15 May, 2026

Rebranding BRT Jadi Metro Jabar Trans Diluncurkan

Indofakta.com, 2024-12-31 20:05:24 WIB

Bagikan:

Bandung -- Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengungkapkan perubahan nama (_rebranding_) Bus Rapid Transit (BRT) menjadi Metro Jabar Trans (MJT) untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat tentang adanya moda transportasi umum bus terintegrasi di kawasan Bandung Raya.

Baca juga: Alma Wiranta Tegaskan Hapus Pidana Kurungan di Perda Bogor, Deadline 2 Januari 2027

"Kenapa _rebranding_ BRT menjadi MJT Metro Jabar Trans, karena kita harus mengingatkan masyarakat sudah mempunyai bus yang terintegrasi dan ini juga mengikat kami agar pemprov serius menangani MJT ini," ungkap Bey Machmudin saat Peluncuran Rebranding Bus Rapid Transit Menjadi Metro Jabar Trans di Jalan Diponegoro,  depan Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (31/12/2024).

Baca juga: Diikuti 1.200 Atlet, Hadi Tjahyanto Buka Kejurnas Karate Piala Ketum PB FORKI IV 2026 Di Bandung

Bey pun menyatakan peluncuran nama MJT merupakan komitmen dari Pemdaprov Jabar untuk sungguh-sungguh dalam menjalankan program transportasi umum yang terintegrasi dan inklusif.

"Jangan hanya asal ada bus, itu tidak betul. Harusnya ada bus juga ada operator dan sistemnya, serta terintegrasi dengan angkot.  Organda sudah komitmen akan mendukung, mereka akan menjadi _feeder_ bagi MJT," tuturnya.

Baca juga: Perkuat Integritas Pemasyarakatan, Lapas Perempuan Jakarta Gelar Ikrar Bersih dari Narkoba, Handphone Ilegal, dan Penipuan

"Nanti diatur, ada pengaturan ulang pergerakan angkutan tidak akan ada yang bersama-sama di satu jalan (dengan MJT). Jadi misalnya di situ sudah ada MJT, berarti angkotnya hanya sebagai _feeder_ atau kebalikan. Jadi jalur utamanya bus dan pendukungnya itu oleh angkot," imbuh Bey.

Baca juga: Akses Warga Kembali Lancar, Jembatan Armco di Desa Batu Lokong, Kec. Galang Rampung


Penyandang disabilitas

Selain itu, ia pun meminta seluruh _stakeholders_ yang berkecimpung dalam program MJT dapat menghadirkan halte yang inklusif bagi penyandang disabilitas di Jawa Barat.

"Saya minta haltenya betul-betul dipertimbangkan untuk saudara kita yang difabel dan jangan sekali dibangun sudah lupa. Banyak sekali cerita-cerita kita hanya bisa bikin halte, tapi ketika sudah jadi _nggak_ dipakai. Jadi harus terus berjalan," tandasnya.

Koridor Metro Jabar Trans (MJT) masih menggunakan yang ada, yakni sebanyak lima koridor yang telah berjalan.(Nr)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online