Sumut, -- Aliansi serikat pekerja dan masyarakat menyampaikan keprihatinannya atas pernyataan Ephorus HKBP, Victor Tinambunan, yang menyerukan agar TPL ditutup.
Baca juga: Disdikpora dan PGRI Samosir Serahkan Bantuan Rp12 Juta kepada Korban Rumah Tertimpa Pohon Kemiri di PardugulPernyataan yang disampaikan di akun Facebook pribadi, memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk karyawan TPL, mitra kontraktor, serta masyarakat sekitar yang kehidupannya bergantung pada keberlanjutan operasional perusahaan.
Baca juga: Disdikpora dan PGRI Samosir Salurkan Rp42 Juta untuk Korban Kebakaran di Dosroha Simanindo"Kami sebagai karyawan dan sekaligus serikat pekerja TPL merasa sangat menyayangkan pernyataan yang dibuat oleh Opung Ephorus HKBP. Kami dan keluarga hidup dan bergantung dari perusahaan ini yang jelas memberikan manfaat nyata bagi kami dan desa tempat kami tinggal," ujar Pesta Manurung, mewakili aliansi serikat pekerja yang terdiri dari KSBSI, PK SBI, SBSI 92, SPSI, SPN, dan Sejati.
Baca juga: Bupati Simalungun Bahas Kemajuan Masjid Agung Al-Munawwaroh Bersama PengurusPesta Manurung menambahkan bahwa sebagian besar pekerja TPL juga merupakan jemaat HKBP yang merasa kecewa atas pernyataan tersebut. "Apalagi Opung Ephorus terkesan tidak bijak dan membuat kesimpulan sepihak tanpa mendengarkan suara kami, yang merupakan bagian jemaat dan juga bagian dari gereja."
Baca juga: Gandeng Pemerintah Pusat, Bupati Vandiko Siapkan Samosir Jadi Sentra Bawang Putih NasionalPernyataan senada juga disampaikan dari Daniel Napitupulu, pemilik PT Raja Mulia Salim, salah satu kontraktor TPL yang telah menyediakan jasa tenaga kerja dan konstruksi selama 25 tahun. Para karyawan yang sebagian besar berdomisili di Porsea, Napitupulu menyatakan keprihatinannya terhadap seruan penutupan TPL."Seruan tersebut sangat mengancam kehidupan kami orang yang menggantungkan hidup dari perusahaan ini. Dari hasil kerja sama dengan TPL, saya berhasil menyekolahkan anak saya ke perguruan tinggi dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. Karyawan saya pun sering bertanya mengenai kelanjutan pekerjaan, apalagi perusahaan sudah menghentikan operasional selama 5 bulan," ungkapnya.Demikian juga Johan Sitorus dari CV RJB, yang mempekerjakan 40 orang karyawan mitra, juga menyampaikan pandangannya sebagai jemaat HKBP Ressort Pangombusan. Ia mengaku kecewa dengan seruan tersebut, mengingat ketergantungan hidup masyarakat banyak pada TPL."Jika TPL tutup, banyak dari kami yang terpaksa kembali bertani, padahal lahan pertanian di daerah ini sudah tidak mencukupi. Saya berharap TPL tetap beroperasi dan berkembang, terutama di Kabupaten Toba," jelasnya.Johan juga menyarankan agar pihak gereja, pemerintah, dan perusahaan duduk bersama untuk mencari solusi yang lebih baik.Sedangkan Lusi Siregar, yang berprofesi sebagai bidan desa Pangombusan, menyampaikan kontribusi TPL dalam mendukung kesehatan masyarakat. Menurutnya, TPL telah banyak berkontribusi, mulai dari pemberian vitamin untuk ibu hamil, makanan tambahan (PMT) untuk mencegah stunting, hingga pelatihan bagi bidan desa.Siti Khadijah, PKK Desa Tangga Batu II juga mengapresiasi dukungan TPL terhadap program UMKM desa, seperti produk OnAn Clean, sabun cuci piring buatan ibu-ibu PKK. "Dukungan ini sangat membantu ekonomi kami."Delita Gultom, anggota kelompok tani Desa Tangga Batu II, menambahkan bahwa TPL berperan penting dalam mendukung program pertanian di desanya. *"Melalui pelatihan, pemberian bibit, pupuk, dan program Jajar Legowo, TPL membantu meningkatkan hasil panen padi kami dari 25 kaleng menjadi 35 kaleng."Menutup aspirasinya, aliansi serikat pekerja dan masyarakat berharap segala permasalahan terkait perusahaan dapat dibawa ke meja dialog antara pemerintah dan perusahaan."Mengingat kontribusi sosial perusahaan yang signifikan melalui program CSR kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional, ada baiknya agar pernyataan tersebut dapat dikaji lebih adil dan menyeluruh," pungkas Pesta.Mereka berharap agar setiap pernyataan yang menyangkut perusahaan dibicarakan melalui forum terbuka antara pemerintah, perusahaan, dan pemangku kepentingan terkait demi melindungi kesejahteraan ribuan keluarga yang menggantungkan hidup pada keberlanjutan TPL.
(Tim)
Bagikan: