda Tirta Uli

Film pertama menempatkan Estella yang kemudian memilih nama Cruella dalam panggung mode London era 1970-an, menghadapi pertarungan kekuatan dengan The Baroness yang diperankan Emma Thompson.

Baca juga: Kodim 0213/Nias Rampungkan Pembangunan Jembatan Aramco di Nias Barat

Versi live-action itu bukan sekadar pengulangan, melainkan reinterpretasi karakter yang memadukan balas dendam, seni mode, dan gelora pencarian identitas.

Konteks produksinya penting untuk dipahami.

Cruella diluncurkan dalam masa pascakuncian COVID-19; dengan anggaran diperkirakan USD 100 juta, film itu meraih pendapatan global USD 233,5 juta dan mendapat nominasi Oscar untuk Best Costume Design.

Angka tersebut menunjukkan keberhasilan finansial yang moderat namun signifikan, terutama mengingat tantangan distribusi pada masa itu.

Sejak pengumuman awal tentang sekuel, Cruella 2 memang pernah dikonfirmasi lalu masuk fase pengembangan panjang yang hingga kini belum rampung.

Pihak-pihak yang terlibat tetap sama-sama dinamis.

Craig Gillespie, sutradara yang kembali menggugah minat industri dengan proyek-proyek baru, termasuk menyutradarai film kedua di DCU karya James Gunn, menyatakan kemungkinan sekuel tanpa mengunci jadwal atau detail.

Di sisi lain, Emma Stone berada pada puncak permintaan.

Kariernya belakangan semakin berkilau: nominasi Oscar kelima tahun ini untuk Bugonia menambah rekam prestasinya setelah dua kemenangan untuk La La Land dan Poor Things.

Hubungan kreatifnya dengan Yorgos Lanthimos, yang membuahkan Poor Things dan Bugonia, menjadikan kalendernya padat dan menempatkan keputusan soal Cruella 2 bergantung pada ketersediaan sang pemeran utama.

Mengapa Cruella masih relevan?

Ada beberapa alasan yang tercermin dari data produksi dan respons penonton.

Pertama, pendekatan film sebagai reimagining, bukan remake literal, memberi ruang cerita untuk berkembang dari asal-usul Estella menuju sosok Cruella yang lebih kompleks.

Kedua, pengakuan kritis terhadap aspek mode dan desain kostum, yang sampai mendapat nominasi Oscar, menandai unsur estetika kuat yang bisa menjadi pusat lanjutan narasi.

Ketiga, performa box office yang wajar di tengah kondisi sulit membuktikan adanya audiens yang siap menerima kelanjutan, asalkan kualitas dan waktu peluncuran tepat.

Dari sisi isi cerita, film pertama menonjolkan unsur transisi: Estella yang bercita-cita menjadi perancang mode, merangkul alter ego Cruella untuk mengekspresikan pemberontakan dan ambisi.

Sekuel yang direncanakan berdasarkan pernyataan para pihak kemungkinan besar akan melanjutkan eksplorasi karier mode Cruella dan sisi kriminalitasnya yang mulai dibangun.

Namun catatan penting: tidak ada detail plot, jadwal produksi, atau konfirmasi peran tambahan yang resmi dirilis sampai sekarang.

Informasi mengenai rumor casting seperti kabar yang pernah beredar tentang Taylor Swift berstatus tidak terkonfirmasi dan dipandang tidak mungkin secara pasti tanpa pengumuman resmi.

Ada juga aspek industri yang menentukan tempo kelanjutan proyek: ketersediaan pemain kunci, prioritas pembuat film, dan strategi studio.

Emma Stone yang muncul berkali-kali di ajang-ajang bergengsi dan proyek arthouse membuatnya menjadi aset yang sangat diinginkan, tetapi juga menuntut penjadwalan yang fleksibel.

Sementara itu, Craig Gillespie sedang menangani proyek lain besar, yang menambah variabel waktu.

Pernyataan “it's possible” yang diucapkan Gillespie mencerminkan realitas industri film modern: banyak proyek yang berada di agenda, diketahui dan diinginkan, namun menunggu momen ketika semua elemen bisa selaras.

Data dari film pertama yang wajib dicatat dalam setiap evaluasi kelayakan sekuel: pendapatan global USD 233,5 juta terhadap perkiraan anggaran USD 100 juta; nominasi Oscar untuk desain kostum; pujian khusus terhadap interpretasi karakter yang menawarkan lapisan psikologis dan estetika.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa Cruella bukanlah fenomena yang meledak secara blockbuster, tapi memberikan landasan komersial dan artistik yang cukup untuk dipertimbangkan sebagai franchise potensial, dengan catatan bahwa kelanjutan harus menjaga kualitas kreativitas yang sama atau lebih baik.

Insight ringan dari gabungan data dan pernyataan pihak terkait: kemungkinan sekuel bergantung pada tiga hal utama yaitu kapan Emma Stone bisa menyesuaikan jadwalnya, apakah studio melihat peluang pasar yang menguntungkan untuk cerita Cruella yang lebih gelap atau lebih modis, dan sejauh mana tim kreatif ingin menjaga nuansa reimagining tanpa berubah menjadi franchise yang kehilangan arah.

Semua ini bukan spekulasi bebas, melainkan pembacaan logis atas fakta yang ada: pernyataan sutradara, rekam jejak box office, pengakuan kritis, dan keadaan jadwal kreatif.

Untuk penggemar yang haus informasi, beberapa catatan praktis: Cruella tersedia untuk streaming di Disney+.

Kabar terbaru mengenai sekuel datang dari ucapaan terbuka Craig Gillespie kepada The Playlist, sebuah isyarat bahwa pembicaraan ada, tetapi tanpa komitmen produksi yang konkret.

Emma Stone sendiri pernah menyatakan keinginannya untuk kembali ke peran itu hingga 2024, menunjukkan minat internal, namun belum ada jadwal resmi yang mengikat.

Mengapa pembicaraan ini menarik bagi publik luas?

Ada beberapa tema yang resonan: kebangkitan kreatif di tengah keterbatasan, konflik kelas dalam dunia mode, serta daya tarik tokoh antagonis yang diberi lapisan kemanusiaan.

Ketertarikan terhadap sekuel bukan sekadar soal penggemar 101 Dalmatians atau fashion film; ini soal bagaimana industri menyeimbangkan nostalgia, estetika, dan tuntutan talenta besar seperti Emma Stone.

Penutupnya bukan soal memastikan sekuel akan terjadi.

Pernyataan “it's possible” menandai pintu yang terbuka, tapi bukan lampu hijau.

Dalam dinamika industri Hollywood sekarang, khususnya untuk proyek yang mengandalkan bintang dan visi kreatif, keputusan akhir seringlah hasil dari serangkaian faktor yang saling terkait.

Bagi penonton dan pengamat film, yang dapat dilakukan saat ini adalah mengamati pengumuman resmi dari studio dan pergerakan jadwal Emma Stone serta Craig Gillespie.

Sampai saat itu, Cruella tetap menjadi sosok yang memikat: setengah legenda mode, setengah misteri yang menunggu bab selanjutnya.

(Wy/Red)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online