16 Jun, 2026

BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, Perkuat Jakarta sebagai Destinasi Wisata Olahraga Kelas Dunia

Indofakta.com, 2026-06-15 13:02:16 WIB

Bagikan:

JAKARTA -- Ribuan pelari memadati ruas-ruas jalan ibu kota dalam gelaran BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 yang berlangsung pada 13-14 Juni 2026. Antusiasme yang luar biasa dari peserta dalam dan luar negeri tak hanya menghadirkan semarak olahraga, tetapi juga mempertegas posisi Jakarta sebagai salah satu destinasi sport tourism yang semakin diperhitungkan di tingkat internasional.

Baca juga: Mengapa Anda Tidak Perlu Membaca Ratusan Buku: Cara Sederhana Mengubah Hidup dengan Prinsip Efek Kompon dan Integritas Diri

Sepanjang dua hari penyelenggaraan, total 45.500 pelari ambil bagian dalam ajang lari terbesar di Indonesia tersebut. Jumlah itu meningkat sekitar 47 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang diikuti sekitar 31.000 peserta.

Baca juga: Pangdam III/Siliwangi pimpin Upacara HUT Ke-67 Menwa Mshawarman Jawa Barat Tahun 2026

Pada hari pertama, Sabtu (13/6/2026), sebanyak 20.500 pelari mengikuti kategori 5K dan 10K yang dipusatkan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat. Sementara pada hari kedua, Minggu (14/6/2026), sebanyak 25.000 pelari turun pada nomor half marathon dan marathon yang melintasi sejumlah ikon ibu kota.

Baca juga: Diduga, Whell Loader Milik PT Belawan Indah (BI) Lakukan Pengerusakan Pembangunan Tembok Milik PT SBP

Kesuksesan penyelenggaraan BTN JAKIM 2026 mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya ajang tersebut dengan lancar dan tertib.

Baca juga: Detektor Bawah Tanah Raksasa di China Ungkap Temuan Perdana tentang Partikel Hantu Misterius Alam Semesta

"Kami, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sangat bangga dan bahagia karena JAKIM dapat terlaksana dengan baik. Saya dan Pak Gubernur mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Jakarta. Alhamdulillah, semuanya menyadari bahwa Jakarta adalah milik bersama," ujar Rano kepada awak media, Minggu (14/6/2026).

Menurut Rano, peningkatan jumlah peserta menjadi indikator semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap ajang lari internasional yang digelar di Jakarta.

Lebih dari sekadar perlombaan, kehadiran 1.012 pelari mancanegara dari berbagai negara menunjukkan bahwa Jakarta semakin menarik sebagai tuan rumah event olahraga internasional.

"Antusiasme peserta tahun ini meningkat sangat signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan dan minat masyarakat terhadap ajang lari internasional di Jakarta terus tumbuh," katanya.

Kehadiran peserta internasional juga menjadi sinyal positif bagi pengembangan pariwisata olahraga di Indonesia. Rano menilai Jakarta kini memiliki peluang besar untuk menempatkan dirinya sejajar dengan kota-kota dunia yang rutin menggelar marathon berskala internasional.

"Ajang ini semakin memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism kelas dunia. Kehadiran pelari mancanegara menjadi bukti bahwa Jakarta semakin dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan event olahraga berskala internasional," ujarnya.

Tidak hanya berdampak pada sektor olahraga, BTN JAKIM 2026 juga memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi ibu kota.

Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir menilai ajang tersebut mampu menciptakan perputaran ekonomi melalui pengembangan sport tourism dan sport industry.

"Dengan ada ini kan, sport tourism, sport industry bisa berkembang. 45 ribu peserta bukan jumlah yang kecil, dan ini secara ekonomi luar biasa," kata Erick.

Senada dengan itu, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu mengungkapkan bahwa peserta BTN JAKIM 2026 berasal dari 55 negara. Kehadiran mereka memberikan dampak nyata terhadap tingkat okupansi hotel dan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi perlombaan.

"Kita angkanya luar biasa besar dan hampir seluruh hotel di kawasan Sudirman sampai Senayan dan Thamrin itu penuh oleh para tamu-tamu pelari. Dan ini dihadiri dari 55 negara," ujarnya.

Nixon menyebut dampak ekonomi yang dihasilkan BTN JAKIM 2026 meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Sektor yang turut merasakan manfaat antara lain:

- Perhotelan dan penginapan
- Restoran dan kuliner
- Transportasi
- Pusat perbelanjaan
- Pelaku UMKM
- Tenant di kawasan Gelora Bung Karno dan sekitarnya

Salah satu peserta marathon, Apien Malau (47), mengaku melihat langsung bagaimana ajang ini menggerakkan sektor ekonomi kota.

"Wih jelas, bisa meningkatkan sport tourism. Semua masuk ke sini. Hotel, kuliner, semuanya. Untuk hotel, semua orang, bahkan yang tinggal di Jakarta, yang di Jabodetabek aja kalau nggak mau ribet, dia booking hotel juga di sini," katanya.

Apien berharap BTN JAKIM dapat terus berkembang dan menarik lebih banyak peserta pada masa mendatang.

"Harapannya masih tetap lanjut, bahkan lebih gede kalau bisa. Tokyo itu kan 80 ribu sampai 90 ribu," ujarnya.

Dari sisi teknis, BTN JAKIM 2026 juga mendapat pengakuan karena menggunakan rute yang telah disesuaikan dengan standar Elite Road Race Label dari World Athletics.

Berbagai fasilitas pendukung turut disediakan untuk meningkatkan kenyamanan peserta, antara lain:

- Water station di berbagai titik lintasan
- Cooling zone
- Live tracking peserta
- Cheering zone
- Area finis terpusat di Stadion Utama GBK

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang turut berpartisipasi pada kategori 10K, Sabtu (13/6/2026), menilai keberhasilan penyelenggaraan BTN JAKIM 2026 menjadi bukti kesiapan Jakarta menjadi tuan rumah berbagai event olahraga internasional.

"Keberhasilan penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon 2026 ini menjadi bukti bahwa Jakarta memiliki kapasitas, infrastruktur, dan dukungan masyarakat yang kuat untuk menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga berskala internasional," ujarnya.

Menurut Pramono, semakin banyak event internasional digelar di Jakarta, semakin besar pula dampak positif yang dirasakan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro dan kecil.

"Saya meyakini, semakin banyak ajang seperti ini digelar, semakin kuat pula posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism dunia yang mampu menarik wisatawan, menggerakkan perekonomian, serta memperkenalkan wajah Jakarta sebagai kota global yang inklusif, kompetitif, dan berdaya saing," kata Pramono.

Kesuksesan BTN Jakarta International Marathon 2026 bukan hanya menjadi kemenangan bagi para pelari yang berhasil menaklukkan garis finis, tetapi juga menjadi pencapaian penting bagi Jakarta dalam memperkuat identitasnya sebagai kota global yang ramah olahraga, wisata, dan investasi. Dengan jumlah peserta yang terus meningkat serta dampak ekonomi yang semakin besar, ajang ini berpotensi menjadi salah satu marathon terbesar dan paling bergengsi di kawasan Asia pada masa mendatang.

(Wy/Red)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online