SAMOSIR – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Samosir menggelar sosialisasi budidaya bawang putih di Kantor Dinas di Parbaba, Kecamatan Pangururan, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.
Baca juga: Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis, Wali Kota Wesy Sebut Wujud Nyata Keragaman Etnis dan Budaya yang Terjalin Harmonis di Pematangsiantar Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dr. Tumiur Gultom, bersama sejumlah kelompok tani penerima manfaat dari berbagai wilayah di Samosir.
Baca juga: Wali Kota Wesly Dampingi Gubernur Sumut Bobby Nasution Bahas Permasalahan SMAN 5 PematangsiantarMenariknya, sosialisasi ini menghadirkan narasumber petani yang tergolong sukses, Marnaek Lumban Gaol (35), asal Desa Hutapaung, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan. Dalam pemaparannya, Marnaek membagikan pengalaman praktik budidaya bawang putih yang telah terbukti menghasilkan panen melimpah.
Baca juga: Diduga Korupsi Rp 533 Juta, Mantan Ketua BUMNag DisidangkanIa menjelaskan, dengan teknik penanaman yang tepat dan penggunaan bibit sekitar 600 hingga 800 kilogram per hektar, hasil panen dapat mencapai hingga 20 ton per hektar dalam kondisi bawang putih basah.
Baca juga: Menteri Pariwisata Turun Langsung ke Samosir, Sinyal Kuat Menuju Destinasi Wisata Dunia“Kalau dikerjakan sesuai teknik, hasilnya bisa maksimal. Saya sendiri sudah menanam dua hingga tiga hektar, dan hasilnya mencapai 20 ton per hektar,” ujarnya. (Diterjemahkan dari bahasa batak)Keberhasilan tersebut bahkan menarik perhatian pejabat tingkat pusat. Marnaek menyebut, sektor pertanian yang berkembang pesat dapat menjadi magnet kunjungan pejabat, bahkan hingga level nasional.“Kalau pertanian kita bagus, presiden pun bisa kita undang saat panen. Minimal ada lahan tiga hektar yang siap dipanen,” katanya.Menurutnya, kemajuan sektor pertanian juga berdampak luas, termasuk mendorong pembangunan infrastruktur seperti perbaikan jalan.“Kalau pejabat pusat datang meninjau, biasanya akses jalan juga ikut diperhatikan,” tambahnya.Ia pun mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Samosir yang telah memberikan bantuan berupa bibit dan alat pertanian seperti traktor.“Bantuan ini sudah sangat membantu. Tinggal bagaimana petani serius mengelolanya,” ujarnya.Dalam kegiatan tersebut, terdapat dua kelompok tani yang dinilai telah memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan dari kementerian, yakni memiliki lahan minimal 10 hektar per kelompok. Kedua kelompok tersebut berasal dari Desa Maduma, Santo Hadrianus Pea Jolo, dan kelompok Lamtama.
Kelompok akan menerima bantuan berupa 16 ton bibit bawang putih serta dua unit traktor. Bibit tersebut akan ditanam dengan standar 600 hingga 800 kilogram per hektar.Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dr. Tumiur Gultom, menegaskan agar para petani benar-benar memanfaatkan bantuan yang diberikan dengan penuh tanggung jawab.“Keseriusan petani sangat menentukan keberhasilan program ini. Bantuan ini bukan sekadar diberikan, tetapi harus mampu meningkatkan produksi dan ekonomi petani,” tegasnya.Melalui sosialisasi ini, diharapkan budidaya bawang putih di Samosir semakin berkembang dan mampu menjadi salah satu komoditas unggulan yang mendongkrak kesejahteraan masyarakat.(Jst)
Bagikan: