Serang.-- Perguruan Cahaya Karuhun Banten Tunjukkan Komitmen Melestarikan Seni Bela Diri Tradisional
Baca juga: Perkuat Integritas Pemasyarakatan, Lapas Perempuan Jakarta Gelar Ikrar Bersih dari Narkoba, Handphone Ilegal, dan PenipuanMenghadirkan Tradisi dengan Semangat Modern
Perguruan Cahaya Karuhun Banten sukses menyelenggarakan Festival Pencak Silat di penghujung tahun 2024. Acara yang diadakan pada 31 Desember di Serang ini menjadi ajang bagi seluruh murid perguruan untuk menunjukkan hasil latihan mereka. Dengan iringan kendang penca, setiap murid tampil secara bergantian, menciptakan suasana yang khidmat sekaligus meriah.
Baca juga: Akses Warga Kembali Lancar, Jembatan Armco di Desa Batu Lokong, Kec. Galang RampungAjang Pembuktian Kemajuan Para Murid
Festival ini bertujuan untuk melatih mental, menilai kemajuan murid, serta memperkuat silaturahmi antaranggota perguruan. “Kegiatan ini sudah menjadi agenda tahunan kami selama empat tahun terakhir. Ini juga menjadi kesempatan bagi murid untuk menampilkan keterampilan mereka secara maksimal,” ujar Nasrullah, pimpinan perguruan.
Baca juga: Kelurahan Terjun Bersama Babinkamtibmas dan Ormas Meminimalisir Aksi Kejahatan Melalui Patroli PerdanaKehadiran Tokoh Penting Perkuat FestivalAcara ini turut dihadiri oleh Dewan Pendiri H. Fathullah, yang mendukung penuh kegiatan hingga selesai. Tim pendukung festival, termasuk sekretaris Ade Cetuk, bidang perlengkapan Misnani dan Doni, serta nayaga Abah Janim dan Abah Jamani, juga memastikan acara berjalan lancar.
Baca juga: Jan Samuel Maringka Dikukuhkan Jadi Ketum AAAFI, Advokat dan Akuntan Forensik Bersatu Perkuat Penegakan Hukum Menghidupkan Warisan Budaya LokalSebagai perguruan pencak silat yang menjunjung tinggi nilai tradisional, Cahaya Karuhun Banten tidak hanya melatih seni bela diri, tetapi juga turut melestarikan budaya seperti seni debus. Festival ini menjadi langkah nyata untuk menjaga warisan leluhur agar tetap relevan di era modern.
Meningkatkan Apresiasi terhadap Seni Bela Diri TradisionalPerguruan Cahaya Karuhun Banten berencana membuka festival ini untuk umum di masa depan. Langkah ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat sekaligus menarik perhatian generasi muda untuk mencintai dan mempelajari pencak silat sebagai bagian dari identitas bangsa.
Pencak Silat: Warisan Leluhur yang Terus HidupSemangat melestarikan tradisi ini menjadi contoh nyata bagaimana seni bela diri dapat berkembang tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang diwarisinya. Perguruan Cahaya Karuhun Banten berhasil memadukan tradisi dengan inovasi, menjadikannya tetap relevan di tengah perubahan zaman. (Iwan H)
Bagikan: