Bandung _ Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) secara resmi menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda. Peringatan ini menjadi tonggak kebangkitan jati diri dan karakter warga Jawa Barat.
Baca juga: DPRD Jabar dan KPID Dorong Revisi UU PenyiaranTerkait hal tersebut Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat H.M.Hasbulah Rahmad S.Pd,M.Hum . saat di minta tanggapannya melalui telepon selulernya mengungkapkan,dirinya memberikan apresiasi dan dukungan atas Penetapan Hari Tatar Sunda telah diformalkan dalam Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026 Tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda,tutur legislator senior dari Partai Amanat Nasional ini.Kamis 7 Mei 2026.
Baca juga: Bapemperda DPRD Kota Bandung Bahas Rancangan Peraturan Daerah Tentang LBH Masyarakat MiskinMenurut Hasbullah, melalui Milangkala Tatar Sunda di bawah kepemimpinan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang akrab di sapa KDM agar masyarakat terus menghidupkan budaya Sunda di wilayah masing-masing,Berdasarkan pengamatan lapangan kondisi kekinian pemahaman dan budi pekerti pada diri anak-anak sangat minim pengetahuan mereka terhadap akar budaya dan asal usul-usul serta jiwa luhur para para pendiri bangsa seperti Gotong royong,tepa seliro,hormat kepada yang lebih tua dan hal-hal positif lainnnya.
Baca juga: Legislatif Jabar Tindaklanjuti Aspirasi MasyarakatMenurut Hasbullah di jamannya kalau murid ketemu dengan gurunya mereka tidak berani menatap wajahnya,kalau kondisi saat ini malah terbalik malah siswa berani mengajak gurunya berkelahi di tegah proses belajar di kelas,hal ini sangat memprihatinkan,bila tidak di perbaiki karakter/budi pekerti generasi gen z melalui kebudayaan maka di khawatirkan dua puluh tahun kedepan akar kebudayaan terserabut menghilangkan nilai-nilai luhur budaya bangsa.
Baca juga: Pembahasan LKPJ 2025 Tuntas, Pansus 15 Bakal Susun Rekomendasi Pendongkrak Kinerja PemkotPelaksanaan Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran budaya Milangkala Tatar Sunda yang membawa Mahkota Binokasih sebagai simbol kebesaran budaya Sunda.Para generasi penerus di jabar jadi tahu bahwa Jawa Barat dulunya memiliki Kerajaan besar.Diharap kegiatan Napak Tilas Padjadjaran dapat menjadi penguat pembangunan daerah,menjalankan nilai-nilai leluhur seperti deudeuhan,welasan, dan asihan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur.Kirab Budaya Tatar Sunda ini, ujar Hasbullah tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga memperkuat kebersamaan masyarakat serta mendorong pergerakan ekonomi lokal di berbagai daerah yang dilalui.(Adv)
Bagikan: