14 Jul, 2024

Mendidik Anak Perempuan yang Beranjak Dewasa, ini Tipsnya

Indofakta.com, 2024-06-30 06:59:05 WIB

Bagikan:

Bandung -- Dengan cara yang benar, perkembangan psikologi masa dewasa dini anak-anak akan menjadi pribadi yang hebat di masa depan. Namun, menaklukkan anak perempuan dewasa tidaklah mudah. Mengingat masa remaja sampai dewasa merupakan masa peralihan dimana sebagian besar anak perempuan melakukan pemberontakan dan kenakalan remaja.

Baca juga: Sekolah Vokasi Variabel Penting Tingkatkan Kemampuan SDM

Para orang tua yang menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang luar biasa yaitu berkarakter kuat dan menjadi pelajar yang sukses, ingatlah tips sederhana di bawah ini tentang cara cara mendidik anak perempuan beranjak dewasa sebagai berikut :

Baca juga: Kasus Flu Burung Keempat pada Pekerja Ternak di Colorado

1. Biarkan anak perempuan berinteraksi dengan lingkungan
Saat anak perempuan memasuki usia remaja, anak perempuan senang menjelajahi dan bersosialisasi di lingkungannya. Mereka lebih memilih bersama teman-teman di sekolah atau bermain di luar rumah daripada menghabiskan waktu bersama keluarga.

Baca juga: Bey Machmudin Ungkap Siswa Dianulir dari PPDB

Ketika ini terjadi, orang tua tidak perlu khawatir membiarkan anak-anak mereka berinteraksi satu sama lain di lingkungan baru. Selama cara berinteraksi dengan lingkungan yang digunakan berdampak positif, seperti keikutsertaan dalam kegiatan ekstrakurikuler atau kegiatan lingkungan.

Baca juga: Tes Kemampuan Prestasi Calon Peserta Didik Tahap II Mulai Digelar

Dengan bersosialisasi, anak belajar hal-hal baru, melatih sikap kepemimpinan dan bagaimana membuat keputusan yang tepat dalam situasi sulit. Anak juga akan jauh lebih mandiri dan tidak akan terus bergantung pada orang tua. Dari sinilah peran orang tua dalam sosialisasi keluarga bagi anak sangat dibutuhkan sebagai pendamping mereka.

2. Jadikan diri orang tua sebagai teman bagi anak perempuan yang beranjak dewasa
Terkadang ketika seorang anak perempuan beranjak dewasa, sang anak menjauh dari orang tuanya. Alasan utamanya adalah perbedaan pendapat dalam memandang sesuatu hal. Hal ini sangat wajar, mengingat usia orang tua dan anak perempuan yang terpaut jauh.

Mulailah memasuki dunia anak perempuan dewasa dengan pahami apa yang sedang ngetren dan pelajari psikologi mereka. Ini memudahkan orang tua untuk membesarkan anak perempuan mereka. Oleh karena itu, cara terbaik adalah dengan menjadikan orang tua sebagai teman bagi anak, agar tidak menjauhkan anak tidak menjauh dari orang tua.

Teman adalah orang yang menjadi tempat berkeluh kesah anak-anak. Dengan orang tua menjadi karakter teman untuk anak perempuannya, orang tua dapat mengamati, berkontribusi tanpa bermaksud menggurui dan memantau tumbuh kembang mereka dan sebagai patokan dalam pola asuh perkembangan anak yang baik. Manfaat lainnya adalah orang tua dan anak menjadi lebih dekat karena sering menghabiskan waktu bersama.

3. Beri anak perempuan kepercayaan dan tanggung jawab
Peran orang tua sangat penting, jangan selalu mengarahkan anak untuk menuruti keinginan orang tua, biarkan anak mencoba sesuatu atau memutuskan sesuatu sendiri, berikan kepercayaan dan tanggung jawab agar mereka bisa lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tua. Ini berguna untuk anak perempuan saat mereka tumbuh dewasa. Selain pemberian rasa percaya diri dan tanggung jawab ini, berikan juga tanda-tanda bahwa anak tidak boleh melanggar aturan.

Misalnya, mereka mungkin pergi bermain larut malam dengan teman-temannya, tetapi orang tua juga harus memberikan tanggung jawab kepada anaknya untuk pulang tepat waktu. Ini adalah salah satu cara mendidik anak menurut psikologi yang paling efektif untuk mendidik anak perempuan yang beranjak dewasa.

4. Menghormati minat dan pendapat anak
Sebagai orang tua, seringkali mereka merasa tahu dan merasa paling benar tentang apa yang baik untuk anaknya. Namun terkadang tidak selalu selaras seperti yang dipikirkan orang tua tanpa disadari sering kali pemikiran orang tua berbeda dengan pemikiran anak. Memaksa anak hanya akan membuatnya merasa tertindas bahkan melakukan hal-hal buruk seperti kenakalan remaja.

Dalam keadaan seperti itu, sebaiknya biarkan anak berani mengungkapkan pendapatnya. Hargai pemikiran dan pendapatnya. Dengan cara ini, anak lebih memahami dan menghormati orang tuanya. Hubungan orang tua dan anak lebih harmonis. Jangan mendikte masa depan mereka, tapi bimbing mereka sambil menghormati semua minat dan kemampuan mereka.

5. Ajarkan anak mengenal Tuhan
Spiritualitas menjadi tonggak penting bagi keluarga. Gunakan pendidikan spiritual yang mengajarkan anak mengenal Tuhan dan aturan-Nya sedini mungkin agar anak perempuan tidak salah bergaul. Spiritualitas ini adalah pondasi yang kuat dari sifat manusia. (Az)

Bagikan:

© 2024 Copyright: Indofakta Online